MANAGED BY:
SABTU
26 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Jumat, 07 Juli 2017 11:17
Akhirnya, Truk Tertahan Diperbolehkan Lewat
SAAT MASIH TERTAHAN: Kondisi depan Jalan Lingkar Kapar saat dipenuhi angkutan semen PT Conch yang dilarang melintas karena kelebihan tonase.

PROKAL.CO, BARABAI – Setelah berhari-hari tertahan di Desa Kapar tanpa kepastian, ratusan kendaraan milik perusahaan logistik yang mengangkut semen PT Conch South Kalimantan Tabalong akhirnya diperbolehkan lewat.

Angkutan semen yang telah bermalam selama empat hari di kawasan ini berangsur-angsur diberangkatkan sampai selesai sekitar pukul 04.00 Wita dinihari. Dan sejak Kamis (6/7) kemarin, Desa Kapar telah bersih dari ratusan truk yang terparkir di badan jalan.

Namun sebelum diperbolehkan melintas, seluruh sopir dan kendaraan didata petugas. Mereka diwajibkan membubuhkan tanda tangan untuk tidak lagi mengangkut semen dan memakai jalan kabupaten.

Dari pantauan wartawan kemarin, truk dan tronton pengangkut semen  semakin sepi dan hampir tidak terlihat lagi. Berdasarkan catatan petugas, sejak pagi hingga siang hari baru terhitung 25 unit trailer pengangkut semen yang beroperasi namun semuanya diarahkan ke Jalan Lingkar Kapar-Walangsi.

Karena medan jalannya sulit, akhirnya hanya menyisakan dua unit trailer di jalan Desa Kapar karena sopirnya memilih beristirahat. Sebagian lainnya sudah melintas dan nekat melewati jalan rusak yang terhalang dua unit truk tabung yang ambles selama dua pekan terakhir.

“Masih ada sopir yang nakal. Ngakunya membawa material, namun saat kami periksa ternyata mengangkut semen,” gerutu Aman, petugas dari Dinas LH dan Dishub, Kamis (6/7) siang.

Menurut Aman, sejak ada sopir nakal itulah langsung diputuskan pimpinan untuk membatasi angkutan melalui jalan kabupaten. Awalnya masih diberikan dispensasi seberat 10 ton, namun karena ada sopir nakal yang kembali mencoba mengelabui petugas akhirnya diturunkan lagi jadi 8 ton.

“Kami mengantongi nama sopir dan nomor polisi truk yang biasa mengangkut semen dan sekarang mereka sudah tanda tangan tidak mengulangi lagi perbuatannya. Jadi bila tetap mengulangi kami perintahkan lewat jalan lingkar,” tuturnya.

Tidak mengherankan pula, tiap truk yang melintas diberhentikan. Pasalnya petugas sudah hafal. Mulai warna kendaraan, nomor polisi, hingga sopir yang mengendarai truk tersebut. Bila kedapatan membawa semen, mereka langsung diarahkan ke jalan lingkar.

Aman mengaku, selama bertugas di Pos Kapar kerap mendapat ancaman dan iming-iming duit dari oknum tertentu. Menurutnya, ada empat perusahaan penyedia transportasi yang beroperasi melayani angkutan semen PT Conch yakni BSN, AJM, CLL, dan ATM.

Sementara itu, Sekretaris LH dan Dishub, A Yani menyatakan bahwa seluruh instansi dan masyarakat mendukung kebijakan HST. Aturan yang dibuat sudah sesuai dengan UU tentang penggunaan dan beban jalan.

Memang ada rekomendasi yang intinya menyebutkan seluruh angkutan sebelum melintas harus diperiksa terlebih dahulu seperti dicek timbangannya di Tabalong. “Sesuai undang-undang, jalan HST berada di kelas jalan IIIA.  Bila melebihi kami arahkan ke jalan nasional yaitu jalan lingkar Walangsi-Kapar,” pungkasnya.

Seperti diketahui, angkutan semen yang awalnya dilarang namun belakangan bisa melintas jalan kabupaten sontak menimbulkan pro-kontra di masyarakat. Perdebatan pun sampai meramaikan dunia maya.

Namun sebagian besar mendukung penghentian operasi angkutan semen melintas jalan kabupaten. Salah satunya Bonang. Menurut kesaksiannya, angkutan semen sering mencuri-curi waktu, melintas terutama saat dini hari. Jalan pun praktis dikuasai angkutan berukuran jumbo ini.

Laporan serupa juga diungkap oleh Muhammad Zulkifli yang menginformasikan bahwa mulai sekitar 02.00 Wita angkutan semen bebas melintas jalan kabupaten, truk terpantau melewati jalan Murakata dan HM Syarkawi. Dia mengaku memiliki datanya lengkap dengan gambar bergerak. (mam/by/ram)


BACA JUGA

Sabtu, 26 Mei 2018 12:54

Gara-Gara 37 Meter, Pembebasan Lahan di Muara Kelayan Belum Selesai

BANJARMASIN - Pembebasan lahan di Muara Kelayan menyisakan masalah. Dari 175 petak tanah dan bangunan…

Sabtu, 26 Mei 2018 12:29

Jelang Lebaran, Tunjangan ASN Diharapkan Jangan Molor

BANJARMASIN - Mantan Wakil Walikota Banjarmasin, Irwan Anshari meminta kekisruhan pembebastugasan Hamli…

Sabtu, 26 Mei 2018 12:09

Komisi III DPRD Balangan Studi Banding ke Boyolali

PARINGIN - Komisi III DPRD Kabupaten Balangan belum lama tadi melakukan studi banding ke Dinas…

Sabtu, 26 Mei 2018 11:37

Tak Kalah dengan Bubur Sabilal, Bubur Masjid Al Jihad Juga Lezat

BANJARMASIN - Sebagian besar masjid di Banjarmasin menghadirkan menu bubur bagi masyarakat yang ingin…

Jumat, 25 Mei 2018 17:20
Berita Tabalong

Tabalong Urutan Keempat UN SMP Kalsel

TANJUNG - Hasil ujian nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs)…

Jumat, 25 Mei 2018 15:36

1001 Kisah Pesantren: Tak Punya Banyak Aturan

Sudah umum didengar ada guru di pesantren yang ditakuti santrinya. Tapi beda dengan Gus Jam, pimpinan…

Jumat, 25 Mei 2018 15:15

Meriah, Alalak Utara Sambut Sukacita Paman Birin

Jarum jam baru menunjukan pukul 01.00 Wita dini hari.  Namun suasana di areal lingkungan Masjid …

Jumat, 25 Mei 2018 15:10

PLN Jaga Pasokan Listrik Masjid, Ibadah Jadi Nyaman

BANJARMASIN - Memasuki Ramadan, PLN Area Banjarmasin melaksanakan kegiatan peduli instalasi listrik…

Jumat, 25 Mei 2018 14:39

Herman: Sudahlah, Sebaiknya Pak Ibnu Manut Saja

BANJARMASIN - Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah menyarankan agar Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina…

Jumat, 25 Mei 2018 14:35

Tidak Membuat Jera, Denda Warung Sakadup Dinilai Terlalu Kecil

BANJARMASIN - Razia warung sakadup digelar maraton. Sejak Selasa (22/5) hingga kemarin (24/5), sudah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .