MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 04 Juli 2017 10:58
Sehari Bersama Komunitas Barangai Tapin

Ketika Sungai-Sungai di Tapin Mendangkal

SUSUR SUNGAI: Komunitas Barangai susur sungai yang ada di Bendungan Binuang.

PROKAL.CO, Kata sungai mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Sungai sudah menjadi bagian penting untuk kehidupan manusia. Alasan itu pulalah Komunitas Barangai (Benua Rantau Peduli Sungai) dibentuk dan berkiprah di Tapin dan sekitarnya.

 ------------------------------------------

RASIDI FADLI, Rantau

 -------------------------------------------

Ketika sungai-sungai di Tapin mulai tercemar, tidak bersih bahkan ada yang sudah tidak layak pakai bahkan untuk mandi dan mencuci, sejumlah pemuda berinisiatif membentuk komunitas pencinta sungai. Barangai begitu mereka beri nama.

"Kami membentuk komunitas ini karena hati nurani kami tergerak untuk merawat sungai di Rantau yang semakin tahun semakin dangkal dan kotor," ungkap Nurul Aina (25) Ketua Komunitas Barangai.

Aina sapaannya mengatakan bahwa Barangai terbentuk bukan dadakan, tetapi karena hati nurani yang menggugah mereka untuk membentuknya. "Kami akan menjaga sungai di Tapin, karena kami sadar anak-anak kita nantinya di masa depan bisa menikmati sungai yang baik," katanya.

Komunitas yang berdiri sekitar setahun yang lalu atau tepatnya pada tanggal 5 Juni 2016 ini bertujuan untuk menggugah minat masyarakat untuk peduli sungai. "Di samping itu juga agar masyarakat bisa mencintai sungai atau peduli sungai untuk masa depan," jelasnya.

Barangai juga terbentuk dari berbagai komunitas, seperti sekolah Adiwiyata, masyarakat pencinta dan peduli sungai, tim barisan pemadam kebakaran, green school. "Jadi dari beberapa komunitas itu terbentuklah Barangai," beber warga Kupang ini.

Penulis mencoba mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh Barangai, Minggu (2/7) lalu yang meninjau langsung kondisi sungai yang ada di Binuang.

Ada beberapa pegiat yang mengikuti kegiatan ini. Mereka menanam bambu dan bersih-bersih sungai di sekitar bendungan. "Mungkin hari ini hanya beberapa orang saja yang mengikuti kegiatan, tapi nantinya akan banyak yang mengikutinya," yakinnya.

Kenapa mereka menanam bambu, menurut Aina penghijauan di sekitar bendungan Binuang sangat penting saat ini, karena di sana pepohonan masih kurang. "Kami menginginkan kawasan ini banyak ditumbuhi pohon-pohon untuk menghindari terjadinya abrasi sungai dan juga untuk memperindah sungai," bebernya.

Dia menambahkan sosialisasi akan terus dilakukan anggota Barangai kepada masyarakat untuk melakukan pembersihan dan penghijauan sungai-sungai yang ada di Kabupaten Tapin.

"Sungai kita sudah cukup memprihatinkan karena banyaknya pertambangan, setidaknya ada di antara kita menjaga agar sungai-sungai di Tapin tetap bisa mengalir dan bermanfaat bagi orang banyak," jelasnya.

Dia juga menambahkan bahwa Barangai sifatnya berkelanjutan. Mereka mau dukungan pemerintah daerah dan SKPD terkait untuk peduli terhadap lingkungan. "Peran masyarakat serta sekolah-sekolah yang peran aktif di lingkungan untuk memerhatikan sungai," pungkasnya. (by/ram)


BACA JUGA

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…

Jumat, 01 Juni 2018 11:25

Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan…

Rabu, 30 Mei 2018 15:00
Perayaan Waisak di Banjarmasin

Pesan Jaga Keharmonisan, Panjatkan Doa Untuk Negeri

Winda terlihat penuh hati-hati meletakkan dana makan ke mangkok yang dibawa oleh para Bikhu di Vihara…

Kamis, 24 Mei 2018 12:57

Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona.…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Senin, 21 Mei 2018 12:56

Ini Dia Sosok Dibalik Bubur Sabilal yang Melegenda

Bubur ayam sudah menjadi ciri khas Ramadan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Ribuan porsi disiapkan bagi…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:38

Menengok Kelahiran Kampung Mural di Jalan Tunjung Maya

Seusai salat tarawih hingga tibanya waktu sahur, warga dan pelukis berkumpul. Membawa teko kopi dan…

Senin, 14 Mei 2018 15:15

Cerita Ketua MUI Tanbu KH Fadli Muis Mendirikan Pondok Pesantren Zaadul Muttaqiin

Saat ini, pondok pesantren mulai digandrungi anak muda putra dan putri. Pondok pesantren (ponpes) mulai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .