MANAGED BY:
SELASA
02 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Minggu, 14 Februari 2016 15:06
Cerita Haji Muhidin dan Istrinya, Jual Sawah Demi Nikah

Love Story H Muhidin – Hj Fathul Jannah

SERASI, SEHATI - H Muhidin dan istrinya, Fathul Jannah di kediaman. Mantan Walikota Banjarmasin ini selalu terlihat mesra setiap saat dengan pasangannya.

PROKAL.CO, Selagi mantan Walikota Banjarmasin, Haji Muhidin bercerita, istrinya Fathul Jannah datang menyuguhkan dua gelas kopi. Dari balik kursi, Fathul berteriak pelan sembari mencubit pipi sebelah kanan Muhidin. Yang dicubit tampak tak terganggu. Momen mesra kecil seperti itu rupanya sudah sering terjadi di rumah ini.

SYARAFUDDIN, Banjarmasin

KOPI hitam dipadankan dengan sepotong kue tart warna ungu. Pagi itu (3/2), Fathul rupanya sedang merayakan ulang tahun ke-49. Tak ada pesta di rumah No 21 Komplek Bunyamin Permai II itu. Keduanya malah sedang sibuk menyiapkan keberangkatan menuju Balikpapan untuk urusan bisnis.

Kalah di pemilihan Gubernur Kalsel, Muhidin kini lebih banyak bersantai di rumah. “Sekarang enak. Lebih banyak bersantai di rumah,” ujarnya. Mengenakan kaos polo warna merah hati dan topi baseball warna hitam, Muhidin tampak segar.

Masih dengan gaya bicara yang ceplas-ceplos, Muhidin buka-bukaan kepada Radar Banjarmasin tentang kisah asmara dan rumah tangganya bersama Fathul yang telah memberinya dua putri dan dua putra.

Pertemuan kedua insan ini terjadi di sekolah. Fathul saat itu siswi kelas VI SDN Binuang 7, Kabupaten Tapin. Sementara Muhidin seorang guru olahraga. Ia lalu pindah mengajar ke SMPN Binuang 1. Tak disangka, selulus SD Fathul melanjutkan pendidikan ke sekolah yang sama. "Pas pindah ke SMP, eh ketemu lagi sama ibu," ujarnya.

Tak ada kisah pacaran yang memerah jambu. Ia hanya ingat, Fathul sering diolok-olok teman sekelas karena dekat dengan sang guru. Lahir di Binuang pada 1958, usia keduanya terpaut hampir 10 tahun.

Untuk menyunting Fathul yang kebetulan anak kepala desa, orang tua Muhidin harus menjual sawah. Dari penjualan sawah, terkumpul uang Rp750 ribu. Rp500 ribu untuk mahar, sisanya ditabung orang tua Muhidin. "Mahar sudah, sekarang biaya resepsinya darimana?" ujarnya tertawa. 

Kesusahan Muhidin ditangkap lima sahabat baiknya. Mereka lalu patungan Rp50 ribu per orang dan terkumpul Rp250 ribu. Uang itulah yang dipakai untuk ongkos resepsi perkawinan. Salah satu dari lima sekawan ini adalah Muhammad Hatta alias Haji Ciut.  

Keduanya menikah pada 1989. Setahun berlalu, putri pertama Karmila lahir. Hanya bergantung pada gaji pegawai negeri, Rp85 ribu per bulan, kebutuhan rumah tangga jelas tak tercukupi. Muhidin harus mensiasati keadaan dengan dua pekan tidur di rumah dinas, dua pekan menumpang di rumah keluarga.

Tak enak karena harus menambah beban ekonomi keluarga, Muhidin harus menyetor uang perhari untuk biaya menumpang tersebut. "Saya setor Rp2 ribu sama kakak, setiap hari dikasih makan ikan lele," kenangnya.

Kondisi ini berlangsung selama bertahun-tahun. Muhidin lalu mencoba peruntungan dengan terjun ke bisnis batubara pada 1996. Pada fase ini, tak banyak yang ingin ia bagi. Muhidin hanya menyebut batubara sebagai bisnis yang keras. Memasuki krisis moneter 1998, ekonomi keluarga sudah mapan dan sanggup menunaikan ibadah haji.

Lantas, apa resep rumah tangga agar tetap langgeng? Bagi Muhidin, pengertian muncul dari komunikasi yang baik. Tak usah mengumbar banyak kata sayang, yang penting bicara jujur. “Ikut Pilgub saja minta izin istri,” ujarnya.

Sebagai pebisnis sukses dan tokoh politik, tak heran jika Muhidin menjadi magnet lawan jenis. “Ibu kebetulan pencemburu," imbuhnya tertawa. Apapun godaan yang datang, Muhidin menyebut kepercayaan antara suami dan istri adalah resep nomor satu untuk menjaga kelanggengan rumah tangga.

Semasa menjadi walikota, Muhidin terkenal rajin mengajak istri. Entah dalam acara seremoni pemko atau blusukan. "Banyak yang heran dan bertanya. Kenapa saya kemana-mana bawa istri," tambahnya. (fud/by/ran)

 


BACA JUGA

Selasa, 02 Juni 2020 12:46

Diancam Duet Bencana; Jutaan Orang Banua Diprediksi akan Terpapar Covid-19, dengan Kematian 16 Ribu Jiwa

BANJARMASIN - Pakar matematika Universitas Lambung Mangkurat, Muhammad Ahsar Karim…

Selasa, 02 Juni 2020 11:54

31 Mei-13 Juli Pendisiplinan Masyarakat Banjarbaru, Normal Baru Belum Berlaku

BANJARBARU - Wali kota telah menerbitkan Perwali tentang Pedoman Tatanan…

Selasa, 02 Juni 2020 11:49

Tahapan Pilkada Tunggu Finalisasi PKPU

BANJARBARU - Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tertunda karena adanya…

Selasa, 02 Juni 2020 11:44

Banjarmasin Belum New Normal, Buruh Angkut Keluhkan Pemakaian Masker

BANJARMASIN - Menerapkan protokol kesehatan di Banjarmasin memang tidak mudah.…

Selasa, 02 Juni 2020 11:09

Kemenag Bakal Kawal Pembukaan Tempat Ibadah, Surat Sebagai Formalitas Saja

BANJARMASIN - Dalam Protokol New Normal, bukan hanya mal dan…

Selasa, 02 Juni 2020 09:20
Pemko Banjarbaru

Wali Kota Pimpin Apel Penyematan Ban Lengan

BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani, Rabu (1/6)…

Selasa, 02 Juni 2020 09:13
PARLEMENTARIA

Minta Tes Massal Sebelum Penerapan New Normal

BANJARBARU - Saat ini, Kota Banjarbaru berencana akan menerapkan protokol…

Selasa, 02 Juni 2020 09:07
Pemkab Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu: Masa Belajar di Rumah Diperpanjang

BATULICIN - Kegiatan belajar mengajar di sekolah kembali ditiadakan. Pemkab…

Selasa, 02 Juni 2020 09:03
Pemkab Tanah Bumbu

Lomba Inovasi Kebijakan Daerah di Tengah Corona

BATULICIN - Asisten Bidang Pemerintahan Ir Mariani bersama jajaran Pemkab…

Senin, 01 Juni 2020 19:35

Penyerang Polsek Daha Selatan Ternyata Simpatisan ISIS

Polda Kalimantan Selatan tengah mendalami dugaan keterlibatan dari pelaku penyerangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers