MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Selasa, 04 Juli 2017 10:58
Sehari Bersama Komunitas Barangai Tapin

Ketika Sungai-Sungai di Tapin Mendangkal

SUSUR SUNGAI: Komunitas Barangai susur sungai yang ada di Bendungan Binuang.

PROKAL.CO, Kata sungai mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Sungai sudah menjadi bagian penting untuk kehidupan manusia. Alasan itu pulalah Komunitas Barangai (Benua Rantau Peduli Sungai) dibentuk dan berkiprah di Tapin dan sekitarnya.

 ------------------------------------------

RASIDI FADLI, Rantau

 -------------------------------------------

Ketika sungai-sungai di Tapin mulai tercemar, tidak bersih bahkan ada yang sudah tidak layak pakai bahkan untuk mandi dan mencuci, sejumlah pemuda berinisiatif membentuk komunitas pencinta sungai. Barangai begitu mereka beri nama.

"Kami membentuk komunitas ini karena hati nurani kami tergerak untuk merawat sungai di Rantau yang semakin tahun semakin dangkal dan kotor," ungkap Nurul Aina (25) Ketua Komunitas Barangai.

Aina sapaannya mengatakan bahwa Barangai terbentuk bukan dadakan, tetapi karena hati nurani yang menggugah mereka untuk membentuknya. "Kami akan menjaga sungai di Tapin, karena kami sadar anak-anak kita nantinya di masa depan bisa menikmati sungai yang baik," katanya.

Komunitas yang berdiri sekitar setahun yang lalu atau tepatnya pada tanggal 5 Juni 2016 ini bertujuan untuk menggugah minat masyarakat untuk peduli sungai. "Di samping itu juga agar masyarakat bisa mencintai sungai atau peduli sungai untuk masa depan," jelasnya.

Barangai juga terbentuk dari berbagai komunitas, seperti sekolah Adiwiyata, masyarakat pencinta dan peduli sungai, tim barisan pemadam kebakaran, green school. "Jadi dari beberapa komunitas itu terbentuklah Barangai," beber warga Kupang ini.

Penulis mencoba mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh Barangai, Minggu (2/7) lalu yang meninjau langsung kondisi sungai yang ada di Binuang.

Ada beberapa pegiat yang mengikuti kegiatan ini. Mereka menanam bambu dan bersih-bersih sungai di sekitar bendungan. "Mungkin hari ini hanya beberapa orang saja yang mengikuti kegiatan, tapi nantinya akan banyak yang mengikutinya," yakinnya.

Kenapa mereka menanam bambu, menurut Aina penghijauan di sekitar bendungan Binuang sangat penting saat ini, karena di sana pepohonan masih kurang. "Kami menginginkan kawasan ini banyak ditumbuhi pohon-pohon untuk menghindari terjadinya abrasi sungai dan juga untuk memperindah sungai," bebernya.

Dia menambahkan sosialisasi akan terus dilakukan anggota Barangai kepada masyarakat untuk melakukan pembersihan dan penghijauan sungai-sungai yang ada di Kabupaten Tapin.

"Sungai kita sudah cukup memprihatinkan karena banyaknya pertambangan, setidaknya ada di antara kita menjaga agar sungai-sungai di Tapin tetap bisa mengalir dan bermanfaat bagi orang banyak," jelasnya.

Dia juga menambahkan bahwa Barangai sifatnya berkelanjutan. Mereka mau dukungan pemerintah daerah dan SKPD terkait untuk peduli terhadap lingkungan. "Peran masyarakat serta sekolah-sekolah yang peran aktif di lingkungan untuk memerhatikan sungai," pungkasnya. (by/ram)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 14:50

Mengunjungi Danau Biru Berwarna Hijau di Desa Pugaan Tabalong

Kabupaten Tabalong memiliki objek wisata buatan yang cukup menjanjikan sebagai destinasi rekreasi keluarga.…

Rabu, 22 November 2017 09:23
Mengenal Grup Musik Panting Ading Batuah, Angkinang, HSS

Konsisten Melatih Panting Sejak Usia Dini

Ada banyak ragam kesenian daerah yang dapat kita nikmati dan hingga kini masih terjaga. Salah satunya…

Minggu, 19 November 2017 10:39

Jalan Panjang Nelayan Berjuang Merancang Alat Penangkap Ikan

BANJARBARU - Puluhan nelayan kecil yang tergabung dalam Ikatan Nelayan Saijaan (INSAN) Kotabaru beberapa…

Rabu, 15 November 2017 15:30

Wahyudi, GM Bandara Syamsuddin Noor yang Baru Bertugas

Namanya pendek dan mudah diingat, Wahyudi. Mantan General Manager Bandara El Tari Kupang itu buka-bukaan…

Rabu, 15 November 2017 11:13

Mengenal Komunitas N Gage Lovers Banjarmasin

bentuk yang unik, bak mangkuk yang dibelah, membuat handphone (HP) Jadul berupa N Gage sangat digemari.…

Selasa, 14 November 2017 15:12

Werner Laule - Siti Farida Elyanor, pasangan Jerman-Kelua yang Suka Bertualang

Werner Laule dan Siti Farida Elyanor berlibur di Banua sejak 28 September lalu. Pasangan Jerman-Kelua…

Selasa, 14 November 2017 12:19

Pangeran Muhammad Noor Gagal Lagi Jadi Pahlawan Nasional

Perjuangan Pangeran Muhammad Noor dalam merebut kemerdekaan tak berbeda dengan pahlawan nasional lain…

Selasa, 14 November 2017 11:27

Kelas Inspirasi GMC + di SMP Islam Terpadu Qardhan Hasana

Dono Prasetyo menjadi General Manager sebuah hotel berbintang dalam usia begitu muda. Ia percaya, sukses…

Jumat, 10 November 2017 11:33

Sukiman, Pahlawan Pendidikan dari Wilayah Paminggir

Kalau ikhlas semua jadi enteng dan nyaman. Itu semboyan penguat asa Sukiman dalam menjalani perannya…

Jumat, 10 November 2017 11:07

Menengok Kelompok Perajin di Kampung Purun Banjarbaru

Satu tahun sudah destinasi wisata Kampung Purun di Kelurahan Palm, Banjarbaru diperkenalkan. Bagaimanakah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .