MANAGED BY:
SENIN
23 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Kamis, 06 Juli 2017 13:01
Kasihan.. Nasib Supir Truk di HST, Ada yang Mandi Air Selokan
TIDUR SEADANYA: Sopir memilih tidur seadanya di bawah bak atau di teras rumah warga.

PROKAL.CO, BARABAI – Tertahan selama enam hari di muara jalan lingkar Kapar-Walangsi membuat kondisi kesehatan sopir yang berjaga menunggui truk menurun drastis. Sebagian ada yang telah terserang sakit seperti demam, masuk angin, dan gatal-gatal.

“Jalan Lingkar Kapar ke Walangsi ini tidak bisa dilewati truk, tronton dan trailer. Jalannya terlalu lembek. Berkali-kali mobil kawan kami ambles terperosok,” keluh seorang sopir, Puji, Rabu (5/7) siang kemarin.

Pengemudi tronton pengangkut bahan baku semen PT Conch South Kalimantan Tabalong ini salah satu sopir yang memilih bertahan di Desa Kapar, sisi masuk saat ke Jalan Lingkar Kapar-Walangsi, posisi di mana truknya tertahan masuk.

Pria asli Barabai ini menuturkan, ketidakpastian menunggu seperti ini diakuinya sangat mengganggu mental seluruh sopir. Sebagian mulai mengalami sakit akibat tidur seadanya, ditambah cuaca yang sangat terik di siang hari. Kadang malam mendadak hujan sangat lebat.

Makan-minum juga tidak lagi teratur. Paling bisa dua kali sehari, itu pun dari bantuan pemilik truk yang berbaik hati mengirim nasi bungkus. “Sejak enam hari lalu saya di sini tidak lagi mendapat upah kerja. Istri di rumah sudah mencari-cari, kapan pulang dan butuh uang juga,” keluhnya.

Demam serta masuk angin juga dialami oleh Zainal. Bahkan, sudah dua hari dirinya tidak mandi karena sakit dan bekal baju tidak mencukupi lagi. Paling sulit adalah keperluan buang hajat. Mau ke musala dekat jalan lingkar, digembok bila malam. Itu pun tidak terlalu berani sering-sering, karena malu menggunakan fasilitas umat.

“Ada yang mandi menumpang di rumah kerabat. Ada juga yang mandi air selokan di jalan lingkar. Intinya, kami tidak berani meninggalkan truk ini jauh-jauh, sedikit saja kehilangan kami yang harus ganti,” ujar Zainal.

Sedangkan Yulianto, sopir tronton asal Tabalong mengaku sudah dihubungi istrinya yang mengabarkan anaknya sakit. Ia sendiri tidak bisa berbuat banyak karena takut meninggalkan unit truk di tempat ini.

Ketakutan yang lain adalah sikap masyarakat sekitar yang bisa saja tidak lagi respek dengan kehadiran truk serta sopir di sekitar desa Kapar. “Kami sebenarnya takut masyarakat sekitar sini marah dan komplain dengan kehadiran kami di sini,” ungkapnya.

Berbeda pandangan dengan sopir truk, warga HST yang berhasil diwawancari, sebut saja Yanti, warga Simpang 10. Dia mendukung kebijakan tegas yang diambil Bupati untuk membebaskan Kota Barabai dari kendaraan besar. ”Intinya kami mendukung penuh. Jalan Murakata depan Komplek Polisi saja sudah bolong dan dua orang yang jatuh setelah melewati lobang itu, saya melihat sendiri,” ujarnya.

Sedangkan Paman Muhri, sopir angkutan penumpang dari Barabai-Banjarmasin yang tiap hari mangkal depan Rumah Sakit Barabai mengeluhkan tonase serta panjangnya unit trailer tersebut. Para sopir kadang kesal bila trailer atau tronton itu jalannya dengan pola konvoi sehingga sulit disalip.

“Pergi pulang Banjarmasin ‘kan kerjaan kami setiap saat. Ada yang paling kami keluhkan yaitu jalan berlobang dan bergelombang semakin banyak, makin banyak lobang semakin berbahaya bagi pengguna jalan,” tuturnya.

Bupati HST H Abdul Latif sendiri mengaku cukup mengakomodir harapan sopir truk, tronton, dan trailer yang mengangkut semen tersebut. Sudah dua kali diberikan dispensasi, pertama saat terjadi kemacetan dan kedua pun karena alasan macet juga sehingga dengan kepentingan mengurai lalu lintas dia memberikan dispensasi sehingga angkutan jumbo itu bisa kembali melibas jalan kabupaten.

“Sedangkan permintaan dispensasi ketiga sebenarnya sudah ada namun tidak kami berikan karena mereka tidak menjalankan kesepakatan sesuai dispensasi yang kedua. Jadi. Saya bersikukuh tidak memberikan izin lagi,” terang Abdul Latif.

Latif minta aparat lain ikut bertindak tegas juga. Bila memang kapasitas jalan Kalsel tidak bisa dilewati dengan tonase tertentu harus diberikan tindakan tegas dan pantas sehingga tidak membingungkan masyarakat. Selama ini aktivitas truk itu sangat mengganggu masyarakat.

”Saya tidak tidak menolak investor, malah saya dukung, namun tidak boleh menimbulkan kerusakan dan gangguan bagi kenyamanan penggunaan jalan,” tegasnya. (mam/by/ram)


BACA JUGA

Minggu, 22 April 2018 12:28
BREAKING NEWS

CATAT..! Malam Ini Debat Kandidat Pilkada Tabalong

TANJUNG -Ingat malam debat kandidat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tabalong. KPU setempat sudah…

Minggu, 22 April 2018 11:03
BREAKING NEWS

Ada 7.019 Nasi Kabuli Gratis di Murjani untuk Pecahkan MURI

BANJARBARU - Guna memperingati HUT ke-19 Kota Banjarbaru, Minggu (22/4) pagi ini digelar pemecahan…

Sabtu, 21 April 2018 12:03

Kesempatan Kerja Bagi Kaum Difabel Harus Diberikan Seluas-Luasnya

Pemberian kesempatan kerja untuk penyandang disabilitas di Kalsel belum digenjot maksimal. Padahal pemerintah…

Sabtu, 21 April 2018 11:39

Konsep Pasar Wadai di Banjarmasin Tahun ini Berbeda

BANJARMASIN - Soal konsep, Pasar Wadai pada Ramadhan Tahun 1439 Hijriyah ini takkan jauh berbeda dibanding…

Sabtu, 21 April 2018 11:29

Lampu PJU di persimpangan R.O Ulin-Trikora Jadi 'Lampu Disko'

BANJARBARU – Sudah seminggu terakhir lampu penerangan jalan di persimpangan R.O Ulin-Trikora kedap-kedip.…

Sabtu, 21 April 2018 11:18

Bus Wisata dan Rumah Disabilitas di Banjarbaru Diresmikan

BANJARBARU - Acara puncak HUT ke-19 Banjarbaru, Jumat (20/4) kemarin digelar. Ada beberapa inovasi dan…

Sabtu, 21 April 2018 10:53

Warga Desa Kintapura Tuntut PT PKIS Hentikan Panen Sawit

PELAIHARI - Puluhan orang dari warga Desa Kintapura, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut (Tala) meminta…

Sabtu, 21 April 2018 10:14

Camat Sungai Loban Berpesan Jaga Persatuan dan Kesatuan

BATULICIN - Sampai saat ini, telah banyak prestasi yang diukir Kecamatan Sungai Loban, baik di tingkat…

Sabtu, 21 April 2018 10:12

Tanah Bumbu Book Fair Kembali Digelar

BATULICIN - Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-15 Kabupaten Tanah Bumbu dan Pesta Adat Mappanretasi…

Sabtu, 21 April 2018 10:10

Wabup Tanbu Lepas Kontingen Peparpeda Tingkat Provinsi

BATULICIN - Wakil Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor melepas Kontingen Pekan Paralympic Pelajar Daerah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .