MANAGED BY:
RABU
28 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Senin, 05 Maret 2018 12:07
Menyulap Kereta Api Mini Jadi Media Grafiti
KEREN: Miniatur kereta api kertas dijadikan sebagai media gambar. Ini sekaligus bentuk protes seniman grafi ti terhadap pemerintah.

PROKAL.CO,

BANJARMASIN - Dentuman musik hip-hop menghentak suasana Hello Coffee, kemarin siang (4/3). Warung kopi yang beralamat di Jalan Jafri Zam-Zam itu sedang ramai oleh belasan pemuda. Tangan mereka lincah mencoretkan pensil warna ke media kertas bergambar.

Belasan seniman itu adalah gabungan dari komunitas grafiti se Kalsel. Datang ke Hello Coffee untuk mengikuti lomba sketch & tagging battle. Kompetisi digelar oleh gabungan komunitas lokal. Bernama Bilik Bersenyawa.

Perwakilan Bilik Bersenyawa, Jefri menyebut sketch & tagging battle merupakan ajang kumpul bersama para pelaku dan penikmat seni grafiti di Kalsel. "Pertama kalinya, kami menggelar seperti ini. Ada 18 orang yang ikut," ujar Big Jeff. Jefri biasa dipanggil dengan sebutan itu.

Jika biasanya aktivitas grafiti dilakukan di tempat terbuka, lain lagi dengan yang ini. Digelar di dalam ruangan. Media gambarnya pun tak biasa. Bentuknya mini, bukan tembok besar.

Peserta lomba diberikan media lukis berupa kertas bergambar yang kemudian dibentuk menjadi miniatur kereta api. "Jadi, mereka mesti menggambar sketsa grafiti untuk menambah estetika atau keindahan dari kereta api itu sendiri," terangnya.

Pemilihan konsep kereta api ternyata menyimpan misi. "Kenapa kereta api? Ini bentuk protes kami karena Kalimantan Selatan sampai sekarang belum punya alat tranportasi seperti itu," katanya. Bagi Big Jeff, beragam cara bisa dilakukan untuk menyampaikan kritik kepada pemerintah. Termasuk dengan seni grafiti.

Tak cuma dalam ruangan, Bilik Bersenyawa berencana menggelar kompetisi grafiti dengan konsep outdoor. Artinya, tembok-tembok polos Kota Banjarmasin bakal mereka incar untuk dijadikan media gambar.

Big Jeff tak khawatir soal pandangan Pemko Banjarmasin terkait seni grafiti. "Selama tak merusak, jalani saja. Keluhan biasanya hanya datang dari pemilik tembok," ungkapnya.

Sementara itu, Rian, pelaku seni grafiti dari D'Zink Bomber Banjarbaru berpendapat seni grafiti bukan sekadar corat-coret tak bermakna. Menurutnya, setiap gambar yang mereka buat punya arti.

"Banyak anggapan datang bahwa grafiti merupakan tindakan dari vandalisme atau merusak. Tidak seperti itu. Ini bukan tulisan-tulisan tidak jelas yang sering menampilkan gambar dan kata-kata kotor. Setiap lukisan yang kami coret punya makna," tegasnya.

Seperti halnya Big Jeff, Rian berharap pemerintah daerah bisa lebih  terbuka dan menerima komunitas grafiti. Agar bisa berkreasi dengan leluasa. Tanpa bayang-bayang anggapan negatif oleh para penguasa. (dom/ma/nur)


BACA JUGA

Senin, 26 Oktober 2020 12:02

Relawan Barat Bersatu Bantu Bromo

BANJARMASIN - Relawan pemadam kebakaran (BPK) di Kecamatan Banjarmasin Barat…

Jumat, 23 Oktober 2020 15:48

Mendarat di Barabai, Heli Chinook Diserbu Warga

BARABAI- Helikopter Chinook mendarat di Lapangan Dwi Warna Barabai, Jumat…

Jumat, 23 Oktober 2020 11:17

Ponpes Muthi'ul Huda Siap Tangkal Radikalisme dan Terapkan Prokes

RANTAU - Pengurus Pondok Pesantren Muthi'ul Huda di Kecamatan Hatungun…

Kamis, 22 Oktober 2020 11:34

Chinook Mendarat di Pelaihari, Warga pun Berteriak

PELAIHARI - Ratusan warga Kota Pelaihari mendapat hiburan sesaat, setelah…

Rabu, 21 Oktober 2020 08:59

Di Kiram Park, 130 Pemuda Pilihan Lakukan Napak Tilas

BANJARMASIN – Demi membangun karakter pemuda Banua, Dinas Pemuda dan…

Selasa, 20 Oktober 2020 13:58

Jalin Silaturahmi, Radar Banjarmasin dan Bupati Tapin Saling Memberi Masukan

RANTAU - Silaturahmi ke pimpinan daerah selalu dilakukan manajemen Radar…

Kamis, 15 Oktober 2020 10:56

Kanker Payudara, Warga HSU Perlu Uluran Tangan

AMUNTAI - Aima, warga Sungai Karias 02 Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten…

Senin, 12 Oktober 2020 12:01

Terinspirasi Tanzif Baitullah di Mekah, RBP dan Sahabat Fillah Dandani Langgar At Taubah

BANJARBARU - Sekelompok anak muda yang juga tergabung dalam beberapa…

Sabtu, 03 Oktober 2020 09:16

Hantam Taruna Junior, Real Palapa SPBU Pimpin Wilayah Barat

BANJARMASIN – Tim Real Palapa SPBU berhasil memuncaki klasemen sementara…

Kamis, 01 Oktober 2020 10:30

Hari Kesaktian Pancasila: Boleh Apel di Zona Hijau

BANJARMASIN - Hari ini (1/10), diperingati Hari Kesaktian Pancasila. Tapi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers