MANAGED BY:
MINGGU
16 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 03 September 2015 08:40
Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

PROKAL.CO,

Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing dalam Bahasa Banjarnya. Pabrik terbesarnya ada di Kalimantan Selatan, tepatnya di Nagara Desa Tambangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.



RAHMAT HIDAYATULLAH, Nagara



PAGI-PAGI, puluhan pekerja di Perusahaan Rinjing Tambangan (Perita) Daha Selatan terlihat sibuk. Ada yang bikin cetakan, ada yang bikin adonan alumunium, menekan cetekan, membersihkan kuping wajan hingga memuluskan permukaan wajan. Mereka bekerja dari pagi usai Salat Subuh hingga menjelang Salat Ashar.

Empunya perusahaan adalah H Harun (47). Ia bisa dikatakan pemilik perusahaan spesialis wajan dengan 16 ukuran. Paling kecil ukuran se-kilan, paling besar dengan diameter 50 sentimeter. H Harun sudah menekuni usaha ini sejak tahun 90-an. Ia punya 20 karyawan yang juga merupakan warga Desa Tambangan Kecamatan Daha Selatan.

“Orang tua sebenarnya sempat bikin sendok, sukrinjing, cirat, panci, macam-macam. Tapi kami putuskan di rinjing atau wajan saja. Tapi kami bikin ada 16 ukuran,” ucapnya kepada penulis, kemarin.

Dalam sehari, ia memerlukan sekitar 1.200 kilogram bahan baku alumunium. Bahan baku ini didapatkan dari produk-produk berbahahan alumunium bekas kemudian didaur ulang di dalam pabriknya. Pengepul yang tersebar di sejumlah daerah biasanya menjual langsung ke pabrik. Dari 1.200 kilogram itu didapatkan sekitar 2000 buah rinjing setiap harinya.

Pelanggannya tersebar di regional Kalimantan. Namun ekspor terbesar di Kota Martapura Kabupaten Banjar dan Kota Samarinda. “Ada yang ke luar pulau Kalimantan, namun jumlahnya masih dikatakan sedikit,” tandasnya.

Siapa sangka, di sinilah panitia haulan Guru Sekumpul membeli wajan untuk memasak. Setiap tahunnya, Toko H Sairi di Martapura memesan wajan spesial untuk Haulan Guru Sekumpul. Wajan yang dipesan biasanya wajan raksasa dengan diameter 50 sentimeter. Rinjing ini bisa memasak beras sekitar dua belek setengah atau setara 25 liter beras.

“Biasanya H Sairi Martapura menepon dulu. Ada pesanan dari panitia haulan. Pesan biasanya sebulan lebih dulu, jadi kita bisa mempersiapkan wajan khususnya. Kalau khusus untuk haulan kita sangat memperhatikan produknya,” ujar H Harun.

Diakui H Harun, ketika pesanan datang dari Martapura untuk haulan, ia pun langsung mengintruksikan anak buahnya untuk serius dalam membuat pesanan. Karena waktunya panjang, produk yang dibuat bisa benar-benar teliti dibuat dan sangat dijaga kebersihannya.

“Dari segi ketebalannya sangat kita perhatikan. Kemudian kebersihannya. Biasanya kalau pesan untuk haulan sepaket dengan sukrinjingnya. Kita bikinkan juga tebalnya lima mili,” ujarnya.

H Harun pun berani buka-bukaan soal omzet. Satu bulan omzet usahanya tersebut sekitar Rp500 juta lebih. Satu minggu biasanya sampai empat kali pengiriman. Jika ditotal setiap minggunya ada Rp100 juta lebih dana yang diambil dari rekanan. “Nah biasanya kalau menjelang hari raya haji seperti sekarang yang ramai. Sama juga seperti bulan Ramadhan,” ucapnya.

Selain H Harun, sebenarnya cukup banyak pengusaha wajan di Nagara Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Masing-masing desa biasanya punya produk unggulan tersendiri. Seperti roda kapal, pandai besi, dapur dan lainnya. (*)


BACA JUGA

Jumat, 14 Mei 2021 19:44
BREAKING NEWS

Moment Lebaran, 13 Ribu Warga Satui Terdampak Banjir

BATULICIN - Sekitar 13 ribu jiwa terdampak banjir di Kecamatan…

Jumat, 14 Mei 2021 16:17
BREAKING NEWS

Pangeran Khairul Saleh: Selamatkan Pegawai KPK !

BANJARMASIN - Terbitnya SK KPK yang resmi menonjobkan Novel Baswedan…

Jumat, 14 Mei 2021 16:13
BREAKING NEWS

Lebaran Dikepung Banjir di Desa Damit Hulu, Batu Ampar Tanah Laut

BATU AMPAR - Hujan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten…

Selasa, 11 Mei 2021 11:25

Mudik Dilarang dan Keluar Dibatasi, Safrizal: Masyarakat di Rumah Saja

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalsel memutuskan untuk menghapus wilayah aglomerasi…

Selasa, 11 Mei 2021 11:22

SEDIH BEB...!! Sudah 8 Bulan Nakes Tidak Terima Insentif

BANJARMASIN - Terkesan hanya fokus pada pembatasan, pemerintah melupakan kewajibannya.…

Selasa, 11 Mei 2021 11:21

Libur PSU Tunggu Pemerintah Pusat

BANJARMASIN - Kepastian libur kerja saat pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang…

Selasa, 11 Mei 2021 11:16

Tiru Kota Tetangga, Banjarmasin Juga Bakal Tutup Tempat-Tempat ini Selama Momen Lebaran

Mencegah kerumunan selama libur lebaran, antara 13 sampai 16 Mei,…

Selasa, 11 Mei 2021 11:04

Kekhawatiran Buruh Terbukti, Banyak Perusahaan Tak Penuhi Kewajiban THR

BANJARMASIN - Apa yang dikhawatirkan serikat buruh soal pembayaran tunjangan…

Selasa, 11 Mei 2021 10:26
Pemko Banjarbaru

Wali Kota Ajak Masyarakat Berzakat

BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin mengajak…

Selasa, 11 Mei 2021 10:22
PARLEMENTARIA

Momentum Lebaran, Minta Prokes Selalu Diterapkan

BANJARBARU - Tak jauh berbeda dengan tahun lalu, perayaan momen…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers