MANAGED BY:
SENIN
24 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Kamis, 16 November 2017 13:52
Berharap Ada Wadah Berkarya Bagi Band Banua
Ahmad Hidayat

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Banyak musisi banua yang kemudian sukses meniti karier di ibukota. Salah satunya adalah Ahmad Hidayat. Ia, merupakan personel band beraliran Pop distorsi yang kini menetap di Ibukota, yaitu Zoo Art Band. Selain itu, ia juga menjadi salah satu pioner terbentuknya Zoo Art Band, hingga berhasil masuk ke dapur rekaman dunia musik di Ibukota.

Perjalanan karier Ahmad, sapaan akrab Ahmad Hidayat, bergelut di dunia musik sudah ditekuninya sejak ia duduk di bangku kelas 1 SMP. Saat itu, pemuda kelahiran 1 September ini, mengaku belajar musik secara otodidak dan berguru ke berbagai tempat serta orang-orang yang tahu akan dunia musik.

"Dari SMP hingga SMA juga sempat berkali-kali bikin band. Tapi, yang paling menonjol pada saat duduk di bangku SMA. Band kami namanya Suck Gigi. Band beraliran punk," ungkapnya.

Setelah menyelesaikan SMA, kegiatannya bermusik tak pernah ia tinggalkan. Bahkan, ketika menempuh kuliah di ibukota pun ia juga membentuk sebuah band. Yaitu Zoo Art Band. Uniknya, Zoo Art Band yang ia bentuk, para personelnya tak ada satu pun yang berasal dari ibukota. Semuanya, berada di daerah asalnya masing-masing. Seperti, Banjarmasin, Palembang, Lampung, dan Sulawesi.

"Kami sama-sama tergabung di organisasi kampus. Di sana, kami ingin bermain musik bukan hanya sekadar latihan. Tapi juga ingin punya karya, manggung hingga punya penghasilan tersendiri," jelasnya.

Perjalanan membentuk group band Zoo Art yang kini bakal launching album perdananya, menurut Ahmad tak segampang membalikkan telapak tangan. Rintangan demi rintangan pun kerap dihadapi. Mulai dari restu orang tua yang menurutnya cukup sulit didapatkan, hingga persaingan ketat band-band di ibukota.

"Yang saya dan kawan-kawan yakini dari dulu sampai sekarang adalah bahwa cita-cita itu dikejar. Bukan ditunggu," ucapnya, seraya tersenyum.

Tak hanya itu, pada saat manggung pun, Ahmad dan rekan-rekan juga pernah mengalami kendala. Ia menceritakan, di saat sedang asyik bernyanyi di panggung, tiba-tiba saja listrik mati mendadak.

"Kalau enggak salah, pertengahan lirik di lagu kedua. Kalau mengingat itu, rasanya jadi lucu aja. Pada saat asyik-asyiknya, tiba-tiba hanya tabuhan drum yang terdengar," ungkapnya.

Lantas, bagaimana Ahmad memandang keadaan band-band musik di Banua? Ahmad menyatakan bahwa banua sebenarnya banyak yang berbakat. Hanya saja, keberadaan band-band di banua, belum didukung dengan adanya tempat serta gelaran-gelaran yang mewadahi band-band di banua.

"Padahal, dari situ kita dapat melihat potensi yang ada. Saya pikir, semua band asal banua punya kesempatan untuk maju, dan terus berkembang. Semoga saja ke depan ada wadah khusus untuk mereka bisa unjuk karya, tanpa adanya batasan-batasan," pungkasnya. (war)


BACA JUGA

Jumat, 18 September 2015 09:32

Dua Kapal Perang TNI Singgah di Banjarmasin

<p style="text-align: justify;"><strong>BANJARMASIN</strong> &ndash;…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers