MANAGED BY:
RABU
21 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Minggu, 21 Oktober 2018 16:11
Kasihannya ae..! Baru Dipanen 10 Ton Padi Terbakar
HANGUS: Warga korban kebakaran mengumpulkan sisa padi yang masih bisa dimanfaatkan di lokasi kebakaran, Minggu (21/10) pagi. | Foto: Ahmad Mubarak / Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, MARABAHAN - Musibah memang tidak kenal waktu. Baru mengadakan selamatan dirumahnya, Ijun (40) warga Simpang Arja RT2 RW1 Kecamatan Rantau Badauh, harus menerima kenyataan pahit. Rumahnya dan 4 rumah tetangganya diamuk Si Jago Merah, Minggu (21/10) dini hari sekitar pukul 01.00 Wita.

Menurut Ijun, setelah melakukan acara selamatan dirumahnya, dia beserta istri dan dua anaknya tidur seperti biasa. Ijun mengaku terbangun dari tidur pulas yang ketika melihat cahaya benderang di dapurnya.

"Saat bangun dan melihat dapur, api sudah berada di atas atap. Dinding dan lantai masih utuh," ujarnya.

Tanpa pikir panjang, Ijun membangunkan anak dan istrinya untuk bergegas keluar rumah. Serta berteriak minta tolong.

"Api sudah berkobar, atap yang terbuat dari daun Rumbia, membuat api sangat mudah melahapnya," ceritanya.

Menurut Ijun, kemungkinan api yang berasal dari dapurnya, berasal dari konsleting listrik. "Kemungkinan konsleting listrik. Api dari atap. Kompor sebelum tidur sudah di cek, aman saja," ujarnya.

Selain Ijun, api juga melahap empat rumah lainnya. Yaitu rumah Sahwani, Imanuddin, Jini, dan Badrudin. Semua rumah warga tersebut hanya sekitar 30 menit untuk si Jago Merah melahapnya. Maklum saja rumah terbuat dari kayu yang sudah usang.

Warga yang notabene petani tersebut harus kehilangan rumah beserta isinya. Serta padi yang baru mereka panen dilahap si jago merah.

"Saya hanya menyelamatkan berkas penting, satu motor, dan 5 karung padi," cerita Ijun dengan muka yang sedih.

Lanjut Ijun, untuk jumlah padi yang terbakar dari lima rumah tersebut, sekitar 1.000 blek atau setara 10 ton padi. "Padi saya yang terbakar 250 blek, dan saudara saya Imanuddin, 250 blek," ujarnya sedih.  (mr-152/ema)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*