MANAGED BY:
SELASA
07 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 27 Januari 2016 10:46
GILAA..!! Monyet Teror RSJ Sambang Lihum

Bak pemandangan di film Planet of The Apes II,   Faisal kabur lintang-pukang. Perawat di Ruang Perawatan Khusus Pria II Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum itu bahkan jatuh bangun saat belasan hingga puluhan monyet mengejar tepat di depan ruang kerjanya. Kenapa  banyak monyet liar di Sambang Lihum? 

-------------------------------------------------

Faisal hanyalah salah satu perawat yang mengalami pengalaman buruk diteror monyet liar. Setidaknya ada 270 perawat di RSJ Sambang Lihum yang setiap hari diteror monyet. Tak hanya perawat, jajaran direksi pun sempat diserang!

Kondisi ini ternyata sudah berlangsung sekitar enam bulan lamanya. Tepatnya ketika musim kemarau melanda Kalimantan Selatan  dan membakar hutan galam yang ada di belakang RSJ Sambang Lihum.

Seperti  Selasa (26/1) pagi kemarin. Tiga monyet liar terlihat berkeliaran di atap bangunan. Tak sampai berap lama, mereka langsung membobol atap. Mereka bermain-main dan bahkan tidur  atas langi-langit  bangunan. Bisa diduga, plavon pun rusak.

Informasi yang dihimpun, kawanan monyet liar biasanya berkumpul di koridor eks bangunan kantin yang terbakar. Untuk bisa menuju  ruang perawatan khusus pria II harus melewati terlebih dahulu koridor ini.   

“Sekitar jam sebelasan biasanya banyak. Ini mungkin karena habis hujan tadi pagi. Sore biasanya banyak juga,” ujar Ridani, salah seorang perawat.

Kepala Bidang Perawatan, Murdjani, mengungkapkan, setidaknya ada belasan ruangan yang setiap hari dirambah monyet. Ruangan-ruangan itu tentunya dihuni pasien RSJ. Misalnya, ruangan tenang pria, ruangan transit pria, ruangan transit wanita dan lainnya. “Cuman ya tadi, mereka sepertinya menakut-nakuti saja. Kalau sendirian dikejar, apalagi perempuan,” ucapnya.

Dulunya kata Murdjani tak ada monyet liar yang berkeliaran di Sambang Lihum. Kondisi ini terjadi sekitar enam bulan lalu. Tepatnya saat kemarau melanda Kalimantan Selatan. Dulunya di belakang bangunan RSJ ini dipenuhi hutan galam dan pepohonan rindang lainnya. Namun setelah terjadi kebakaran hutan, monyet liar mulai menyerang.

“Ketika pohon masih rindang, kita tidak bisa melihat bangunan dan rumah di kejauhan, sekarang bisa kita lihat atap-atapnya,” ucapnya.

Pihak RSJ sendiri sudah mencoba melawan serangan monyet liar dengan menangkapnya. Setidaknya ada enam ekor monyet liar yang ditangkap sendiri oleh pihak rumah sakit. Empat ekor ditangkarkan, duanya lagi dijual. Usaha tersebut rupanya tak berhasil. Malah monyet liar yang diharapkan jera, tak datang lagi ke rumah sakit.

“Beberapa minggu ini yang makin banyak. Sebelumnya hanya beberapa ekor terlihat, ini mungkin sudah puluhan, bahkan bisa ratusan,” ujarnya.

Direktur RSJ Sambang Lihum dr Dharma Putra mengungkapkan, dampak serangan monyet ini memutuskan jaringan listrik dan data di rumah sakit. Bahkan kamera CCTV dan perangkat dapur pun diobok-obok. Yang bikin pusing rumah sakit, hari ini diperbaiki, besoknya kembali dirusak. “Petugas kami sampai takut memperbaiki yang rusak-rusak. Diusir, monyetnya malah melawan,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat ungkap Dharma Putra akan mengumumkan kepada jajarannya cara mengantisipasi serangan monyet di rumah sakit. Informasi yang diterima dari BKSDA Kalsel, pegawai ataupun perawat harus membawa sebuah tongkat untuk menakuti monyet.

“Segera saya umumkan, agar pegawai ataupun perawat di rumah sakit membawa tongkat ketika berjalan di rumah sakit,” pungkasnya.

 

Lumpuhkan Ketua Koloni Monyet!

Mobil patroli Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel tiba  pukul 11 pagi.  Enam orang turun dari mobil. Dua berpakain dinas, sisanya pakai kaos oblong. Mereka menurunkan jaring tambang.

Tim yang dikomandoi Hafiz, staf Bidang Teknis Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) BKSDA Kalsel ini langsung menyasar ke kawasan bangunan yang kerap dijadikan markas oleh koloni monyet yakni Gedung Keperawatan.

Satu persatu lokasi disisir.   Mulai dari dalam ruangan hingga tempat pembuangan sampah (TPS) yang ada di belakang gedung. Tim juga memeriksa di luar pagar bangunan gedung. Tak satu pun ditemukan monyet liar. Namun siapa sangka mereka asyik berjalan di atas atap gedung. Ada beberapa juga terlihat di pohon galam yang masih tersisa bekas kebakaran lahan dari kejauhan.

“Jaring ini bisa digunakan jika monyet berada di dekat kita atau di dalam ruangan. Kalau di atas atap tentu tidak bisa digunakan,” ucap Hafiz mendongak.

Tim pun terus memantau pergerakan monyet. Lokasi-lokasi yang menjadi sarang didokumentasikan. Serangan monyet ke Sambang Lihum ini indikasinya karena habitat monyet sudah kritis. “Makanan dan tempat tinggal mereka tak ada lagi pasca kebakaran hutan. Karena itu mereka mencari makanan ke sini,” ujarnya.

Lalu bagaimana penanganannya? BKSDA tak berdiam diri.   Salah satu penanganan jangka pendeknya mengirimkan petugas untuk menangkap monyet yang berkeliaran di rumah sakit. “Informasinya akan dikembalikan ke pulau kosong,” ucapnya yang merujuk habitat monyet liar.

Selain itu,  tim secara rutin akan memantau rumah sakit jiwa. Kemudian melumpuhkan ketua koloni monyet. Satu koloni pantauan Dharma Putra ada sekitar 40 ekor. Setidaknya ada tiga koloni yang biasanya datang ke RSJ. “Kemungkinan ada ratusan monyet yang datang. Mungkin sudah sekitar tiga bulanan ini yang banyak,” ujarnya.

Penanganan jangka panjangnya, meminta pemerintah daerah untuk mengembalikan habitat hutan lindung monyet dengan penanaman pohon buah. “Jadi tidak makan di rumah sakit lagi,” ujarnya. (mat/by/ran)

 


BACA JUGA

Selasa, 07 Desember 2021 15:54

PPKM Level 3 Dibatalkan, Penumpang Diprediksi Ramai Saat Nataru

BANJARBARU - Pemerintah memutuskan tidak menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat…

Selasa, 07 Desember 2021 12:29

Kocar-Kacir Dihantam Rob, Penanganan Pascabencana Masih Tambal Sulam

BANJARMASIN - Wajah Rabiatul terlihat cemas. Dia khawatir banjir yang…

Selasa, 07 Desember 2021 12:25

Anggaran Vaksinasi Ada, Capaiannya yang Payah

BANJARBARU - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan…

Selasa, 07 Desember 2021 12:21

Tes SKB: Peserta Sakit Boleh Dijadwal Ulang

BANJARBARU - Pemerintah Provinsi Kalsel bersama Kantor Regional (Kanreg) VIII…

Selasa, 07 Desember 2021 08:45

Rob Rendam Fasilitas Publik: Berkas Terendam dan Pelajar Bersandal

Instalasi Gawat Darurat (IGD) milik Rumah Sakit Suaka Insan tampak…

Selasa, 07 Desember 2021 08:39

Libur Sekolah Resmi Digeser

BANJARMASIN - Dinas Pendidikan Banjarmasin resmi menggeser libur akhir semester.…

Selasa, 07 Desember 2021 07:10
Pemko Banjarbaru

Wali Kota dan Wawali Berdialog Langsung dengan Perwakilan Masyarakat

BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin beserta Wakil…

Selasa, 07 Desember 2021 07:08
PARLEMENTARIA

Soal Rencana Pembangunan JPO di Banjarbaru, Dewan Nilai Belum Ideal

BANJARBARU - Pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) di Banjarbaru dinilai…

Selasa, 07 Desember 2021 07:06
Pemkab Tanah Bumbu

Cetak Biru Kota Batulicin Dibeberkan

BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Pekerjaan Umum…

Selasa, 07 Desember 2021 07:05
Pemkab Tanah Bumbu

Cetak Generasi Islami

BATULICIN – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Alquran (LPPTKA)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers