MANAGED BY:
MINGGU
05 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 21 November 2017 13:44
Dewa Pahuluan: Memberi Tidak Meminta

Oleh: Ersis Warmansyah Abbas

DI TANAH SUCI: Kenangan almarhum Fitri Zamzam di tanah suci Mekkah sebelum ia jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit.

PROKAL.CO, “Boss, Bang Dewa dirawat di RS Ulin. Ulun mau naik pesawat dari CGK”. Begitu telepon Erwin D. Nugroho. Seperti biasa kami tidak bercakap terlalu detail. Saya menghentikan menulis dan bersiap ke bandara. Erwin mempunyai kontak khusus dengan keluarga Dewa. Kalau ada jargon “Dewa paling paham Banjarbaru”, jargon berikutnya: “Erwin paling paham Dewa”.

Dari bandara saya pacu mobil ke RS Ulin. Tetapi, karena Erwin belum makan, kami singgah di RM Fauzan. Setegarnya kami mendiskusikan sakitnya Dewa, kami terenyuh. Kami paham tangguhnya Dewa, kuat dan tidak kenal menyerah. Saya pernah menulis di buku Nyaman Memahami ESQ: Aksi Total (2005) yang di keterangan fotonya saya tulis: Tokoh pemuda, teguh dan berani, santun dan pemurah, sobat kentalku di perantauan.

Sakitnya Dewa, yang sebenarnya telah terkeluhkannya agak lama, membuat saya tidak mau membicarakannya. Dewa yang begitu gagah dan kuat, tidak pernah mengeluh, tidak terbayangkan didenda sakit. Setiba di RS Ulin, Dewa lagi tidur. Sebentar kami bercakap dengan keluarganya, Dewa bangun.

Saya tidak sanggup menuliskan perjumpaan tersebut. Saya lebih memilih diam, kecuali menyahuti apa yang dikatakannya. Saya pegangi kakinya. “Sis, itu bagian tidak berasa”. Saya tekan lagi. Dewa memberi isyarat ngak berasa. Saya luluh.

Bagi saya Dewa bukan saja sekadar sahabat. Bukan karena menulis puluhan tulisan tentangnya, baik di surat kabar, apalagi majalah dan tabloid saya, tetapi dia “Malaikat Pelindung”. Dewa membawa saya sebagai pengusus MGR, Persebaru, Sekjen Perbakin dan Ketua Percasi Banjarbaru. “Sis, you mau bikin majalah atau tabloid, buat saja”. Ketika beralih menulis buku, Dewa semakin bersemangat mendukung.

Saya ingat kata-katanya ketika suatu malam Rudy Resnawan mewacanakan penataan Minggu Raya, Dewa menyahuti: “Untuk Banjarbaru segalanya aku pertaruhkan”. Dampaknya bagi saya, sekalipun ada yang tidak menganggap, saya akan tetap menulis tentang Banjarbaru. Saya pencipta jargon “Banjarbari is Banjarbaru”, “Banjarbaruku, Banjarbarumu, Banjarbaru kita”, dan banyak kata-kata motivasi yang bisa ditelusuri di media cetak atau buku.

Ya, saya belajar tentang Banjarbaru dari Dewa dan Dewa membukakan jalan untuk memahami Banjarbaru. Banyak hal yang digagas Dewa dan teman-teman, kursi panjang di kediaman Walikota Banjarbaru atau teras rumah Dewa saksinya. Saksi sepuluh tahun “membincang Banjarbaru”. Tidak usahlah menakar peran Dewa dalam konteks Banjarbaru. Saya deklarasikan Dewa sebagai “Presiden Minggu Raya” di Banjarbaru Post.

Dalam urusan perkawanan, sungguh susah mendeskripsikannya. Prinsipnya: memberi bukan meminta. Yang diutamakannya membantu temannya. Apakah agar tertawa, bersenang-senang, berprestasi, atau apa saja yang positif.

Ah, Dewa. Bagaimana saya akan menulis berkati-kati kenangan denganmu. Membayangkan berpuluh kali ke Jakarta dan menginap di hotel yang berbeda, ke luar negeri bersama, apalagi membantumu “menulis” Banjarbaru dalam suka dan duka. Satu kalimatmu lebih dari cukup: “Untuk Banjarbaru segalanya aku pertaruhkan”.
Kebaikanmu paduan kami untukmu. Kau yang kini di sisiNya semogalah dalam perjalanan berkah. Aku termangu di sini, di tanah pengantaranmu, wahai sahabat.

Di tanah ini, di Banjarbaru
Kami antar perpindahanmu ke alam sejati
Doa-doa kami bolehlah bekal buatmu
Semogalah tenang damai
Dalam kandunganNya

Tanganku keluh wal ai
tangan yang dulu menulis berseri-seri
air mata kami doa untukmu,
wahai Presiden Minggu Raya

Banjarbaru, 21 November 2017

loading...

BACA JUGA

Minggu, 05 April 2020 09:30

Cerita Dokter dan Perawat di Era Corona; Lebih Sibuk, Kini Mandi pun di Rumah Sakit

Dokter dan perawat berada di garis terdepan dalam melawan virus…

Minggu, 05 April 2020 09:13

Program Acil Asmah; Belanja Sayur Bisa Lewat WhatsApp

Banyak cara untuk meringankan beban warga di tengah pandemi. Salah…

Kamis, 02 April 2020 14:56

Sibuknya Peserta dan Alumni Pelatihan Menjahit Saat Pandemi

Akibat Covid-19, masker bedah dipasaran menjadi langka. Untuk menyiasati itu,…

Rabu, 01 April 2020 13:05

Kala Dokter Menginisiasi Produksi APD Secara Mandiri; Libatkan Guru, Anak SMK hingga Tukang Ojek

Minimnya ketersediaan alat pelindung diri (APD) untuk para tenaga medis…

Senin, 30 Maret 2020 12:36

Berita Baik di Tengah Pandemi Corona: Barista Kopi Dibalik Gerakan Pasang Keran Gratis

Dalam perang melawan wabah, Anda tak perlu menunggu menjadi hartawan…

Jumat, 27 Maret 2020 11:51

Fenomena Takhayul Pesisir Kalsel di Tengah Corona

Optimisme beberapa pejabat pemerintah, yang percaya warga akan disiplin tanpa…

Kamis, 26 Maret 2020 13:02

Pakai Jas Hujan, Berharap Kiriman APD Bukan Hanya bagi Perawat Saja

Alat pelindung diri (APD) menjadi pakaian paling "tren" sekarang ini.…

Rabu, 25 Maret 2020 11:49

Cerita-cerita Calon Pengantin yang Gagal Gelar Resepsi; Katering Sudah Pesan Akhirnya Dibagikan ke Anak Yatim

Niat Arif Hendy Wijaya (25) warga Desa Barambai untuk bersanding…

Senin, 23 Maret 2020 12:51

Bincang Santai dengan "Indro Corona"; Sudah Ada Sebelum Masehi, Sembuh dengan Vitamin E

Muhammad Indro Cahyono akhir-akhir ini sibuk mondar-mandir kantor-kantor pemerintah untuk…

Minggu, 22 Maret 2020 05:48

Melihat Penerapan Social Distancing di Bandara Syamsudin Noor

Upaya pencegahan dan meminimalisir penyebaran virus corona atau Covid-19 dilakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers