MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Sabtu, 08 Juli 2017 20:27
Menelusuri Sejarah Rumah Makan Padang di Banjarmasin

Sudah Masuk Kampung

PROKAL.CO, Rumah Makan Padang menjamur di Kota Banjarmasin. Tidak hanya bertebaran di jalan-jalan utama. Tapi, juga sudah masuk ke perkampungan atau ke dalam kompleks perumahan.

Daging rendang yang nendang rasanya, ayam gulai lezat, sayur nangka dan kuahnya penuh lemak semakin menggugah selera. Selalu tidak ketinggalan sambal hijau dan daun singkong rebus. Itu ciri khas menu makanan di Rumah Makan Padang.

Aroma khas daging rendang yang sudah diberi bumbu langsung tercium ketika berada di halaman parkir Bunga Tanjuang. Terlihat juga di bagian sisi kiri pelayan sedang sibuk membakar sate khas Padang di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di kilometer 3,5 Banjarmasin.

Dari halaman parkir pula terlihat rapi berbagai menu masakan Padang, tersusun rapi dengan piring yang saling bertumpuk.

Pemilik Rumah Makan Bunga Tanjuang, Haji Ali, menjelaskan menjamurnya rumah makan masakan khas Padang di Banjarmasin tak lepas dari budaya orang Minang yang suka merantau. “Kita sebagai orang Minang, khususnya laki-laki, sudah dari dulu diajarkan untuk merantau ke berbagai daerah,” ucapnya dengan logat khas Minang.

Lantaran merantau, pasti orang Minang akan memikirkan jalan usaha. “Nah, masakan Padang ini salah satu usaha kami,” kata Ali yang merantau sejak 2001.

Waktu tiba saat itu, Ali hanya melihat beberapa rumah makan masakan Padang yang berdiri di Banjarmasin. “Bisa dihitung jari, bahkan sekarang sudah ada yang tutup,” kenangnya. Rumah makan yang tertua di Banjarmasin itu ada tiga: Cinto Raso, Barito Raya, dan Bunga Tanjuang yang berdiri di tahun 90-an.

Ali lumayan senang karena lidah orang Banjarmasin ternyata pas dengan masakan khas Padang. “Makanya saya terus optimis meneruskan usaha ini,” ujarnya.

Kini Rumah Makan Padang semakin menyebar. Ratusan lokasi di Banjarmasin menawarkan rumah makan khas orang Minang tersebut. Di jalan-jalan utama Rumah Makan Padang yang tergolong sudah mapan bersaing ketat. Tapi, yang menyebar ke kampung-kampung dan kompleks perumahan juga ada. Meskipun lokasinya di kios-kios kecil.

Lantas, bagaimana komentar orang Banjarmasin menanggapi menjamurnya rumah makan masakan Padang ini? “Banyaknya rumah makan Padang di sini lumayan membuat kami penikmat masakan Padang tak perlu repot mencari-cari tempat makan,” kata Gandhi Sugian, salah seorang penikmat masakan Padang.

Bahkan, kata Gandhi yang bermukim di Ahmad Yani setiap pekan pasti bergantian keliling rumah makan Padang. “Kalau tidak salah ada enam buah rumah makan Padang (di Jalan A Yani, Red). Nah saya gilir semua itu setiap pekan,” kata dia.

Menurutnya, masakan khas Padang punya ciri khas yang berbeda dari masakan-masakan daerah lainnya. Meskipun begitu, ia tetap mendukung keberadaan masakan khas daerahnya sendiri, yaitu masakan khas Banjar. “Kita tetap harus menghargai sih,” kata dia.(mr-149/gr/dye)

 


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .