MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 05 Juli 2017 17:25
FAKTA, Masyarakat Banua Mudah Tergiur Investasi Bodong
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, Iming-iming penghasilan besar dalam arisan uang berlipat atau money game membuat para banyak warga Banua tergiur. Ada yang rela menyetor uang puluhan hingga jutaan rupiah. Dengan harapan, uang mereka bisa cair dengan nominal yang lebih besar.

Bahkan, ada pula yang tak segan menjual harta benda mereka supaya memiliki uang untuk membeli arisan. "Tetangga saya di Banjarmasin ada yang menggadaikan tanah, agar bisa membeli arisan yang lebih besar," kata Nana, salah seorang Reseller arisan online.

Bukan hanya itu, seorang pembeli arisan, Hamidi ,malah mengaku rela menjual ambulance miliknya demi bisa membeli arisan. "Saya jual ambulance supaya bisa dapat uang lebih banyak," ujarnya.

Namun, kenyataannya uang yang dia setor ke bandar berinisial IR hingga kini belum ada kejelasan. Jangankan cair dua kali lipat, modalnya pun belum tentu kembali. "Mudah-mudahan kembali, nanti kita lakukan mediasi dulu," ungkapnya.

Sebelum arisan online muncul, sebenarnya ada investasi bodong lain yang sudah lebih dulu bermunculan dan membawa banyak korban. Namun, nampaknya hal itu tak menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk berhati-hati jika ingin berinvestasi.

Investasi yang sudah booming lebih dulu ialah Dream for Freedom (D4F), dalam kurun dua tahun sejak tahun 2014 D4F sangat diminati masyarakat. Karena menawarkan investasi dengan bunga 1 persen per hari, yang diberikan setiap 15 hari sekali.

Angka investasinya pun beragam tergantung paket. Yaitu paket silver, gold, dan platinum dengan nilai Rp1 juta hingga Rp20 juta.

Akan tetapi, pada kenyataannya dalam praktiknya tidak demikian. Uang para korban ternyata hanya digunakan untuk melakukan skema gali lubang dan tutup lubang. Akhirnya, pada tahun 2016 D4F tak mampu mencairkan dana milik ribuan orang yang sudah berinvestasi. Kemudian Bareskrim Polri pun mengambil tindakan dan menangkap pengelolanya.

Sebelum itu, investasi bodong lain juga sempat menghebohkan Banua. Yaitu, investasi bisnis intan yang dikelola oleh Lihan. Salah seorang pengusaha sekaligus ustadz dari Cindai Alus, Martapura, Kabupaten Banjar.

Lihan mengumpulkan dana dari masyarakat, dengan modus memberikan bunga 10 persen setiap bulannya. Awalnya, pencairan bunga berjalan mulus hingga membuat investornya mencapai ribuan orang.

Akan tetapi, pada tahun 2009 Lihan mulai bangkrut dan tak mampu lagi mengembalikan dana milik masyarakat. Dia akhirnya divonis penjara 9 tahun juga denda Rp10 Miliar pada tahun 2010.

Pakar marketing Fakultas Ekonomi ULM, Arief Budiman tingkat financial literacy (melek keuangan) masyarakat masih rendah. “Kalau berjalan dengan benar tak mungkin masyarakat selalu demikian, sudah berapa kali terjadi di Kalsel kasus demikian,” kata Arief, Selasa (4/7) kemarin.

Jika masyarakat melek keuangannya sudah tinggi, investasi dengan iming-iming diatas bunga deposito yang janggal, dipastikan tak akan terjadi.

Arief memberi catatan agar kasus ini tak terulang lagi. Yang pertama pemerintah daerah harus berperan melalui kontrol dan regulasi agar kasus-kasus semacam inidapat diantisipasi sejak dini. “Kalau hanya spanduk yang dipasang di jalan-jalan, saya rasa masih kurang efektif, belum lagi tergiur dengan bonus-bonus menggiurkan,” sebutnya.

Selain pemerintah daerah, peran Perbankan juga nilainya masih jauh dari harapan dalam memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat. Edukasi yang dilakukan bank saat ini terlihat hanya pada segmen-segmen tertentu. Tak menyeluruh. Contohnya hanya menyasar kepada anak sekolah dan mahasiswa. Padahal yang lagi ditarget oleh pelaku investasi bodong sebutnya adalah para ibu-ibu yang melek keuangan rendah.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 9 Kalimantan, Agus Priyanto menegaskan, kasus arisan online ini, di luar jangkauan pihaknya. OJK sendiri hanya mengatur, mengawasi industri jasa keuangan, baik bank maupun non bank. Seperti asuransi, perusahaan pembiayaan Jamsostek, pensiun hingga pasar modal. “Arisan ini di luar otoritas kami, kami tak bisa berbuat apa apa,” tukas Agus kemarin.

Meski demikian, ketika ada masyarakat yang melaporkan kepada pihaknya, OJK akan meneruskan laporan tersebut kepada aparat berwajib karena sifatnya delik aduan. “Beda kalau asuransi, kami otoritasnya,” ujarnya.

Dia mengingatkan, apapun investasi dengan embel-embel di atas suku bunga deposito, dipastikan tak benar. “Kalau mau investasi harus jeli dan hati-hati, jangan mudah tergiur dengan iming-iming atau janji manis. Mana ada usaha yang memberikan imbalan hasil sampai 30 persen per bulan. Deposito saja hanya 10 persen per tahun,” sebutnya. (ris/mof/ay/ran)


BACA JUGA

Senin, 11 Desember 2017 11:15

Razia Gabungan Obok-obok Empat THM di Banjarbaru, Hasilnya..

BANJARBARU - Personel gabungan dari Satpol PP Banjarbaru, TNI dan kepolisian Sabtu (9/12) malam tadi…

Sabtu, 09 Desember 2017 16:12

Akhirnya, Iray Kasfy Divonis Hakim

MARTAPURA – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Martapura menjatuhkan kurungan badan selama 4 tahun…

Sabtu, 09 Desember 2017 16:05

Kapal Kargo Tenggelam di Sungai Barito, Ternyata ini Sebabnya

BANJARMASIN - Kapal MV KENEUKAI, pengangkut semen Cons, mengalami musibah di perairan Sungai Barito,…

Sabtu, 09 Desember 2017 16:01

Penimbunan Gas Melon Digerebek, Pelaku Sempat Mengelak

BANJARMASIN – Sebelum azan salat Jumat (8/12) kemarin, sebuah rumah di Jalan Gunung Sari Ujung…

Sabtu, 09 Desember 2017 14:47

Ini Penyebab Kebakaran di Kuin Utara

BANJARMASIN - Enam buah rumah luluh lantak di Jalan Kuin Utara RT 10,  Banjarmasin Utara, akibat…

Sabtu, 09 Desember 2017 14:43

Kebakaran di Kandangan, Seorang Nenek Tewas Terpanggang

KANDANGAN – Disaat kebanyakan orang sedang beristirahat, Jumat (8/12) dini hari lalu,  warga…

Jumat, 08 Desember 2017 18:47

Rp10 Juta untuk Pelicin Fasilitasi

BANJARMASIN – Kasus suap PDAM Bandarmasih yang melibatkan mantan Dirut PDAM Muslih dan Manajer…

Jumat, 08 Desember 2017 18:29

Ayah Perkosa Anak Kandung di Paringin Dituntut 15 Tahun Penjara

PARINGIN – Kisah seorang ayah yang memperkosa anak kandungnya yang masih gadis, memasuki babak…

Jumat, 08 Desember 2017 14:26

Trik Satpol PP Banjarbaru Cegah PSK Pembatuan Beroperasi Kembali

Selain membuka pos pengawasan di Pembatuan dan Batubesi, anggota gabungan terdiri dari Satpol PP Banjarbaru,…

Kamis, 07 Desember 2017 15:10

Pesta Lem, Empat Remaja Kelayan Diamankan

BANJARMASIN - Empat orang remaja tertangkap tangan sedang berpesta lem Fox dan minuman keras oplosan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .