MANAGED BY:
MINGGU
18 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 07 September 2017 15:08
Hasil Riset Walhi Kalsel, Pertambangan Batubara Ternyata Menghapus Desa

PROKAL.CO, BANJARBARU - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel, Rabu (6/9) kemarin melaunching hasil riset aksi partisipatif mereka bersama masyarakat Desa Wonorejo, Kecamatan Juai, Balangan.

Bertempat di Hotel Montana Syariah, Walhi Kalsel memaparkan apa saja hasil riset mereka mengenai nasib masyarakat di daerah pertambangan.

Direktur Eksekutif Walhi Kalsel Kisworo Dwi Cahyono mengatakan, dari hasil riset mereka Banua telah dikuasai segelintir orang yang mengatasnamakan kepentingan untuk melakukan pembangunan. "Namun, masyarakat yang menjadi korban dengan dalih pembangunan itu, cerita pilu kehilangan tanah dan air terjadi di berbagai tempat di Kalsel," katanya.

Dia menuturkan, dari 37.530,52 km persegi luas Kalsel setengahnya telah dibebani perizinan industri ekstraktif perkebunan kelapa sawit dan pertambangan batubara.

Melalui analisa tumpang tindih izin tambang dengan penggunaan lahan di Kalsel, dari total izin tambang seluas 1.183.430,90 hektar. 8.777,38 hektarnya berada di wilayah pemukiman. Lalu 251.726,03 hektar berada di wilayah pertanian dan perikanan. 464.921,00 hektar masuk di kawasan hutan. Dan seluas 46.789, 00 hektar izin tambang berada di Wilayah Adat.

Pria yang akrab disapa Cak Kis ini mengungkapkan, izin-izin tersebut berada di atas ruang hidup masyarakat yang kebanyakan dari mereka menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian.

Izin pertambangan diberikan oleh pemerintah pusat dan daerah dalam bentuk Izin Usaha Pertambangan (IUP), Kontrak Karya (KK), dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B). Perusahaan skala besar mampu melakukan apa saja yang membuat masyarakat kehilangan tanah dan air. Penguasaan ruang yang timpang akhirnya membuat masyarakat kehilangan sumber-sumber kehidupan mereka.

Satu dari banyak peristiwa penderitaan rakyat akibat pertambangan batubara di Kalimantan Selatan ini terjadi di Desa Wonorejo, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan. Terjadinya penghancuran ruang hidup rakyat oleh aktivitas pertambangan batubara membuat warga semakin kebingungan akan masa depan mereka.

Hampir semua penduduk yang tersisa tidak lagi memiliki tanah dan rumah karena dirampas untuk ditambang. "Batubara telah menghapus desa," ujar Kisworo.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalsel Hanif Faisol melalui Kasi Minerba Gunawan Guhardjo menuturkan, pertambangan memang banyak permasalahan dengan desa. Namun, dalam setiap masalah tidak bisa melihat dalam satu pihak saja. "Terkadang perusahaan mengaku sudah membebaskan tanah dengan ganti rugi, tapi warga mengaku belum," ujarnya.

Menurutnya, hal itu terjadi karena maraknya mafia tanah. Di mana mereka menjual tanah ke perusahaan tanpa sepengetahuan pemilik. "Pemilik tak tahu tanah mereka sudah dibayar, karena uang telah diambil oleh para mafia," pungkasnya. (ris/by/ram)


BACA JUGA

Minggu, 18 Agustus 2019 10:12

Bakar Lahan untuk Perumahan, Luas Karhutla Capai Seribu Hektar

BANJARMASIN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) rupanya semakin menjadi-jadi.…

Minggu, 18 Agustus 2019 10:10

Tanah Permukiman Retak karena Tambang

MARTAPURA - Di saat warga banua sedang merayakan hari kemerdekaan,…

Minggu, 18 Agustus 2019 10:07

Habis Upacara, Langsung Pimpin Parade Merah Putih

BANJARMASIN – Markas Korem 101/Antasari Sabtu (17/8) siang kemarin terlihat…

Minggu, 18 Agustus 2019 10:01

Dishub Banjarbaru Rayakan HUT RI Bersama Supir

BANJARBARU - Momen perayaan HUT Proklamasi RI ke 74 selalu…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:59

Jangan Masuk Lagi Ya..!! 201 Napi Hirup Udara Segar

BANJARBARU - HUT Proklamasi RI ke 74 yang jatuh pada…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:57

Rayakan HUT RI, Rayakan dengan Heboh

BANJARMASIN – Momen Kemerdekaan RI selalu disambut dengan spesial oleh…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:56

Warga Tionghoa Rajin Gelar Lomba Tujuhbelasan

BANJARMASIN – Bagi Persatuan Marga Tionghoa (PSMTI) Banjarmasin, momen peringatan…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:54

Warga Tionghoa ikut Rayakan Kemerdekaan RI

BANJARMASIN – Hari Jadi RI ke-74 juga disambut gembira oleh…

Sabtu, 17 Agustus 2019 10:24

Dibanding Tetangga, Kebakaran Hutan di Kalsel Ternyata Lebih Terkendali

Dibanding provinsi di Kalimantan lainnya, Kalsel bisa diuntungkan dengan kondisi…

Sabtu, 17 Agustus 2019 10:17

Bus Rapid Transit (BRT) Tak Gratis Lagi, Ini Tarif Baru Bis Biru....

Usai disimulasikan selama enam bulan, mulai 14 Agustus tadi, Bus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*