MANAGED BY:
SELASA
26 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Selasa, 04 Juli 2017 10:58
Sehari Bersama Komunitas Barangai Tapin

Ketika Sungai-Sungai di Tapin Mendangkal

SUSUR SUNGAI: Komunitas Barangai susur sungai yang ada di Bendungan Binuang.

PROKAL.CO, Kata sungai mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Sungai sudah menjadi bagian penting untuk kehidupan manusia. Alasan itu pulalah Komunitas Barangai (Benua Rantau Peduli Sungai) dibentuk dan berkiprah di Tapin dan sekitarnya.

 ------------------------------------------

RASIDI FADLI, Rantau

 -------------------------------------------

Ketika sungai-sungai di Tapin mulai tercemar, tidak bersih bahkan ada yang sudah tidak layak pakai bahkan untuk mandi dan mencuci, sejumlah pemuda berinisiatif membentuk komunitas pencinta sungai. Barangai begitu mereka beri nama.

"Kami membentuk komunitas ini karena hati nurani kami tergerak untuk merawat sungai di Rantau yang semakin tahun semakin dangkal dan kotor," ungkap Nurul Aina (25) Ketua Komunitas Barangai.

Aina sapaannya mengatakan bahwa Barangai terbentuk bukan dadakan, tetapi karena hati nurani yang menggugah mereka untuk membentuknya. "Kami akan menjaga sungai di Tapin, karena kami sadar anak-anak kita nantinya di masa depan bisa menikmati sungai yang baik," katanya.

Komunitas yang berdiri sekitar setahun yang lalu atau tepatnya pada tanggal 5 Juni 2016 ini bertujuan untuk menggugah minat masyarakat untuk peduli sungai. "Di samping itu juga agar masyarakat bisa mencintai sungai atau peduli sungai untuk masa depan," jelasnya.

Barangai juga terbentuk dari berbagai komunitas, seperti sekolah Adiwiyata, masyarakat pencinta dan peduli sungai, tim barisan pemadam kebakaran, green school. "Jadi dari beberapa komunitas itu terbentuklah Barangai," beber warga Kupang ini.

Penulis mencoba mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh Barangai, Minggu (2/7) lalu yang meninjau langsung kondisi sungai yang ada di Binuang.

Ada beberapa pegiat yang mengikuti kegiatan ini. Mereka menanam bambu dan bersih-bersih sungai di sekitar bendungan. "Mungkin hari ini hanya beberapa orang saja yang mengikuti kegiatan, tapi nantinya akan banyak yang mengikutinya," yakinnya.

Kenapa mereka menanam bambu, menurut Aina penghijauan di sekitar bendungan Binuang sangat penting saat ini, karena di sana pepohonan masih kurang. "Kami menginginkan kawasan ini banyak ditumbuhi pohon-pohon untuk menghindari terjadinya abrasi sungai dan juga untuk memperindah sungai," bebernya.

Dia menambahkan sosialisasi akan terus dilakukan anggota Barangai kepada masyarakat untuk melakukan pembersihan dan penghijauan sungai-sungai yang ada di Kabupaten Tapin.

"Sungai kita sudah cukup memprihatinkan karena banyaknya pertambangan, setidaknya ada di antara kita menjaga agar sungai-sungai di Tapin tetap bisa mengalir dan bermanfaat bagi orang banyak," jelasnya.

Dia juga menambahkan bahwa Barangai sifatnya berkelanjutan. Mereka mau dukungan pemerintah daerah dan SKPD terkait untuk peduli terhadap lingkungan. "Peran masyarakat serta sekolah-sekolah yang peran aktif di lingkungan untuk memerhatikan sungai," pungkasnya. (by/ram)


BACA JUGA

Minggu, 17 September 2017 16:51

Mengenang Kejayaan Bioskop Tua di Banjarmasin

BANJARMASIN - Sejak awal tahun 2000, bioskop-bioskop rakyat mulai tergerus oleh zaman. Keberadaannya…

Minggu, 10 September 2017 20:43

Berkenalan dengan Komunitas Pecinta Anime di Banua

Setiap tampil di sebuah acara, para cosplayer selalu menjadi pusat perhatian. Kecantikan seperti komik…

Minggu, 10 September 2017 20:38

Bisnis Sawit di Tanbu Kembali Menggeliat

Kabupaten Tanah Bumbu dikenal surganya penambang batu bara. Namun, seiring berjalannya waktu, saat ini…

Sabtu, 09 September 2017 15:40

Semakin Merosotnya Hutan Galam di Kabupaten Batola

Pembuatan pondasi bangunan di lahan rawa membutuhkan batang galam yang tak sedikit. Namun harga galam…

Jumat, 08 September 2017 15:12

Guru Sekolah Terpencil Keluhkan Minimnya Media Pembelajaran di Meratus

Daerah pedalaman tetap sulit untuk mendapatkan keadilan pemerataan pendidikan. Jika di kota, media pembelajaran…

Kamis, 07 September 2017 14:36

Gimana Nasib Mereka? Ibu Meninggal, Ayah Gangguan Jiwa

Usia mereka masih anak-anak, namun tiga bersaudara berinisial Z (11), R (5) dan V (3) tak lagi mendapatkan…

Rabu, 06 September 2017 14:30

Menyaksikan Tradisi Badandang di Desa Andhika: Dengung Menyayat di Atas Langit Tapin

Cuaca terik tidak menyurutkan keinginan ratusan pasang mata warga yang ingin melihat bedandang (layang-layang…

Minggu, 03 September 2017 12:22

Mengulik Kisah Ritual Kebal Tubuh di Kalsel: Bisa Kebal Sejak Lahir

Masyarakat Banjar kaya dengan berbagai macam fenomena dan ritual budaya yang bersifat khas. Salah satu…

Rabu, 30 Agustus 2017 14:32

Menengok Tradisi Warga Kandangan Membawa Senjata Tajam

Kandangan dikenal sebagai tanah jawara. Konon dulu di daerah ini ada banyak jagau. Warganya dikenal…

Selasa, 29 Agustus 2017 16:31

Fotografer Banua Menggali Ilmu Fotografi Komersial

Selain dituntut profesional, seorang fotografer komersial juga harus pintar mengkhayal. Pelajaran itu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .