MANAGED BY:
JUMAT
20 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 03 September 2015 08:40
Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

PROKAL.CO, Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing dalam Bahasa Banjarnya. Pabrik terbesarnya ada di Kalimantan Selatan, tepatnya di Nagara Desa Tambangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.



RAHMAT HIDAYATULLAH, Nagara



PAGI-PAGI, puluhan pekerja di Perusahaan Rinjing Tambangan (Perita) Daha Selatan terlihat sibuk. Ada yang bikin cetakan, ada yang bikin adonan alumunium, menekan cetekan, membersihkan kuping wajan hingga memuluskan permukaan wajan. Mereka bekerja dari pagi usai Salat Subuh hingga menjelang Salat Ashar.

Empunya perusahaan adalah H Harun (47). Ia bisa dikatakan pemilik perusahaan spesialis wajan dengan 16 ukuran. Paling kecil ukuran se-kilan, paling besar dengan diameter 50 sentimeter. H Harun sudah menekuni usaha ini sejak tahun 90-an. Ia punya 20 karyawan yang juga merupakan warga Desa Tambangan Kecamatan Daha Selatan.

“Orang tua sebenarnya sempat bikin sendok, sukrinjing, cirat, panci, macam-macam. Tapi kami putuskan di rinjing atau wajan saja. Tapi kami bikin ada 16 ukuran,” ucapnya kepada penulis, kemarin.

Dalam sehari, ia memerlukan sekitar 1.200 kilogram bahan baku alumunium. Bahan baku ini didapatkan dari produk-produk berbahahan alumunium bekas kemudian didaur ulang di dalam pabriknya. Pengepul yang tersebar di sejumlah daerah biasanya menjual langsung ke pabrik. Dari 1.200 kilogram itu didapatkan sekitar 2000 buah rinjing setiap harinya.

Pelanggannya tersebar di regional Kalimantan. Namun ekspor terbesar di Kota Martapura Kabupaten Banjar dan Kota Samarinda. “Ada yang ke luar pulau Kalimantan, namun jumlahnya masih dikatakan sedikit,” tandasnya.

Siapa sangka, di sinilah panitia haulan Guru Sekumpul membeli wajan untuk memasak. Setiap tahunnya, Toko H Sairi di Martapura memesan wajan spesial untuk Haulan Guru Sekumpul. Wajan yang dipesan biasanya wajan raksasa dengan diameter 50 sentimeter. Rinjing ini bisa memasak beras sekitar dua belek setengah atau setara 25 liter beras.

“Biasanya H Sairi Martapura menepon dulu. Ada pesanan dari panitia haulan. Pesan biasanya sebulan lebih dulu, jadi kita bisa mempersiapkan wajan khususnya. Kalau khusus untuk haulan kita sangat memperhatikan produknya,” ujar H Harun.

Diakui H Harun, ketika pesanan datang dari Martapura untuk haulan, ia pun langsung mengintruksikan anak buahnya untuk serius dalam membuat pesanan. Karena waktunya panjang, produk yang dibuat bisa benar-benar teliti dibuat dan sangat dijaga kebersihannya.

“Dari segi ketebalannya sangat kita perhatikan. Kemudian kebersihannya. Biasanya kalau pesan untuk haulan sepaket dengan sukrinjingnya. Kita bikinkan juga tebalnya lima mili,” ujarnya.

H Harun pun berani buka-bukaan soal omzet. Satu bulan omzet usahanya tersebut sekitar Rp500 juta lebih. Satu minggu biasanya sampai empat kali pengiriman. Jika ditotal setiap minggunya ada Rp100 juta lebih dana yang diambil dari rekanan. “Nah biasanya kalau menjelang hari raya haji seperti sekarang yang ramai. Sama juga seperti bulan Ramadhan,” ucapnya.

Selain H Harun, sebenarnya cukup banyak pengusaha wajan di Nagara Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Masing-masing desa biasanya punya produk unggulan tersendiri. Seperti roda kapal, pandai besi, dapur dan lainnya. (*)


BACA JUGA

Kamis, 19 September 2019 14:21
DPRD Balangan

DPRD Balangan Resmi Memiliki Unsur Pimpinan Definitif

PARINGIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Balangan akhirnya…

Kamis, 19 September 2019 11:36

Jaga Santri dari ISPA, Dinkes Kalsel Bagikan Masker

MARTAPURA– Khawatir udara yang kurang bersahabat akibat kabut asap menimpa…

Kamis, 19 September 2019 11:32

Saidi Mansyur Incar 2 Kursi PDIP Kabupaten Banjar

MARTAPURA – Lama tidak bicara politik, Saidi Mansyur akhirnya muncul…

Kamis, 19 September 2019 11:27

Kemenag Ingin Hapuskan Materi Perang di Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, Ponpes di Banua Menolak

BANJARBARU - Rencana Kementerian Agama (Kemenag) menghapus bab tentang perang…

Kamis, 19 September 2019 11:19

Komandan Yonif 623 Berganti, Danrem: Danyon Harus Banyak Ide dan Gagasan

BANJARBARU - Pucuk komando di Batalyon Infanteri 623/Bhakti Wira Utama…

Kamis, 19 September 2019 11:12

Hermansyah Geram, Kucuran Dana Kelurahan Bisa Disetop

BANJARMASIN - Serapan anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) tambahan 2019…

Kamis, 19 September 2019 11:05

Haris Makkie Gaet Ananda?

BANJARMASIN - Baru-baru ini mencuat kabar terbaru. Nama Sekretaris Daerah…

Kamis, 19 September 2019 10:39

Ibu Kota Negara Baru, Kalsel Siap Jadi Penyangga Berasnya

BARITO KUALA- Kalimantan Selatan berhasil melakukan optimalisasi pemanfaatan lahan rawa…

Kamis, 19 September 2019 10:08
Pemko Banjarbaru

Ririen Hadiri Sosialisasi Kelurahan Layak Anak

BANJARBARU - Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak…

Kamis, 19 September 2019 10:04
Pemkab Tanah Bumbu

Perkuat Komitmen Untuk Bekerja Keras

BATULICIN - Pemkab Tanbu menyelenggarakan peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas)…

Perekonomian Akumulatif Bakal Capai 7,63 Persen

DPRD Balangan Resmi Memiliki Unsur Pimpinan Definitif

Sehari-hari Bergaul dengan Racun

Guntung Damar, Ajang Pertempuran Tersengit Melawan Karhutla

4000 Hektare Lahan Sudah Terbakar, Sahbirin: Tak Mungkin Pemerintah Bekerja Sendiri

Digdaya di Munas HIPMI, Mardani Terpilih jadi Ketua, Bisa jadi Jalan Masuk Pengusaha Daerah ke Pentas Nasional

Jaga Santri dari ISPA, Dinkes Kalsel Bagikan Masker

Saidi Mansyur Incar 2 Kursi PDIP Kabupaten Banjar

Kemenag Ingin Hapuskan Materi Perang di Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, Ponpes di Banua Menolak

Komandan Yonif 623 Berganti, Danrem: Danyon Harus Banyak Ide dan Gagasan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*