MANAGED BY:
SENIN
24 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Jumat, 07 Juli 2017 14:51
OPINI
Menyoal Tudingan Syi’ah Terhadap Quraish Shihab

Oleh: Khairi Fuady, Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional FISIP UIN Jakarta asal Amuntai Banjarmasin

Khairi Fuady

PROKAL.CO, Pasca diundang menjadi Khatib Idul Fitri di Istiqlal, ada perang opini yang menurut saya demikian jorok di media sosial, yang mengarah pada mobilisasi kebencian terhadap Prof Dr Quraish Shihab. Quraish Shihab adalah ulama Kontemporer dengan sejumlah karya besar (magnum opus), salah satunya adalah “Tafsir Al-Misbah”. Namun belakangan, nama Quraish Shihab kerap kali menjadi bahan bully dan propaganda negatif dari sebagian kelompok. Hal tersebut dilatar-belakangi oleh pendapat-pendapat beliau yang relatif kontroversial, diantaranya:

- Prof Quraish berpendapat bahwa jilbab tidak wajib,
- Prof Quraish berpendapat bahwa Rasul tidak dijamin masuk surga,
- Prof Quraish dianggap sering memberikan pembelaan terhadap Syi’ah.

Atas dasar fatwa-fatwa kontroversial tersebut, Quraish Shihab acap kali menerima auto-judge sebagai ulama liberal, agen barat, ulamaa suu`, bahkan agen syi’ah. Menanggapi tudingan-tudingan tersebut, penulis merasa penting untuk memberikan pembelaan-pembelaan sebagai berikut:

1. Upaya yang dilakukan Quraish Shihab dalam konteks Sunni dan Syi’ah adalah upaya At-Taqriib Baynal Madzhabayn. At-Taqriib adalah bahasa Arab dari akar kata qaruba-yaqrabu, yang artinya dekat. Maka at-taqriib baynal madzhabayn maksudnya adalah mendekatkan dua madzhab besar yakni Sunnisme dan Syi’isme.

2. Karena misi yang ingin dicapai adalah at-taqriib, maka metode yang beliau gunakan adalah mencari titik temu, bukan titik tolak, atau titik bentur, dan titik-titik perbedaan lain yang sudah barang tentu sangatlah banyak. Lahir lah dari pemikiran dan hasil kontempasi beliau, sebuah buku bagus judulnya “Mungkinkah Sunni dan Syi’ah bergandengan tangan?”.

3. Dalam pengantar buku beliau cetakan ke sekian, dengan tegas beliau menyampaikan bahwa beliau ahlussunnah. Jadi agak aneh rasanya kalau kemudian kita malah menuduh beliau sebagai Syi’ah. Ilustrasi sederhananya, saya sedari kecil adalah fans AC Milan. Tapi karena yang masuk final piala champion kemarin adalah Juventus dan Real Madrid, maka atas nama solidaritas fans klub Italia, saya lalu mendukung Juventus. Apakah lantas bisa disimpulkan bahwa saya Juventini? Tentu itu kesimpulan terburu-buru, karena rekam jejak keberpihakan saya mencatat bahwa saya adalah Milanisti.

4. Mobilisasi kebencian yang mengarah kepada Prof Quraish terlihat luar biasa massif, sampai ada berita hoax bahwa Shalat Id di masjid Istiqlal sepi jamaah, padahal yang terjadi adalah sebaliknya. Tentu ini kontradiktif dengan apa yang hari ini diteriakkan oleh umat atas nama persatuan. Kita teriak-teriak Islam harus satu, kenapa kita malah memainkan politik pecah belah? Kita komitmen untuk bela Ulama, kenapa malah justru kita yang mencaci maki Ulama?

5. Al-hikmatu dhaallatul mu’min. Hikmah adalah milik orang mukmin yang tercecer. Dalam redaksi yang lain; khudzil hikmata walaw min fammil kalb. Pungutlah hikmah meski dari mulut seekor anjing. Ini lah yang menjadi pegangan Prof Quraish. Kalau ada hikmah dari orang Nasrani, maka ambil lah. Jika terdapat hikmah dari seorang Yahudi, maka pungut lah. Apalagi jika cuma dari seorang Syi’ah yang notabene masih saudara sesama muslim?

Sunni dan Syi’ah adalah dua sayap Islam untuk terbang. Jika kita patahkan satu, ini lah yang menyebabkan umat ini jalan di tempat tak kunjung terbang. Alih-alih bicara persatuan, alih-alih bicara kebersamaan, kita punya ulama dengan kaliber dunia, seorang guru besar dengan karya tulis puluhan buku, punya Tafsir Al-Misbah 15 jilid dengan referensi kian kaya, malah dicaci dan dihina, dan dijauhkan dari umat. Yang kita dengar malah orang yang meraup pundi-pundi rupiah dari pekerjaan fitnah-fitnah dan propaganda murahan. Sebegitu kerdil kah pola pikir kita?

 

Auto-Judge Syi'ah Bukan Islam

 

Secara factual, "jonru-effect" di media sosial harus diakui punya pengaruh yang tidak sedikit, ditambah dengan menjamurnya paham-paham radikal yang meracuni pola pikir anak bangsa. Ini lah yang kemudian menyebabkan pola interaksi kita menjadi hitam putih dan anti dialog. Asal beda sedikit, langsung spontan keluar auto-judgement; Liberal!, Komunis!, Kafir!, Thaghut!, Agen Yahudi, Laknatullah, dan Syiah Bukan Islam. Kalimat-kalimat vonis tersebut menjadi hal yang jamak di linimasa lantaran persebaran paham radikalisme yang kian massif.

Sebagai contoh, penulis pernah menyampaikan sebuah pembelaan terhadap Prof Quraish di media sosial terkait tuduhan Syi’ah yang dialamatkan kepada beliau. Tanpa tedeng aling-aling, dalam waktu sekian menit, penulis diserbu oleh ribuan komentar dengan redaksi yang sama; Syiah bukan Islam. Bahkan tanpa proses dialog dan tabayyun (klarifikasi), penulis dituduh Kafir, Syi’ah, tidak waras, dan vonis-vonis lainnya yang sejatinya jauh dari akhlak Islam.

Rasulullah bahkan mewanti-wanti dalam sebuah hadits yang popular; man kafara musliman faqad kafara. Siapa yang menuduh kafir seorang muslim, dial ah yang sesunguhnya kafir. Hal ini lah yang sejatinya pernah disampaikan oleh Sayyidina Ali ketika menanggapi orang-orang yang menolak proses tahkim (arbitrase) di era sahabat. Mereka bicara akidah, bicara iman dan kufur, namun kata Sayyidina Ali; Kalimatu haqq uriida bihaa al baathil, kalimatnya benar, namun mengandung maksud kebatilan di dalamnya. Semoga kita bisa mengambil ibrah, di kelompok mana sejatinya kaki kita berpijak. (*)


BACA JUGA

Kamis, 20 Juli 2017 13:58

Ada Apa..? Polisi Tiba-tiba Datang ke Rumah Nenek Serah

BANJARMASIN - Seorang nenek terharu setelah setelah menerima kedatangan dua orang anggota Polri didampingi…

Rabu, 19 Juli 2017 19:13

Boyong Artis Ibukota Salawatan di Banjarbaru

BANJARBARU – Harapan ribuan jemaah pengajian Al-Munawarah di Banua untuk salawatan sekaligus…

Rabu, 19 Juli 2017 12:36

KREATIF, Bikin Bouqet Bunga Dari Sasirangan

BANJARMASIN - Ada saja cara untuk melestarikan kain sasirangan. Yasmine Qamaraniqa, cewek cantik yang…

Senin, 17 Juli 2017 10:19

Kanker Serviks Ancaman Serius Bagi Wanita, Deteksi Dini Sebelum Terlambat

AMUNTAI – Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) tengah gencar menyosialisasikan Germas…

Jumat, 14 Juli 2017 10:45

Subhanallah.. Jemaah Membludak di Haul ke 79 Syekh Kasyful Anwar

MARTAPURA – Syekh Kasyful Anwar tetap hidup di hati umat, meski ulama karismatik Martapura itu…

Selasa, 11 Juli 2017 15:03

Hebat! Selain Itik Alabio, Itik Asal HSU Ini Juga Tembus Kaltim

AMUNTAI - Selain itik Alabio di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) juga ada jenis itik kawin silang yang…

Sabtu, 08 Juli 2017 20:27

Menelusuri Sejarah Rumah Makan Padang di Banjarmasin

Rumah Makan Padang menjamur di Kota Banjarmasin. Tidak hanya bertebaran di jalan-jalan utama. Tapi,…

Jumat, 07 Juli 2017 14:51
OPINI

Menyoal Tudingan Syi’ah Terhadap Quraish Shihab

Pasca diundang menjadi Khatib Idul Fitri di Istiqlal, ada perang opini yang menurut saya demikian jorok…

Kamis, 06 Juli 2017 12:37
Dulu Demam Batu Kini Demam Besi

Pedang Berstempel VOC Jadi Buruan Warga Kalsel

BANJARMASIN - Booming batu akik kian meredup. Kini sebagian kolektor beralih pada bisnis benda-benda…

Kamis, 06 Juli 2017 12:32

Salut..! Aksi Polisi Danau Panggang Evakuasi Bumil Naik Speed Boat

AMUNTAI – Aksi heroik diperlihatkan seorang anggota polisi. Bukan untuk menggagalkan sebuah tindak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .