MANAGED BY:
RABU
21 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 25 September 2018 10:21
Kisah Mawar, Korban Kekerasan Seksual yang Menghuni Rumah Singgah
TRAUMA: Mawar, sebut saja namanya itu. Gadis berusia 12 tahun itu menolak pulang ke rumahnya. Lantaran takut dengan perbuatan ayah tirinya.

PROKAL.CO, Ini sepenggal kisah dari Mawar. Maaf, itu bukan nama asli. Dirinya adalah korban dugaan kekerasan seksual oleh ayah tirinya sendiri. Enam bulan berlindung di rumah singgah, bocah perempuan 12 tahun ini menolak pulang ke rumah.

Senja menjadi waktu favorit Mawar duduk melamun di teras Rumah Singgah Pemko Banjarmasin, Jalan Gubernur Soebarjo, Banjarmasin Selatan. Ditemani seekor kucing belang tiga berukuran mungil yang berada di pangkuannya. Tatapan matanya begitu kosong.

Sudah beberapa bulan terakhir, Mawar melakoni rutinitas membosankan seperti itu. Sejak bocah berambut ikal ini diamankan warga karena dugaan menjadi korban kekerasan seksual oleh ayah tirinya sendiri.

"Dia trauma, si pelaku belum juga ditemukan. Sampai sekarang," kata Nunu Febriani, Pekerja Sosial (Peksos) Rumah Singgah Baiman.

Mawar diamankan warga sejak bulan April 2018 lalu. Dari penuturan Nunu, kekerasan seksual yang dimaksud berupa pemerkosaan. Korban juga dieksploitasi ayah tirinya sendiri dengan meminta menjadi pengemis di kawasan Pasar Lama, Banjarmasin Tengah.

Mengorek informasi tentang Mawar boleh dibilang sukar. Saat ditemui penulis, sorot matanya langsung tak bersahabat. Ditanya mengenai kehidupannya, bocah ini cuma menjawab singkat. Ia mengaku berasal dari Buntok, Kalimantan Tengah. Selanjutnya, lebih banyak diam.

"Memang begitu kalau ketemu lelaki. Dia ketakutan. Trauma sekali. Sampai-sampai kami saja kesulitan mencari informasi tentang dia," tutur Nunu.

Informasi yang bisa didapat petugas rumah singgah, bocah ini tinggal bersama ayah tirinya sejak ditinggal kabur oleh ibu kandungnya. Sejak saat ibunya minggat, Mawar sering kali dijadikan objek seksual serta diminta mengemis sejak pagi buta.

Problem tambah kompleks ketika dirinya juga divonis mengidap gangguan autisme oleh psikolog Rumah Singgah. Informasi serba terbatas, sementara tak ada sanak keluarga yang menjenguknya.

Enam bulan berlalu, Mawar masih tetap tinggal di sini. Ia menolak untuk dipulangkan. "Belum tahu sampai kapan, tapi kami akan terus merawatnya," tandas Nunu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Banjarmasin, Iwan Fitriady mengatakan sudah mengawal kasus dugaan kekerasan seksual hingga pihak kepolisian.

"Namun, sampai sekarang kami bersama kepolisian belum bisa mendapatkan pelakunya yang diduga oleh ayah tirinya sendiri," bebernya.

Iwan memastikan bakal berkoordinasi terus dengan pihak Dinsos agar kondisi psikologis anak bisa terjaga dengan baik. "Intinya, sampai dia pulih seperti sedia kala," tuntasnya. (dom/at/nur)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*