MANAGED BY:
JUMAT
30 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Minggu, 29 Oktober 2017 12:29
NEWS INDEPTH
Menengok Kondisi Pergerakan Mahasiswa Pasca Reformasi
Ilustrasi

PROKAL.CO,

BANJARMASIN - Gerakan mahasiswa Indonesia pernah mengukir sejarah dengan mengawal rezim-rezim yang dianggap tidak berpihak terhadap rakyat. Kini, mereka yang digadang-gadang sebagai agen perubahan serta penyambung lidah rakyat itu dinilai mulai kehilangan arah tujuannya. 

Radar Banjarmasin kemarin (28/10) menemui eks aktivis pergerakan 98, Fahrianoor. Pria asal Kalimantan Selatan yang pernah menempuh studi di Yogyakarta ini kini menjadi akademisi di Universitas Lambung Mangkurat. Penulis menemui Fahri di kediamannya di Komplek Griya Permata, Handil Bakti, Barito Kuala. Di ruang tamu sederhana yang disisinya terpajang buku-buku itu, ia berbicara panjang mengenai kondisi pergerakan mahasiswa era sekarang.

"Sudah banyak perubahan yang dialami pergerakan mahasiswa sekarang," keluhnya memulai pembicaraan. Dulu, cerita Fahri, mahasiswa acap kali reaktif terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di lingkungan sekitar mereka.

Diterangkan Fahri, tajamnya pergerakan mahasiswa Indonesia sudah dimulai sejak tahun 1908. Kala itu, kaum terpelajar dari lembaga pendidikan School Tot Opleiding Van Indische Artsen (STOVIA) mendirikan wadah pergerakan bernama Boedi Oetomo. Wadah ini menjadi motor pergerakan mahasiswa untuk bersikap kritis terhadap sistem kolonialisme Belanda yang sudah dianggap sewenang-wenang terhadap rakyat Indonesia.

Kemudian, tahun 1928, pergerakan mahasiswa terus menancapkan taringnya. Lewat Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), kaum intelektual tersebut menggelar Kongres Pemuda yang diadakan pada 26-28 Oktober 1928. Hasilnya, mereka menghasilkan sebuah sumpah bersejarah yang dikenal sebagai sumpah pemuda untuk meningkatkan wawasan kebangsaan para pemuda kala itu. 

Tak tuntas pada tahun 1908 dan 1928, pergerakan mahasiswa juga terus menerus menancapkan pengaruh untuk menggulingkan beberapa rezim pemerintahan yang sewenang-wenang. "Kita mengenal peristiwa 1966 dan 1998 yang sedikit banyaknya dimotori oleh pergerakan mahasiswa juga," kata dia.  

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 29 Juli 2021 13:08

Bansos dari Pusat Turun Duluan, Pekerja Resah Tak Masuk Data Bantuan

BANJARBARU - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di…

Kamis, 29 Juli 2021 13:04

Permintaan Pemprov Kalsel Ditolak, PPKM di Banjarbaru Tetap Sampai 2 Agustus

BANJARBARU - Meski Penjabat (Pj) Gubernur Kalsel, Safrizal ZA meminta…

Kamis, 29 Juli 2021 13:00

Cuma Gencar PPKM, Vaksinasi Malah Melempem

BANJARMASIN - Vaksinasi Covid-19 di Kalsel berjalan sangat lamban. Dari…

Kamis, 29 Juli 2021 12:54

Umrah Mulai Dibuka untuk Negara Lain, Tapi Jemaah Indonesia Belum Diperbolehkan Masuk

BANJARMASIN - Pemerintah Arab Saudi membuka kembali umrah bagi masyarakat…

Kamis, 29 Juli 2021 12:46

Level 4 Ternyata Kurang Pedas: Posko PPKM Sempat Kosong Tak Dijaga, Warga Sebut Posko itu Penuh Saat Foto-Foto Saja

Ini perbandingan antara pernyataan yang bersemangat dari Satgas COVID-19 Banjarmasin…

Kamis, 29 Juli 2021 12:37

Kelola Sampah, Warga Isoman Diminta Tak Sembarangan

BANJARMASIN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin meminta warga yang…

Kamis, 29 Juli 2021 12:28

Mencicil Dusta

PADA hari pertama PPKM level 4, seorang kawan bercerita, bibinya…

Kamis, 29 Juli 2021 12:24

Corona Merebak di Gedung DPRD

BANJARMASIN – Sebelas orang di gedung DPRD Kalsel, dari pegawai…

Kamis, 29 Juli 2021 11:52

Situasi RS Idaman Banjarbaru Mulai Terkendali, Tapi Masih Kekurangan Tenaga Kesehatan

BANJARBARU - Beberapa waktu terakhir, situasi genting menghinggapi Rumah Sakit…

Kamis, 29 Juli 2021 11:49

Ada yang Cuma Beras, Ada juga yang Dapat Beras dan Uang

BANJARBARU - Pemberlakuan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers