MANAGED BY:
RABU
21 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Senin, 23 Juli 2018 16:58
Hery Datang Minta Maaf dan Ampun, H Nuri Kukuh Proses Hukum
BELUM JELAS: Kasus pemukulan terhadap H Nuri (kanan) oleh oknum pejabat Pemkab Batola.

PROKAL.CO, MARABAHAN - Kasus yang melibatkan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batola (Batola), Hery Sasmita, yang melakukan pemukulan terhadap, H Zainuri alias H Nuri (58), juru kunci makam Datu Abdussamad, masih belum terlihat jelas, sejauh mana penanganannya oleh kepolisian.

Padahal banyak masyarakat bertanya-tanya terkait insiden tersebut. Tindak pidana murni yang mengakibatkan korbannya mengalami luka akibat penganiayaan.

Kapolres Batola AKBP Mugi Sekar Jaya ketika dihubungi Radar Banjarmasin, menjawab jika kasus yang melibatkan Hery Sasmita masih dalam proses pemeriksaan.

“Masih dalam proses, korban dipanggil diperiksa, sampai jemput bola mencari korban untuk diperiksa di tempat, ya doakan saja semua cepat selesai,” jawab AKBP Mugi.

Hery Sasmita sendiri kepada Radar Banjarmasin, Jumat (20/7) sore, mengaku belum bisa berbicara terkait insiden tersebut. Namun ia menyebut jika bada salat Jumat, ia mengaku bertandang ke rumah H Zainuri alias H Nuri, dengan niat meminta maaf dan ampun atas perbuatannya.

“Aku ada datang minta maaf dan ampun sama H Nuri,” ucap Kabag Humas dan Protokol ini dengan nada lirih.

Disinggung terkait laporan yang dilaporkan oleh H Nuri, ia menyebut belum mengetahui lagi. “Belum bisa berbicara banyak lagi aku,” jawab pejabat kelahiran 1984 ini.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Batola, Hardian mengungkapkan, pihaknya masih menunggu terkait tindakan apa yang akan dilakukan kepada Hery Sasmita.

“Kita masih menunggu hasil pihak kepolisian, setelah itu baru kita bisa menentukan langkah selanjutnya,” jawabnya, dikonfirmasi.

Terpisah H Zainuri alias H Nuri, Sabtu (21/7) menyebut jika kondisinya masih belum membaik, kepalanya masih terasa pusing.

“Memang agak mendingan ketimbang sebelumnya, tetapi ini masih ada rasa pusingnya,” ucapnya kepada Radar Banjarmasin.

Diungkapkan H Nuri, bahwa dia habis melakukan pemeriksaan kesehatannya ke rumah sakit Sari Mulia Banjarmasin, untuk memastikan kondisi dirinya.

“CT Scan di situ. Tetapi hasilnya belum diketahui, nanti beberapa hari lagi bisa diambil,” ungkapnya.

Terkait laporan yang dilayangkan dia tetapi kukuh pada pendirian awal, tetap meminta kepolisian mengusut kasus yang menimpa dirinya.

“Memang dia ada datang ke rumah meminta maaf dan ampun, dan itu sudah saya maafkan dan ampuni, tetapi proses hukum tetap terus berlanjut,” tegas H Nuri.

Ditegaskan H Nuri, dengan kejadian menimpanya akan menjadi cermin bagi para pejabat yang suka dengan main hakim sendiri, terlebih dengan masyarakat biasa.

“Ini pelajaran bagi Hery dan para pejabat yang ada di Batola dan seluruhnya, jangan semena-mena memperlakukan orang atau masyarakat biasa,” pesannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, insiden yang menimpa H Zainuri atau dikenal dengan sapaan H Nuri terjadi Kamis (19/7) pagi sekira pukul delapan.

H Nuri adalah penjaga kubah Abdussamad, penyebabnya Hery Sasmita marah ketika ditegur H Nuri, agar melepaskan sepatu jika berada di kawasan kubah pemakaman Datuk Abdussamad yang berlokasi di Jalan Veteran Marabahan.

Hery, bukannya menurut tetapi malah marah dan menyerang H Nuri dengan memukul wajah dia, hingga mengalami tiga luka memar hingga berdarah. Padahal jika dirunut-runut, keduanya masih memiliki hubungan keluarga. Karena Hery sendiri mengaku zuriat Datuk Abdussamad. Neneknya juga dikuburkan di kompleks makam tersebut.

Usai kejadian, H Nuri Pun dilarikan ke RS Abdul Aziz, setelah mendapatkan penanganan medis ditemani istri dan keluarga besarnya langsung menuju Polres Batola melayangkan laporan.

Sementara itu, Kubah Datuk Abdussamad merupakan tempat istimewa bagi warga Marabahan. Di kompleks makam tersebut terdapat Makam Syekh Abdussamad bin Mufti Jamaluddin bin Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari Kelampayan. Syekh Abdussamad inilah yang banyak berperan dalam penyebaran islam di kalangan Dayak Bakumpai di pesisir Sungai Barito.

Karena itulah, peristiwa pemukulan terhadap jurukunci makam tersebut memantik kemarahan warganet banua. Apalagi insiden tersebut terjadi beberapa hari menjelang perhelatan besar di kompleks makam tersebut. Yakni haul ke-6 Hijriah Tuan Guru H Ahmad Sibawaihi bin HM Basiyuni, Minggu (22/7) kemarin.

Guru Bawai adalah zuriat dari kelima Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari atau Datu Kelampayan. KH Ahmad Sibawaihi anak dari Alimul Fadhil Qadhi HM Basiyuni, anak dari Alimul Fadhil H Abu Thalhah, anak dari Alimul Allamah Qadhi H Abdusshamad, anak dari Alimul Allamah Mufti H Jamaludin, anak dari Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. (lan/yn/bin)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*