MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 06 Juli 2017 13:01
Kasihan.. Nasib Supir Truk di HST, Ada yang Mandi Air Selokan
TIDUR SEADANYA: Sopir memilih tidur seadanya di bawah bak atau di teras rumah warga.

PROKAL.CO, BARABAI – Tertahan selama enam hari di muara jalan lingkar Kapar-Walangsi membuat kondisi kesehatan sopir yang berjaga menunggui truk menurun drastis. Sebagian ada yang telah terserang sakit seperti demam, masuk angin, dan gatal-gatal.

“Jalan Lingkar Kapar ke Walangsi ini tidak bisa dilewati truk, tronton dan trailer. Jalannya terlalu lembek. Berkali-kali mobil kawan kami ambles terperosok,” keluh seorang sopir, Puji, Rabu (5/7) siang kemarin.

Pengemudi tronton pengangkut bahan baku semen PT Conch South Kalimantan Tabalong ini salah satu sopir yang memilih bertahan di Desa Kapar, sisi masuk saat ke Jalan Lingkar Kapar-Walangsi, posisi di mana truknya tertahan masuk.

Pria asli Barabai ini menuturkan, ketidakpastian menunggu seperti ini diakuinya sangat mengganggu mental seluruh sopir. Sebagian mulai mengalami sakit akibat tidur seadanya, ditambah cuaca yang sangat terik di siang hari. Kadang malam mendadak hujan sangat lebat.

Makan-minum juga tidak lagi teratur. Paling bisa dua kali sehari, itu pun dari bantuan pemilik truk yang berbaik hati mengirim nasi bungkus. “Sejak enam hari lalu saya di sini tidak lagi mendapat upah kerja. Istri di rumah sudah mencari-cari, kapan pulang dan butuh uang juga,” keluhnya.

Demam serta masuk angin juga dialami oleh Zainal. Bahkan, sudah dua hari dirinya tidak mandi karena sakit dan bekal baju tidak mencukupi lagi. Paling sulit adalah keperluan buang hajat. Mau ke musala dekat jalan lingkar, digembok bila malam. Itu pun tidak terlalu berani sering-sering, karena malu menggunakan fasilitas umat.

“Ada yang mandi menumpang di rumah kerabat. Ada juga yang mandi air selokan di jalan lingkar. Intinya, kami tidak berani meninggalkan truk ini jauh-jauh, sedikit saja kehilangan kami yang harus ganti,” ujar Zainal.

Sedangkan Yulianto, sopir tronton asal Tabalong mengaku sudah dihubungi istrinya yang mengabarkan anaknya sakit. Ia sendiri tidak bisa berbuat banyak karena takut meninggalkan unit truk di tempat ini.

Ketakutan yang lain adalah sikap masyarakat sekitar yang bisa saja tidak lagi respek dengan kehadiran truk serta sopir di sekitar desa Kapar. “Kami sebenarnya takut masyarakat sekitar sini marah dan komplain dengan kehadiran kami di sini,” ungkapnya.

Berbeda pandangan dengan sopir truk, warga HST yang berhasil diwawancari, sebut saja Yanti, warga Simpang 10. Dia mendukung kebijakan tegas yang diambil Bupati untuk membebaskan Kota Barabai dari kendaraan besar. ”Intinya kami mendukung penuh. Jalan Murakata depan Komplek Polisi saja sudah bolong dan dua orang yang jatuh setelah melewati lobang itu, saya melihat sendiri,” ujarnya.

Sedangkan Paman Muhri, sopir angkutan penumpang dari Barabai-Banjarmasin yang tiap hari mangkal depan Rumah Sakit Barabai mengeluhkan tonase serta panjangnya unit trailer tersebut. Para sopir kadang kesal bila trailer atau tronton itu jalannya dengan pola konvoi sehingga sulit disalip.

“Pergi pulang Banjarmasin ‘kan kerjaan kami setiap saat. Ada yang paling kami keluhkan yaitu jalan berlobang dan bergelombang semakin banyak, makin banyak lobang semakin berbahaya bagi pengguna jalan,” tuturnya.

Bupati HST H Abdul Latif sendiri mengaku cukup mengakomodir harapan sopir truk, tronton, dan trailer yang mengangkut semen tersebut. Sudah dua kali diberikan dispensasi, pertama saat terjadi kemacetan dan kedua pun karena alasan macet juga sehingga dengan kepentingan mengurai lalu lintas dia memberikan dispensasi sehingga angkutan jumbo itu bisa kembali melibas jalan kabupaten.

“Sedangkan permintaan dispensasi ketiga sebenarnya sudah ada namun tidak kami berikan karena mereka tidak menjalankan kesepakatan sesuai dispensasi yang kedua. Jadi. Saya bersikukuh tidak memberikan izin lagi,” terang Abdul Latif.

Latif minta aparat lain ikut bertindak tegas juga. Bila memang kapasitas jalan Kalsel tidak bisa dilewati dengan tonase tertentu harus diberikan tindakan tegas dan pantas sehingga tidak membingungkan masyarakat. Selama ini aktivitas truk itu sangat mengganggu masyarakat.

”Saya tidak tidak menolak investor, malah saya dukung, namun tidak boleh menimbulkan kerusakan dan gangguan bagi kenyamanan penggunaan jalan,” tegasnya. (mam/by/ram)


BACA JUGA

Rabu, 24 Oktober 2018 06:41
Parlementaria Banjarbaru

DPRD: Santri di Banjarbaru Harus Melek Politik

BANJARBARU -- Hari Santri Nasional ditetapkan sebagai wujud pengakuan Pemerintah terhadap peran besar…

Rabu, 24 Oktober 2018 06:38
Berita Banjarbaru

Bersih-bersih Sekaligus Deklarasikan Kampanye Damai

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani bersama istrinya Ririen Nadjmi Adhani, Sabtu (20/10)…

Rabu, 24 Oktober 2018 06:32
Berita Tanah Bumbu

Susun APBD, ini Formula Rahasia Keuangan Pemkab Tanbu

BATULICIN - Saat ini, Pemkab Tanbu memasuki masa penyusunan APBD.  Di titik inilah bagaimana pemerintah…

Rabu, 24 Oktober 2018 06:27
Berita Tanah Bumbu

Hebat, Tanbu Mendapat Anugerah KASN 2018

BATULICIN - Pemkab Tanbu kembali menorehkan prestasi di tingkat Nasional dengan memboyong penghargaan…

Selasa, 23 Oktober 2018 20:03

Jangan Pasang Poster Politik Sembarang Tempat

BANJARMASIN – Berbagai atribut kampanye mulai menghiasi sudut kota. Sayangnya, semua terkesan…

Selasa, 23 Oktober 2018 19:52

Rawan Penyimpangan, Dana Kelurahan Masih Tarik Ulur Ditahun Politik

BANJARMASIN - Pencairan dana kelurahan akan dimulai tahun depan. Anggaran sebesar Rp 3 triliun pun sudah…

Selasa, 23 Oktober 2018 19:47

Pengumuman Hasil Tes CPNS Diundur

BANJARMASIN - Batas akhir pengumuman kelulusan seleksi administrasi rekrutmen CPNS sejatinya Minggu…

Selasa, 23 Oktober 2018 19:44

Waduh, Ribuan Pelamar CPNS di Kalsel Gugur Gara-gara ini

BANJARMASIN - Sebanyak 1.354 pelamar gugur dalam seleksi administrasi rekruitmen CPNS Pemprov Kalsel.…

Selasa, 23 Oktober 2018 19:31

Pedagang Pasar Bauntung Bantah Tudingan Sekda Banjarbaru

BANJARBARU - Polemik soal rencana relokasi pasar Bauntung Banjarbaru belum juga sirna. Sebagian pedagang…

Selasa, 23 Oktober 2018 16:01

PAUD Amalia Belajar Mengenal Tanaman di SMK Pertanian Banjarbaru

BANJARBARU -Usia dini khususnya bagi anak-anak Pendidikan Usia Dini (PAUD) merupakan usia tumbuh kembang,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .