MANAGED BY:
SABTU
18 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 02 Februari 2016 18:42
Feature
Hiii... Ngeri..!! Ritual Selamatan Danau Bangkau, Puluhan Orang Kesurupan, dan Menceburkan Diri
PINGSAN: Bahrani pingsan usai membenamkan kepala kambing di dasar sungai. Beberapa warga yang berada di sekitarnya mencoba memberikan pertolongan. | Foto : Muchei Rifai / Radar Banjarmasin

PROKAL.CO,

Puluhan kapal melaju di atas Danau Bangkau, diikuti puluhan kelotok yang menguntit dari belakang. Di kejauhan sayup-sayup terdengar suara musik dan alunan gamelan yang ditabuh dari atas kapal yang beriringan.

---------------------------------------------------------

MUCHEI RIFAI, Kandangan

 ---------------------------------------------------------

Musik tradisional Banjar yang ditabuh dari atas kapal, menandakan bahwa kapal tersebut adalah kapal utama pembawa kepala kambing yang akan ditanam di tengah Danau Bangkau. Air danau yang semula tenang, menjadi bergelombang. Semakin ke tengah, gelombang semakin besar, mengombang-ambingkan kapal bermotor yang ada di belakang kapal.

Angin yang bertiup dari arah danau, membawa aroma dupa yang dibakar oleh tetua adat dari atas kapal. Sementara, iringan gamelan dan serunai terus terdengar secara perlahan dihantar angin yang bertiup.

Kapal yang membawa kepala kambing tersebut memutar Danua Bangkau sebanyak satu kali putaran. Dalam putaran pertama, kapal yang membawa beberapa tetua adat melemparkan sebuah kelapa ke dalam danau.

Beberapa menit kemudian terdengar sebuah percakapan yang maknanya tak terdengar jelas, karena gemuruh mesin dan kencangnya angin meredamnya.

Setelah beberapa menit, kapal kembali bergerak, kali ini menuju tengah danau yang paling dalam. Selama dalam perjalanan menuju tengah danau dari atas kapal terus terdengar alunan gamelan dan serunai yang masih dimainkan warga.

Tidak berapa lama, kapal berhenti di tengah danau, diikuti oleh puluhan kapal lainnya. Tanpa dikomando, kapal utama yang membawa kepala kambing di keliling oleh puluhan kapal yang mengikuti dari belakang.

Setelah kapal utama dikelilingi, tetua adat Bahrani (60) keluar dari kapal utama dengan membawa sepotong kepala kambing yang sudah mulai mengering darahnya.

Aroma busuk yang dikeluarkan kepala kambing sangat menyengat dan menyebar ke semua penjuru. Anehnya, warga yang ada di sekitar ritual, seperti tidak terpengaruh oleh bau busuk yang menyengat bahkan mereka dengan antusias mengikuti prosesi jalannya penanaman kepala kambing.

Sebelum kepala kambing dibenamkan, beberapa pemuda menancapkan beberapa bilah bambu ke dasar danau sebagai tanda, yang juga buat penambat kapal kecil agar tidak bergerak.

Bahrani (60) yang sejak tadi sudah keluar dari kapal, terlihat mengenakan celana kuning kaos putih dan kepala terikat kain kuning, memejamkan mata dan memutar badannya ke arah kiblat.

Mulutnya komat kamit membaca sesuatu. Sementara kedua tangannya memegang erat kepala kambing yang akan dibenamkan di dasar danau.

Ratusan pasang mata, terus memperhatikan gerakan-gerakan yang dilakukan Bahrani, ketika alunan musik tradisional banjar berhenti. Bahrani mulai berdiri di atas sebuah perahu dan langsung terjun ke dalam danau.

Setelah beberapa menit berada di dalam danau, tubuh Bahrani mengapung dengan punggung lebih dahulu. Warga yang berada disekitar perahu langsung menangkap dan mengangkatnya ke atas perahu.

Beberepa menit, Bahrani tidak sadarkan diri dan mendapatkan pertolongan warga. Setelah sadar Bahrani langsung melempar setangkai mayang dan sebuah pohon yang di bawa dari desa.

Prosesi dilanjutkan dengan membaca doa selamat, usai pembacaan doa, beberapa makanan yang disiapkan lantas dibagi-bagikan kepada sejumlah warga yang ada di sekitar kapal.

Prosesi selesai dan kapal siap kembali ke desa, namun beberapa kejadian aneh. Tiga hingga empat warga mendadak tidak sadarkan diri. Bahkan, ada yang menceburkan diri ke dalam danau dengan alasan yang tidak jelas.

Dari pantaun penulis, salah seorang remaja, perempuan yang ikut dalam prosesi selamatan bangkau, setibanya di desa langsung berteriak histeris bahkan ketika kapal ingin merapat ke desa.

Remaja ini meloncat ke dalam sungai ingin berenang ke danau. Melihat itu, rekan-rekannya yang lain tidak tinggal diam, ikut meloncat untuk menyelamatkan temannya tersebut.     

H Sahrun, yang akrab disapa dengan Kai Bangkau ketika diminta keterangannya mengatakan, prosesi selamatan Danau Bangkau memang sering diikuti dengan berbagai hal yang aneh, seperti kesurupan dan lainnya.

Tapi, jika warga tersebut ingat akan Allah, maka tidak akan kesurupan. Pasalnya, apa yang dilakukan adalah ritual keselamatan yang secara tidak langsung akan diikuti oleh orang-orang dari dunia lain.

“Kesurupan ketika prosesi Danau Bangkau dilaksanakan, itu sudah sering terjadi,” ujar warga yang usianya genap 100 tahun tersebut.

Dari keterangannya diketahui, bahwa selamatan bangkau ini adalah untuk menghindari dari segala bencana seperti perkelahian dan korban jiwa.

Perkelahian hingga bentrokan yang terjadi, beberapa waktu yang lalu, akibat danau bangkau tidak diselamati, terangnya sambil menatap kearah luar rumah. Jika dulu diselamati oleh warga katanya, maka kemungkinan besar pertumpahan darah tidak akan terjadi. (ram/ema)                                                                                                     

 

 

 


BACA JUGA

Jumat, 17 Januari 2020 14:46

Demi Akses Transportasi Sungai, Jembatan Melengkung Tatah Bangkal Percontohan

BANJARMASIN – Pembangunan Jembatan Tatah Bangkal baru saja diselesaikan Dinas…

Jumat, 17 Januari 2020 11:45

Mangkrak, Akhirnya Rumah Sakit di Kotabaru ini Jadi Sarang Hantu

KOTABARU - Tiga anak muda berlarian. Memburu bayangan putih. Gagal.…

Jumat, 17 Januari 2020 11:31

Pondoknya Dirobohkan, Alfaruk Bantah Bangunannya Masuk Kawasan Hutan Lindung, Tiap Tahun ia Sudah Bayar Pajak

BANJARBARU - Alfaruk (50), warga Liang Anggang, Banjarbaru, hanya bisa…

Jumat, 17 Januari 2020 11:26

Gara-gara Pemekaran, PPK Sigam Belum Bisa Dibentuk

BANJARMASIN - Hingga saat ini KPU belum bisa memutuskan nasib…

Jumat, 17 Januari 2020 11:05

Butuh Dana Besar, Dinkes Diharap Tidak Asal Salurkan Jaminan Kesehatan

BANJARMASIN - Komisi IV DPRD Banjarmasin mengingatkan Dinas Kesehatan (Dinkes).…

Jumat, 17 Januari 2020 10:59

Jembatan Pulau Bromo Tunggu Lelang

BANJARMASIN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin…

Jumat, 17 Januari 2020 10:56

Dewan Perwakilan Mahasiswa Belajar ke Dewan

BANJARMASIN – Gedung DPRD Kalsel didatangi 50 mahasiswa. Mereka berasal…

Jumat, 17 Januari 2020 10:19

BAPPEDA: Banjir Berkaitan Dengan Kawasan Kumuh Cempaka

BANJARBARU - Di tahun ini, kawasan Cempaka jadi prioritas perencanaan…

Jumat, 17 Januari 2020 09:59

Aset Pelabuhan Masih Diperebutkan, Apakah Milik Pemprov atau Pemkab

BANJARMASIN - Banyaknya aset bidang perikanan dan kelautan yang masih…

Jumat, 17 Januari 2020 09:56

Mengeluh, Kelompok Tani Landasan Ulin Datangi DPRD

BANJARMASIN - Puluhan warga Landasan Ulin Timur dan Barat, serta…

Demi Akses Transportasi Sungai, Jembatan Melengkung Tatah Bangkal Percontohan

Jarang Razia di Pertigaan Tower, Banyak Pengendara yang Santai Melanggar

Heboh Mobil Sport Lamborghini Hurican di Jalanan Barabai

Mangkrak, Akhirnya Rumah Sakit di Kotabaru ini Jadi Sarang Hantu

Maraknya Serangan Peretas ke Situs Pemerintah, Pakar: Jangan Rilis Website Terburu-Buru

Pondoknya Dirobohkan, Alfaruk Bantah Bangunannya Masuk Kawasan Hutan Lindung, Tiap Tahun ia Sudah Bayar Pajak

Gara-gara Pemekaran, PPK Sigam Belum Bisa Dibentuk

Butuh Dana Besar, Dinkes Diharap Tidak Asal Salurkan Jaminan Kesehatan

Jembatan Pulau Bromo Tunggu Lelang

Dewan Perwakilan Mahasiswa Belajar ke Dewan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers