MANAGED BY:
RABU
27 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 25 Januari 2016 13:40
Kurikulum Sekolah di Kalsel Belang Betong, Tahun ini yang Menerapkan K13 Ditarget 25 Persen
Ilustrasi

PROKAL.CO,

BANJARMASIN – Jika pada tahun ajaran 2015/2016 lalu penerapan Kurikulum 2013 (K13) di Kalsel hanya sebagian sekolah, maka tahun ajaran 2016/2017 ini, penerapan kurikulum yang kembali berganti menjadi Kurikulum Nasional ini akan bertambah menjadi 25 persen sekolah yang ada di daerah ini.

Plh Kepala Dinas Pendidikan Kalsel, Dr Amka menerangkan, untuk pelaksanaan K-13 mulai tahun ini dilakukan bertahap. Dimana sekolah-sekolah yang masih menjalankan Kurukilum 2006 tinggal 75 persen. Sehingga terangnya target pemerintah menerapkan K13 100 persen untuk semua sekolah pada tahun 2019 mendatang selesai.

Di Kalsel sendiri, tahun lalu untuk jenjang SLTA persentase sekolah yang menerapkan K13 masih sangat sedikit. Untuk tingkat SMA hanya masih 9,7 persen, sedangkan SMK masih 15,9 persen. Dimana seluruh SMA yang ada di Kalsel totalnya 185, yang menerapkan K13 hanya 18 sekolah. Sedangkan SMK dari total 117, hanya 17 sekolah yang menerapkan K13.

“Secara perlahan sejak tahun ini penerapan K 13 akan ditambah, hal ini agar semua sekolah nanti merata menerapkan Kurikulum Nasional ini,” terang Amka.

Untuk mencapai target 25 persen sekolah tersebut, Disdik Kalsel saat ini sudah mengusulkan beberapa sekolah yang tahun lalu belum menerapkan K13. Dibeberkan pejabat yang juga Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kalsel itu, untuk jenjang SLTA ada 35 sekolah, di jenjang SMP 137 sekolah, sedangkan di jenjang SD sebanyak 728 sekolah.

Persyaratan penerapan K13 sendiri terangnya, sekolah tersebut harus memiliki Akreditasi B, dan Kepala sekolahnya pun harus pernah mengikuti program pelatihan K13. Selain itu, sekolah tersebut harus terdata dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). “Yang pasti jumlah guru kelas harus sesuai dengan jumlah rombongan pelajar/siswa,” bebernya.

Seperti diketahui, saat awal-awal penerapan K13 lalu, sempat menjadi persoalan ketika sarana buku referensi pembelajaran siswa tak disalurkan utuh oleh Kementerian Pendidikan ke sekolah. Namun, sejak awal tahun 2014 lalu, persoalan buku tersebut mulai berangsur didistribusikan. Namun, masih ada sebagian sekolah yang sudah ditetapkan menerapkan K13 tersebut tak menerima buku sesuai jumlah siswa.

Oleh sebab itu, upaya untuk mendorong penerapan K13 ini, menurutnya, pemerintah Kab/Kota harus menjadikan kebijakan K13 di sekolah yang sudah ditetapkan nantinya, termasuk dari segi anggaran. “Untuk pengadaan buku dan sarana lain semuanya disiapkan oleh pemerintah pusat. Namun, perlu kebijakan masing-masing daerah untuk menerapkan K13 ini,” tandasnya.

 Sementara, ditempat terpisah, Kepala sekolah SMAN 2 Banjarmasin, Bachtiar mengharapkan, buku referensi siswa K13 terdistribusi 100 persen pada tahun ajaran baru mendatang. Ia mengatakan pada 13 di awal-awal lalu tahun 2013, siswanya tak semua yang mendapat buku paket K13. Bahkan, pihaknya dengan dana BOS membeli kekurangan buku tersebut dengan buku referensi yang sama.

Ia membeberkan, ketika itu hanya 3 paket buku yang diterima sekolahnya, yakni untuk mata pelajaran Sejarah, Matematika, dan Bahasa Indonesia. Namun, pada tahun 2014 lalu, semua buku paket diterima sekolahnya. “Sayangnya ketika itu jumlahnya tak datang sesuai jumlah siswa, terpaksa kami beli, untungnya hanya 40 buku referensi,” beber mantan Kepala Sekolah SMA Korpri Banjarmasin itu.

Ditanya kesiapan penerapan K13 tahun ajaran ini, Bachtiar dengan yakin, penerapan K13 di SMAN 2 Banjarmasin sudah sangat siap karena baik dari segi buku ajar siswa dan buku saku guru sudah ada, tenaga pengajar pun terus diikutkan pelatihan K13. “Pelatihan guru ada yang diikutkan saat Kementerian melakukan pelatihan, juga saat dilakukan pelatihan oleh Dinas Pendidikan, kami rasa, sekolah kami siap melanjutkan menerapkan K13 ini,” ujarnya. (mr-140/al/ram)


BACA JUGA

Jumat, 22 Mei 2020 11:32

Kasus Covid-19 Bisa Naik Usai Lebaran, Kemenag Kalsel Imbau Tidak gelar Takbiran

BANJARMASIN - Pawai takbiran malam Lebaran dipastikan akan sepi. Tradisi…

Jumat, 22 Mei 2020 11:26

Profesi Penggali Kubur Semakin Dicari

BANJARBARU - Penggali kubur adalah profesi yang paling dicari akhir-akhir…

Jumat, 22 Mei 2020 11:16

Terindikasi Covid-19, Penumpang Dikarantina

BANJARBARU - Beberapa hari menjelang Lebaran, kondisi Bandara Syamsudin Noor,…

Jumat, 22 Mei 2020 10:56

PSBB Banjarmasin Masuki Jilid 3, Pakar Epidemiologi: Lanjutkan, tapi Harus Lebih Tegas

BANJARMASIN - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II di…

Jumat, 22 Mei 2020 10:44

Kalsel Kewalahan Memusnahkan Arsip

BANJARMASIN - Sudah sebulan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel memulai…

Jumat, 22 Mei 2020 10:34

Kapolda Sowan ke Guru Danau

AMUNTAI - Sudah hampir menjadi agenda rutin bagi pejabat instansi…

Jumat, 22 Mei 2020 10:21

MUI Banjarbaru Bolehkan Salat Id, Dengan Syarat

BANJARBARU - Meski sudah sangat mendekati hari H lebaran Idulfitri.…

Jumat, 22 Mei 2020 09:52
Pemko Banjarbaru

Wali Kota Terima Bantuan dari Notaris

BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani, Senin (18/5)…

Jumat, 22 Mei 2020 09:45
Pemkab Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu Imbau Masyarakat Salat Idulfitri di Rumah

BATULICIN - Pemkab Tanbu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan…

Jumat, 22 Mei 2020 09:42
Pemkab Tanah Bumbu

Tetap Peduli Atasi Percepatan Penanganan Stunting

BATULICIN - Meskipun ditengah wabah corona, Pemkab Tanbu tetap peduli…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers