MANAGED BY:
RABU
28 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Kamis, 08 Maret 2018 15:29
Sasirangan Tak Anti Perubahan
SANG PELOPOR: Yurliani Djohan digandeng Ketua Dekranasda Banjarmasin, Siti Wasilah seusai seminar di Rumah Anno 1925, kemarin. Yurliani disebut pelopor Sasirangan sebagai fashion pada era 80-an.

PROKAL.CO,

 

BANJARMASIN - Saking semangatnya, apa saja kini diberi motif Sasirangan. Dari pengecatan pagar jembatan, tiang listrik, bak sampah hingga asbak. Pecinta kain khas Banjar ini khawatir, nilai-nilai adiluhung Sasirangan bakal sirna. Gara-gara semangat yang kebablasan tersebut.

Kemarin (7/3) di Rumah Anno 1925, Siring Pierre Tendean, digelar forum diskusi dengan tajuk mereposisi kain Sasirangan. Melibatkan budayawan, perajin dan pengambil kebijakan. Diskusi berlangsung hangat dan seru.

Apalagi pembicaranya bukan orang sembarangan. Seperti Yulian Djohan, tokoh pelopor kain Sasirangan pada tahun 1980-an. Budayawan Mukhlis Maman alias Julak Larau. Dan Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Banjarmasin, Siti Wasilah.

"Harus ada desain baru di luar yang telah kita temukan sekarang. Jangan sampai motif untuk kemeja sama dengan yang dibuat untuk taplak meja," tegas Mukhlis.

Jauh sebelum menjadi komoditi fashion, dalam kepercayaan Banjar lama, Sasirangan adalah media pengobatan. Dijuluki kain pamintan (dibuat khusus sesuai permintaan) untuk keperluan batatamba (berobat). Misal, ada anak kecil yang sakit-sakitan. Ayunan sang anak kemudian dibuat dari Sasirangan untuk pengobatan.

"Ada ritualnya, nenek saya kalau menenun Sasirangan sambil membaca shalawat. Bahkan ada juga pantangannya. Jangan membuatnya selagi datang bulan," imbuh Mukhlis.

Selain penetapan pakem motif, dia juga meminta perumusan makna. Selama ini, perajin dan pecinta Sasirangan ragu-ragu menjelaskan makna di balik motif-motif tertentu kepada orang luar.

Bukan hanya motif, makna dan pemilihan warna yang didebatkan, teknologi juga. Mengingat selama ini Sasirangan murni produk kerajinan tangan. Nama tekniknya menyirang atau menjelujur.

Secara tradisi memang bagus, tapi ini pula yang membuat Sasirangan kalah bersaing. Katakanlah dengan Batik. Lantaran ongkos produksinya mahal dan tak bisa diproduksi massal.

"Pernah saya kedatangan dosen ITB (Institut Teknologi Bandung) yang sedang menulis disertasi. Dia bertanya, adakah teknik lain selain menyirang? Saya jawab memang tak ada," tukas Mukhlis.

Melihat luasnya tema ini, seabrek pertanyaan di atas takkan tuntas terjawab dengan seminar sehari. Semuanya setuju, perlu dibentuk tim kecil yang intens menggeluti masalah ini. Melibatkan budayawan, perajin, desainer dan peneliti.

"Hasil penelitian ini kemudian ditetapkan pemerintah sebagai standar. Dalam hal ini harus oleh Dekranasda Kalsel. Tanpa acuan kebijakan pemerintah, masalahnya takkan selesai," kata Wasilah.

Jika tidak, istri Walikota Banjarmasin itu khawatir, Sasirangan akan mandek di level usaha kerajinan mikro. "Kalau mau Sasirangan menasional, artinya harus siap memenuhi permintaan pasar dalam jumlah besar. Dari usaha mikro berubah menjadi industri," tukas Wasilah.

Setidak-tidaknya, forum bersepakat, tak perlu ada sikap alergi terhadap motif-motif Sasirangan kontemporer. Yang lahir dari kreativitas kaum muda. Selama ciri khas dan filosofinya tak hilang, Sasirangan menerima hal baru. Kaum muda tak perlu dikekang. (fud/at/nur)

 


BACA JUGA

Senin, 26 Oktober 2020 12:02

Relawan Barat Bersatu Bantu Bromo

BANJARMASIN - Relawan pemadam kebakaran (BPK) di Kecamatan Banjarmasin Barat…

Jumat, 23 Oktober 2020 15:48

Mendarat di Barabai, Heli Chinook Diserbu Warga

BARABAI- Helikopter Chinook mendarat di Lapangan Dwi Warna Barabai, Jumat…

Jumat, 23 Oktober 2020 11:17

Ponpes Muthi'ul Huda Siap Tangkal Radikalisme dan Terapkan Prokes

RANTAU - Pengurus Pondok Pesantren Muthi'ul Huda di Kecamatan Hatungun…

Kamis, 22 Oktober 2020 11:34

Chinook Mendarat di Pelaihari, Warga pun Berteriak

PELAIHARI - Ratusan warga Kota Pelaihari mendapat hiburan sesaat, setelah…

Rabu, 21 Oktober 2020 08:59

Di Kiram Park, 130 Pemuda Pilihan Lakukan Napak Tilas

BANJARMASIN – Demi membangun karakter pemuda Banua, Dinas Pemuda dan…

Selasa, 20 Oktober 2020 13:58

Jalin Silaturahmi, Radar Banjarmasin dan Bupati Tapin Saling Memberi Masukan

RANTAU - Silaturahmi ke pimpinan daerah selalu dilakukan manajemen Radar…

Kamis, 15 Oktober 2020 10:56

Kanker Payudara, Warga HSU Perlu Uluran Tangan

AMUNTAI - Aima, warga Sungai Karias 02 Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten…

Senin, 12 Oktober 2020 12:01

Terinspirasi Tanzif Baitullah di Mekah, RBP dan Sahabat Fillah Dandani Langgar At Taubah

BANJARBARU - Sekelompok anak muda yang juga tergabung dalam beberapa…

Sabtu, 03 Oktober 2020 09:16

Hantam Taruna Junior, Real Palapa SPBU Pimpin Wilayah Barat

BANJARMASIN – Tim Real Palapa SPBU berhasil memuncaki klasemen sementara…

Kamis, 01 Oktober 2020 10:30

Hari Kesaktian Pancasila: Boleh Apel di Zona Hijau

BANJARMASIN - Hari ini (1/10), diperingati Hari Kesaktian Pancasila. Tapi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers