MANAGED BY:
SELASA
20 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 11 Agustus 2018 08:52
KDRT adalah Kotak Pandora

Perubahan Tren Kasus Kekerasan di Banjarmasin

-

PROKAL.CO, Dari tahun 2015 sampai 2017, kekerasan seksual selalu menempati peringkat pertama. Tahun ini muncul pergeseran. Terkini, kebanyakan kasus yang ditangani P2TP2A Banjarmasin adalah KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga).

 

SEPINTAS, KDRT mungkin terdengar kalah menyeramkan dibanding kasus lain. Semisal pelecehan seksual terhadap bocah. Namun, jangan dianggap remeh, KDRT ibarat kotak pandora.

Ketika dibuka, bermunculan masalah sosial lainnya. Pengalaman Ketua Tim Manajerial Kasus P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak) Banjarmasin, Akhmadi telah membuktikannya.

"Tidak melulu karena kemiskinan. Dalam banyak kasus yang kami tangani, kekerasan fisik, psikis atau seksual terhadap anak kerap berawal dari cerita broken home," ujarnya.

Pergeseran tren ini patut dicermati. Tahun 2015 lalu, kekerasan seksual menempati peringkat teratas dengan 17 kasus. Setahun berselang naik menjadi 25 kasus. Dan 2017 tadi adalah 16 kasus.

Sekarang, laporan tertinggi yang masuk ke P2TP2A adalah KDRT dengan delapan kasus. Menyalip kasus lainnya. Sedangkan kekerasan seksual hanya dua kasus. Ditambah kekerasan seksual disertai motif ekonomi dengan tiga kasus. Data ini tercatat dari Januari sampai awal Agustus 2018.

"Syukur jika bisa didamaikan. Walaupun tak jarang perselisihannya sudah terlalu tajam. Menjadi mustahil untuk diajak rujuk," imbuh Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak pada Dinas PPPA Banjarmasin tersebut.

Pertengkaran orang tua yang berujung pada perpisahan, selalu dimulai dengan cekcok mulut. Terkadang diwarnai pemukulan. Pemandangan itu memberi pengalaman traumatis kepada anak.

"Rumusnya simpel. Anak-anak terbiasa memaki karena orang tuanya begitu. Anak-anak berperilaku kekerasan karena orang tuanya lah yang memberi contoh," tegas Akhmadi.

Jika tak menjadi pelaku, pilihan lain sama buruknya; menjadi korban. Contoh, seorang anak perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual. Karena rumah tangganya berantakan, korban lalu mencari kasih sayang dari sosok di luar rumah. Apakah itu dari lingkungan pergaulan atau sekolah.

Sialnya, sosok tempatnya bernaung malah melecehkan. "Kebanyakan begitu. Gara-gara kada digaduhi (tidak diurusi). Mencari perhatian dari orang yang salah," jelasnya.

Bukan hanya kasus kekerasan. Broken home juga acapkali memicu penyalahgunaan obat terlarang. Dari narkotika kelas berat yang mahal. Hingga pil Carnophen alias Zenith yang lebih murah.

Ini patut direnungkan. Merawat anak pada era digital tidaklah mudah. Media sosial menciptakan banjir informasi. Termasuk juga menjadi saluran pornografi. Sedangkan game smartphone yang digandrungi anak-anak, sebagian dipenuhi konten kekerasan.

"Merawat anak dengan formasi orang tua yang komplet saja sudah berat. Apalagi kalau single parent," tukasnya. Tentu jangan dipukul rata. Sebagian orang berhasil melewati perceraian dengan cara baik-baik.

Jika ada yang menggembirakan, Akhmadi melihat, warga kota semakin berani untuk melapor. Tak tinggal diam saat menjadi korban. Atau melihat kasus kekerasan di dekatnya.

P2TP2A sering kewalahan. Laporan dari kabupaten tetangga pun sering masuk. "Mungkin karena kami lebih mudah dilacak," ujarnya. Lantaran berkantor di Jalan Ahmad Yani kilometer dua yang strategis. Dan akunnya mudah dicari di media sosial. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 14:10

Aksi Depan Istana Merdeka, Mahasiswa Asal Kalsel Bawa Isu Save Meratus

BARABAI - Merebahkan diri di aspal jalanan, sejumlah masyarakat berbagai elemen…

Senin, 19 Agustus 2019 11:56
Pemkab Balangan

Balangan Expo Digelar Selama Sepekan

PARINGIN – Bupati Balangan Ansharuddin ditemani unsur Forkopimda dan jajarannya…

Senin, 19 Agustus 2019 10:10

Jamin Pengobatan Korban Pasung, Pemko: Jangan Sembunyikan Penderita Gangguan Jiwa..!

BANJARMASIN - Dalam momen perayaan hari kemerdekaan ke-74, pemko mendeklarasikan…

Senin, 19 Agustus 2019 09:07

Maraknya Bisnis Akar Bajakah Bikin Khawatir Walhi Kalsel

BANJARBARU - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel sedang was-was dengan…

Senin, 19 Agustus 2019 09:03

Bursa Cabup Banjar: Masruf Buka Pintu Koalisi, Habib Abdullah Ingin Diusung Gerindra

MARTAPURA - Pemilihan bupati (pilbup) Kabupaten Banjar dipastikan menjadi salah…

Senin, 19 Agustus 2019 08:21

Duh, Masih Saja Ada Spanduk Diikat di Pohon, Kan Sudah Jelas itu Pelanggaran..!

BANJARBARU - Momentum HUT ke-74 RI kembali dimanfaatkan para tokoh…

Senin, 19 Agustus 2019 08:14

Sudah Celakai Warga, Tumpukan Material di Jalan Sapta Marga Dikeluhkan, Begini Tanggapan Dinas Terkait...

BANJARBARU - Warga Jalan Sapta Marga, Kelurahan Guntung Payung dibuat…

Senin, 19 Agustus 2019 08:09
Pemko Banjarbaru

Gelar Resepsi Kenegaraan Sembari Berbagi Piagam

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani dan Wakil Walikota…

Senin, 19 Agustus 2019 08:04
PARLEMENTARIA

DPRD Banjarbaru Minta Antisipasi Banjir Dilakukan Sejak Dini

BANJARBARU - Meski sekarang masih kemarau. Namun, Pemko Banjarbaru diminta…

Senin, 19 Agustus 2019 07:59
Pemkab Tanah Bumbu

Ratusan Obor Meriahkan Malam Taptu

BATULICIN - Ratusan anggota pramuka, pelajar SLTA, ASN Pemkab Tanbu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*