MANAGED BY:
JUMAT
05 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Senin, 31 Juli 2017 07:52
Penuaan Dini, Faktor Penyebab dan Cara Menangkalnya
PENUAAN DINI: Ada banyak faktor yang menyebabkan penuaan dini. Pelajari faktornya dan cara menangkalnya, awet muda bukan hal mustahil. | Foto: Iustrasi net

PROKAL.CO, Penuaan dini memang menjadi momok yang menakutkan bagi banyak orang. Apalagi, bagi mereka yang masih berusia muda dan peduli terhadap penampilan fisik. Alih-alih punya kulit yang kencang dan mulus, gejala penuaan dini seperti munculnya kerutan pada kulit malah menghampiri. 

Fenomena ini juga cukup disoroti secara serius oleh para ahli kesehatan. Menurut dr. Diah Rahmawati dari tim Alodokter, penuaan dini terjadi lantaran kelemahan jaringan kolagen dan elastin yang terdapat pada kulit. 

 

Dua jaringan pada kulit ini berguna menjaga elastisitas pada kulit. Akibatnya, jika jaringan terganggu maka elastisitas pada kulit bakal mengalami defisit dan terjadi beragam gejala penuaan dini. "Misalnya tadi, soal keriput yang banyak dikeluhkan banyak orang," kata dia. 

 

Selain munculnya kerutan pada kulit, penuaan dini juga bakal membuat kulit menjadi mengendur lantaran elastisitasnya berkurang. Berubahnya tampilan kulit menjadi lebih kusam dan tampak kasar juga terjadi karena penuaan dini. 

 

Diah memaparkan, munculnya gejala tersebut terjadi atas faktor risiko yang baik secara langsung atau tidak akan mempengaruhi penuaan dini. "Misalnya, berlebihannya seseorang terkena paparan sinar matahari tanpa pelindung apapun dan serta kurangnya melaksanakan pola hidup sehat seperti tidur teratur dan rajin mengonsumsi air putih," jelasnya. 

 

Selain itu, faktor risiko akan meningkat jika kita adalah seorang pecandu rokok dan alkoholik. "Kandungan yang terdapat pada rokok dan alkohol dapat menyebabkan kulit menjadi lebih cepat terjadi penuaan," kata dia. 

 

Kita yang sering beraktivitas di luar rumah juga harus lebih peduli terhadap kesehatan kulit. Sebab, polusi udara yang kian hari makin menjadi juga menjadi faktor risiko terjadinya penuaan dini. Usahakan untuk menggunakan masker atau pelindung wajah lainnya untuk menghindari zat-zat berbahaya dari polusi udara. 

 

Untuk mengatasi penuaan dini, menurut Diah, kita dapat melaksanakan pola hidup sehat yang sudah dianjurkan banyak ahli kesehatan. "Istirahat yang cukup selama 7-8 jam, konsumsi air putih, sayur dan buah, serta hindari merokok dan mengonsumsi alkohol dalam taraf yang tidak wajar," kata dia. 

 

Selain itu, bagi kita yang yang sering terpapar sinar matahari dalam beraktivitas, jangan lupa gunakan tabir surya dengan SPF agar kita terhindar dari penuaan dini. 

 

 

Sering Cemberut Bikin Cepat Tua

 

Bagi yang memiliki aktivitas penuh dengan tekanan dan kerjaan yang menumpuk, sebaiknya perbanyak dan seimbangkan hidup dengan melakukan aktivitas untuk menghibur diri. Sebab, menurut dr. Diah Rahmawati, aktivitas yang punya tekanan lebih tinggi dapat menyebabkan terjadinya stress.

 

"Stress juga dapat membuat diri lebih mudah mengalami penuaan dini," kata dia. Ketika stress, kita bakal lebih mudah cemberut dan jarang tersenyum. Seringnya kita cemberut inilah yang bakal menyebabkan kita lebih mudah terjadi penuaan dini. 

 

Dengan menyeimbangkan aktivitas menghibur diri, kita jadi akan mudah tersenyum lantaran tingkat stress berkurang. Usahakan untuk selalu menyediakan waktu luang agar kita bisa merehatkan diri sejenak dari aktivitas harian yang penuh dengan tekanan. 

 

 

Konsumsi Asupan yang Kaya Anti-Oksidan

 

Mengonsumsi buah-buahan yang mempunyai kadar anti-oksidan yang tinggi bakal membuat anda satu langkah terbebas dari penuaan dini. Anti-oksidan dapat membuat kulit anda lebih kencang dan mulus.

 

Pada sayur-sayuran, kandungan anti-oksidan terdapat pada sayuran seperti brokoli dan wortel. Pada buah-buahan, anggur,pir, jeruk, dan apel bisa jadi pilihan untuk membantu mencegah penuaan dini. 

 

Selain itu, rajin mengonsumsi teh hijau dan biji-bijian utuh juga menjadi alternatif bagi yang kurang menyukai sayur dan buah. Jadi, menurut Diah, tak ada pengecualian untuk bebas dari penuaan dini. (mr-149/ema)


BACA JUGA

Kamis, 30 Januari 2020 11:43

HPN 2020 di Kalsel, Jokowi Bakal Tanam Pohon di Forest City

Puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) tahun ini, pada 6…

Kamis, 30 Januari 2020 11:15

Gotong Royong, Warga Tapin Pasang Lampu Hias di Jalur Menuju Haul

RANTAU - Inisiatif warga Jalan Cangkring Kelurahan Rantau Kanan Kecamatan…

Rabu, 29 Januari 2020 12:19

Reguler di Tahun ini, Taman Budaya akan Gelar Musik Panting di Kiram

BANJARMASIN - Unit Pelayanan Teknis Dinas Taman Budaya (UPTD Tambud)…

Rabu, 29 Januari 2020 11:59

Bupati Banjar Berencana Pamerkan Barang Peninggalan Nabi, Saifullah Ragukan Keaslian Artefak

MARTAPURA - Bupati Banjar, Khalilurrahman berencana memamerkan barang-barang peninggalan Nabi…

Rabu, 29 Januari 2020 09:27
Dafam Q Hotel

Ratusan Anak Peringati HGN di Dafam

BANJARBARU - Hari Gizi Nasional (HGN) ke-60 diperingati setiap 25…

Selasa, 28 Januari 2020 15:54

Siapkan Mahasiswa Magang Tiga Semester, ULM Dukung Program Menteri Nadiem Makarim

BANJARMASIN - Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim memperpanjang…

Selasa, 28 Januari 2020 10:44

Ingin Punya Anak Tapi Tak Ada Biaya, Pakar Bayi Tabung ini Beri Solusi Paling Mudah

Hadirnya seorang anak di tengah keluarga menjadi anugerah tak ternilai.…

Selasa, 28 Januari 2020 09:57

Datangi SMK, Agar Pelajar Tak Terjerumus Narkoba

BANJARMASIN - Tim Dokkes Polda Kalsel menyambangi SMKN 4 Banjarmasin…

Selasa, 28 Januari 2020 09:56

Semakin Sukses dan Diberkahi

BANJARMASIN- Kemarin menjadi hari yang spesial bagi seluruh karyawan Radar…

Selasa, 28 Januari 2020 09:53

Tingkatkan Kemampuan, 35 Penyidik Polresta Banjarmasin Dilatih

BANJARMASIN - Demi meningkatkan kemampuan SDM Polresta Banjarmasin, digelar pelatihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers