MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Jumat, 07 Juli 2017 14:51
OPINI
Menyoal Tudingan Syi’ah Terhadap Quraish Shihab

Oleh: Khairi Fuady, Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional FISIP UIN Jakarta asal Amuntai Banjarmasin

Khairi Fuady

PROKAL.CO, Pasca diundang menjadi Khatib Idul Fitri di Istiqlal, ada perang opini yang menurut saya demikian jorok di media sosial, yang mengarah pada mobilisasi kebencian terhadap Prof Dr Quraish Shihab. Quraish Shihab adalah ulama Kontemporer dengan sejumlah karya besar (magnum opus), salah satunya adalah “Tafsir Al-Misbah”. Namun belakangan, nama Quraish Shihab kerap kali menjadi bahan bully dan propaganda negatif dari sebagian kelompok. Hal tersebut dilatar-belakangi oleh pendapat-pendapat beliau yang relatif kontroversial, diantaranya:

- Prof Quraish berpendapat bahwa jilbab tidak wajib,
- Prof Quraish berpendapat bahwa Rasul tidak dijamin masuk surga,
- Prof Quraish dianggap sering memberikan pembelaan terhadap Syi’ah.

Atas dasar fatwa-fatwa kontroversial tersebut, Quraish Shihab acap kali menerima auto-judge sebagai ulama liberal, agen barat, ulamaa suu`, bahkan agen syi’ah. Menanggapi tudingan-tudingan tersebut, penulis merasa penting untuk memberikan pembelaan-pembelaan sebagai berikut:

1. Upaya yang dilakukan Quraish Shihab dalam konteks Sunni dan Syi’ah adalah upaya At-Taqriib Baynal Madzhabayn. At-Taqriib adalah bahasa Arab dari akar kata qaruba-yaqrabu, yang artinya dekat. Maka at-taqriib baynal madzhabayn maksudnya adalah mendekatkan dua madzhab besar yakni Sunnisme dan Syi’isme.

2. Karena misi yang ingin dicapai adalah at-taqriib, maka metode yang beliau gunakan adalah mencari titik temu, bukan titik tolak, atau titik bentur, dan titik-titik perbedaan lain yang sudah barang tentu sangatlah banyak. Lahir lah dari pemikiran dan hasil kontempasi beliau, sebuah buku bagus judulnya “Mungkinkah Sunni dan Syi’ah bergandengan tangan?”.

3. Dalam pengantar buku beliau cetakan ke sekian, dengan tegas beliau menyampaikan bahwa beliau ahlussunnah. Jadi agak aneh rasanya kalau kemudian kita malah menuduh beliau sebagai Syi’ah. Ilustrasi sederhananya, saya sedari kecil adalah fans AC Milan. Tapi karena yang masuk final piala champion kemarin adalah Juventus dan Real Madrid, maka atas nama solidaritas fans klub Italia, saya lalu mendukung Juventus. Apakah lantas bisa disimpulkan bahwa saya Juventini? Tentu itu kesimpulan terburu-buru, karena rekam jejak keberpihakan saya mencatat bahwa saya adalah Milanisti.

4. Mobilisasi kebencian yang mengarah kepada Prof Quraish terlihat luar biasa massif, sampai ada berita hoax bahwa Shalat Id di masjid Istiqlal sepi jamaah, padahal yang terjadi adalah sebaliknya. Tentu ini kontradiktif dengan apa yang hari ini diteriakkan oleh umat atas nama persatuan. Kita teriak-teriak Islam harus satu, kenapa kita malah memainkan politik pecah belah? Kita komitmen untuk bela Ulama, kenapa malah justru kita yang mencaci maki Ulama?

5. Al-hikmatu dhaallatul mu’min. Hikmah adalah milik orang mukmin yang tercecer. Dalam redaksi yang lain; khudzil hikmata walaw min fammil kalb. Pungutlah hikmah meski dari mulut seekor anjing. Ini lah yang menjadi pegangan Prof Quraish. Kalau ada hikmah dari orang Nasrani, maka ambil lah. Jika terdapat hikmah dari seorang Yahudi, maka pungut lah. Apalagi jika cuma dari seorang Syi’ah yang notabene masih saudara sesama muslim?

Sunni dan Syi’ah adalah dua sayap Islam untuk terbang. Jika kita patahkan satu, ini lah yang menyebabkan umat ini jalan di tempat tak kunjung terbang. Alih-alih bicara persatuan, alih-alih bicara kebersamaan, kita punya ulama dengan kaliber dunia, seorang guru besar dengan karya tulis puluhan buku, punya Tafsir Al-Misbah 15 jilid dengan referensi kian kaya, malah dicaci dan dihina, dan dijauhkan dari umat. Yang kita dengar malah orang yang meraup pundi-pundi rupiah dari pekerjaan fitnah-fitnah dan propaganda murahan. Sebegitu kerdil kah pola pikir kita?

 

Auto-Judge Syi'ah Bukan Islam

 

Secara factual, "jonru-effect" di media sosial harus diakui punya pengaruh yang tidak sedikit, ditambah dengan menjamurnya paham-paham radikal yang meracuni pola pikir anak bangsa. Ini lah yang kemudian menyebabkan pola interaksi kita menjadi hitam putih dan anti dialog. Asal beda sedikit, langsung spontan keluar auto-judgement; Liberal!, Komunis!, Kafir!, Thaghut!, Agen Yahudi, Laknatullah, dan Syiah Bukan Islam. Kalimat-kalimat vonis tersebut menjadi hal yang jamak di linimasa lantaran persebaran paham radikalisme yang kian massif.

Sebagai contoh, penulis pernah menyampaikan sebuah pembelaan terhadap Prof Quraish di media sosial terkait tuduhan Syi’ah yang dialamatkan kepada beliau. Tanpa tedeng aling-aling, dalam waktu sekian menit, penulis diserbu oleh ribuan komentar dengan redaksi yang sama; Syiah bukan Islam. Bahkan tanpa proses dialog dan tabayyun (klarifikasi), penulis dituduh Kafir, Syi’ah, tidak waras, dan vonis-vonis lainnya yang sejatinya jauh dari akhlak Islam.

Rasulullah bahkan mewanti-wanti dalam sebuah hadits yang popular; man kafara musliman faqad kafara. Siapa yang menuduh kafir seorang muslim, dial ah yang sesunguhnya kafir. Hal ini lah yang sejatinya pernah disampaikan oleh Sayyidina Ali ketika menanggapi orang-orang yang menolak proses tahkim (arbitrase) di era sahabat. Mereka bicara akidah, bicara iman dan kufur, namun kata Sayyidina Ali; Kalimatu haqq uriida bihaa al baathil, kalimatnya benar, namun mengandung maksud kebatilan di dalamnya. Semoga kita bisa mengambil ibrah, di kelompok mana sejatinya kaki kita berpijak. (*)


BACA JUGA

Rabu, 22 November 2017 12:25

Liat Nih.. Demam Tiang Listrik Rambah Banua

BANJARMASIN – Demam tiang listrik yang terjadi sejak Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Setya…

Minggu, 19 November 2017 10:22

Masih Ada 43 Rumah Kampung Pelangi Belum Berwarna

BANJARBARU - Digarap sejak pertengahan April 2017, kini Kampung Pelangi menjadi destinasi populer…

Sabtu, 18 November 2017 14:25

Heboh, Video Istri Polisi Grebek Suami di HBI, ini Kata Kapolda

BANJARMASIN - Video amatir berdurasi 23 detik ini menggegerkan jagat media sosial Banua. Seorang istri…

Jumat, 17 November 2017 11:46

Sensasi Sesungguhnya Wisata Susur Sungai di Banjarmasin

Wisata susur sungai gencar dipromosikan Pemko Banjarmasin. Seperti apa sesungguhnya sensasi berwisata…

Kamis, 16 November 2017 12:10

Berawal dari Kreativitas Anak-anak, Komplek Mekatama Makin Indah

BANJARBARU - Terinspirasi keindahan Kampung Pelangi dan Kampung Pejabat, sebagian masyarakat Banjarbaru…

Rabu, 15 November 2017 11:57

Ustaz Somad Akan Datang ke Banjarbaru, Catat Tanggalnya

BANJARBARU – Penggemar Ustaz Abdul Somad di Kalsel yang selama ini hanya menikmati ceramahnya…

Jumat, 10 November 2017 11:39

Marasnya ai..!! Mau Nikah Malah Batal Karena Positif HIV

BANJARBARU - Menikah mestinya menjadi momen membahagiakan, tapi tidak bagi empat calon pengantin asal…

Jumat, 10 November 2017 10:31

Serunya Jalan Santai Berkostum Pahlawan

BANJARMASIN – Tak hanya Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dan Walikota Banjarmasin yang…

Kamis, 09 November 2017 11:55

Mahasiswi Bisnis Burung Belibis dengan Omset Jutaan

BANJARBARU - Bisnis kuliner memang bisnis yang menjanjikan jika diseriusi dengan benar.  Pasalnya,…

Rabu, 08 November 2017 12:30

Tambah Keren, Air Mancur Akan Dibangun di Danau Seran

BANJARBARU - Tempat wisata Danau Seran terus berbenah, ada banyak fasilitas baru yang sudah ditambahkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .