MANAGED BY:
SELASA
23 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Kamis, 06 Juli 2017 13:01
Kasihan.. Nasib Supir Truk di HST, Ada yang Mandi Air Selokan
TIDUR SEADANYA: Sopir memilih tidur seadanya di bawah bak atau di teras rumah warga.

PROKAL.CO, BARABAI – Tertahan selama enam hari di muara jalan lingkar Kapar-Walangsi membuat kondisi kesehatan sopir yang berjaga menunggui truk menurun drastis. Sebagian ada yang telah terserang sakit seperti demam, masuk angin, dan gatal-gatal.

“Jalan Lingkar Kapar ke Walangsi ini tidak bisa dilewati truk, tronton dan trailer. Jalannya terlalu lembek. Berkali-kali mobil kawan kami ambles terperosok,” keluh seorang sopir, Puji, Rabu (5/7) siang kemarin.

Pengemudi tronton pengangkut bahan baku semen PT Conch South Kalimantan Tabalong ini salah satu sopir yang memilih bertahan di Desa Kapar, sisi masuk saat ke Jalan Lingkar Kapar-Walangsi, posisi di mana truknya tertahan masuk.

Pria asli Barabai ini menuturkan, ketidakpastian menunggu seperti ini diakuinya sangat mengganggu mental seluruh sopir. Sebagian mulai mengalami sakit akibat tidur seadanya, ditambah cuaca yang sangat terik di siang hari. Kadang malam mendadak hujan sangat lebat.

Makan-minum juga tidak lagi teratur. Paling bisa dua kali sehari, itu pun dari bantuan pemilik truk yang berbaik hati mengirim nasi bungkus. “Sejak enam hari lalu saya di sini tidak lagi mendapat upah kerja. Istri di rumah sudah mencari-cari, kapan pulang dan butuh uang juga,” keluhnya.

Demam serta masuk angin juga dialami oleh Zainal. Bahkan, sudah dua hari dirinya tidak mandi karena sakit dan bekal baju tidak mencukupi lagi. Paling sulit adalah keperluan buang hajat. Mau ke musala dekat jalan lingkar, digembok bila malam. Itu pun tidak terlalu berani sering-sering, karena malu menggunakan fasilitas umat.

“Ada yang mandi menumpang di rumah kerabat. Ada juga yang mandi air selokan di jalan lingkar. Intinya, kami tidak berani meninggalkan truk ini jauh-jauh, sedikit saja kehilangan kami yang harus ganti,” ujar Zainal.

Sedangkan Yulianto, sopir tronton asal Tabalong mengaku sudah dihubungi istrinya yang mengabarkan anaknya sakit. Ia sendiri tidak bisa berbuat banyak karena takut meninggalkan unit truk di tempat ini.

Ketakutan yang lain adalah sikap masyarakat sekitar yang bisa saja tidak lagi respek dengan kehadiran truk serta sopir di sekitar desa Kapar. “Kami sebenarnya takut masyarakat sekitar sini marah dan komplain dengan kehadiran kami di sini,” ungkapnya.

Berbeda pandangan dengan sopir truk, warga HST yang berhasil diwawancari, sebut saja Yanti, warga Simpang 10. Dia mendukung kebijakan tegas yang diambil Bupati untuk membebaskan Kota Barabai dari kendaraan besar. ”Intinya kami mendukung penuh. Jalan Murakata depan Komplek Polisi saja sudah bolong dan dua orang yang jatuh setelah melewati lobang itu, saya melihat sendiri,” ujarnya.

Sedangkan Paman Muhri, sopir angkutan penumpang dari Barabai-Banjarmasin yang tiap hari mangkal depan Rumah Sakit Barabai mengeluhkan tonase serta panjangnya unit trailer tersebut. Para sopir kadang kesal bila trailer atau tronton itu jalannya dengan pola konvoi sehingga sulit disalip.

“Pergi pulang Banjarmasin ‘kan kerjaan kami setiap saat. Ada yang paling kami keluhkan yaitu jalan berlobang dan bergelombang semakin banyak, makin banyak lobang semakin berbahaya bagi pengguna jalan,” tuturnya.

Bupati HST H Abdul Latif sendiri mengaku cukup mengakomodir harapan sopir truk, tronton, dan trailer yang mengangkut semen tersebut. Sudah dua kali diberikan dispensasi, pertama saat terjadi kemacetan dan kedua pun karena alasan macet juga sehingga dengan kepentingan mengurai lalu lintas dia memberikan dispensasi sehingga angkutan jumbo itu bisa kembali melibas jalan kabupaten.

“Sedangkan permintaan dispensasi ketiga sebenarnya sudah ada namun tidak kami berikan karena mereka tidak menjalankan kesepakatan sesuai dispensasi yang kedua. Jadi. Saya bersikukuh tidak memberikan izin lagi,” terang Abdul Latif.

Latif minta aparat lain ikut bertindak tegas juga. Bila memang kapasitas jalan Kalsel tidak bisa dilewati dengan tonase tertentu harus diberikan tindakan tegas dan pantas sehingga tidak membingungkan masyarakat. Selama ini aktivitas truk itu sangat mengganggu masyarakat.

”Saya tidak tidak menolak investor, malah saya dukung, namun tidak boleh menimbulkan kerusakan dan gangguan bagi kenyamanan penggunaan jalan,” tegasnya. (mam/by/ram)


BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 15:32
Parlementaria Balangan

DPRD Balangan Tengahi Permasalahan Warga dan Perusahaan Tambang

PARINGIN - Untuk menengahi permasalahan yang terjadi antara warga Desa Padang Batung dan Tawahan Kecamatan…

Selasa, 23 Januari 2018 14:48

DPRD Kotabaru dan DPRD Kalsel Saling Tuding Soal Tambang

KOTABARU - Aksi saling tuding antara anggota DPRD Kotabaru dan DPRD Kalsel sempat mewarnai jalannya…

Selasa, 23 Januari 2018 14:23

Duh, Bertahun-tahun Warga Dua Desa Rebutan Lahan dengan TNI

Urusan tanah memang rumit. Puluhan tahun bersengketa belum tentu selesai meski pertemuan dan mediasi…

Selasa, 23 Januari 2018 14:08

Meriahkan Hari Jadi Batola, Wayang Kulit Digelar

MARABAHAN - Wakil Bupati Batola Rahmadian Noor mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang…

Selasa, 23 Januari 2018 13:59

Lift Macet, Ketua Komisi III DPRD Banjabaru Terperangkap

BANJARBARU - Nasib apes menimpa Politisi PDI-P Kota Banjarbaru, Bambang S. Roni, kemarin (22/1) pagi.…

Selasa, 23 Januari 2018 13:51

Februari Portal Pasar Minggu Akan Difungsikan

BATULICIN - Pemkab Tanbu melalui Dinas Perdagangan menganggarkan dana sebesar Rp200 juta untuk membangun…

Selasa, 23 Januari 2018 13:50

IGTKI Tanbu Terima Bantuan Laptop

BATULICIN - Pemkab Tanbu memberikan bantuan laptop kepada Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia…

Selasa, 23 Januari 2018 13:49

ASN Purnabakti Terima Tali Asih

BATULICIN - Aparatur Sipil Negara (ASN) yang purnabakti atau pensiun menerima bantuan sosial pensiun…

Selasa, 23 Januari 2018 13:44

Satpol PP Bubar, PKL Siring Tandean Balik Berjualan Lagi

BANJARMASIN - Satpol PP bubar, pedagang kaki lima (PKL) menyebar. Begitulah yang tergambar di Siring…

Selasa, 23 Januari 2018 11:56

Lensa Pemko Banjarbaru Sepekan

Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani menerima nasi tumpeng yang diserahkan oleh kepala sekolah SMA Negeri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .