MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 26 Oktober 2018 15:32
Menolak Uang, Kutuk Jadi Sawah Abadi

Adu Cepat Mempertahankan Areal Persawahan Banua

POTENSIAL: Panen bersama di lokasi Hari Pangan Sedunia, Jejangkit, Batola, 18/10).

PROKAL.CO, Pertanian bukan hanya sektor yang cuma difestivalkan. Permasalahan pertanian ril dan membutuhkan kepedulian dari semua pihak. Salah satu yang paling mencolok adalah menyusutnya areal persawahan karena digerus permukiman.

-------------------------------

"Rp3 juta-Rp4 juta per meter," ucap Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Selatan, Fathurrahman. Dia sedang menyebut harga areal persawahan di Gambut, daerah di Kalsel yang dulunya terkenal dengan lumbung padi-nya Kalimantan Selatan. Ungkapan lokal Kindai Limpuar datang dari daerah ini.

Dengan harga yang menggiurkan itu, tak heran petani berlomba-lomba menjual tanah mereka. Petani yang punya lahan 1 hektare bisa mengantongi uang sebesar Rp40 miliar! Itu sudah cukup untuk membiayai keluarga, membuka usaha baru dan menikmati masa tua tanpa lumpur.

Faktor bisa kaya mendadak inilah yang menurut Fathurrahman membuat areal persawahan di Kabupaten Banjar banyak tergerus.

"Penyebab terjadinya alih fungsi lahan pertanian itu salah satunya adalah karena pemilik lahan tergiur untuk mendapatkan uang jumlah besar dengan cara cepat," ucapnya.

Pihaknya menurut Fathurrahman tak bisa berbuat apa-apa. itu tanah mereka. Yang bisa membatasi adalah kepala daerah di kabupaten itu. Misalnya dengan membuat kebijakan pembatasan permukiman ke areal persawahan.

"Kita disini sifatnya hanya memberikan imbauan baik kepada petani dan pimpinan kepala daerah kabupaten/kota," ujarnya.

Di Kabupaten Banjar, pemerintah daerah juga berpacu waktu dengan para pemilik modal. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Banjar mengincar luasan lahan sawah untuk dijadikan sawah abadi.

Sejauh ini, Kabupaten Banjar baru memiliki 15 ribu hektare lahan abadi dan cadangan 17 ribu hektare. Total 32 ribu hektare murni lahan pertanian yang ttidak boleh digunakan untuk keperluan di luar pertanian.

“Kami mau minta lagi 15 ribu hektare lahan yang bisa jadi lahan abadi pertanian. Nih sekarang masih di bahas di internal sebelum RTRW direvisi,” kata Kasi Tanaman Pangan Firmansyah di sela rapat pembuatan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk RTRW di Pendopo Bupati Banjar kemarin.

Potensi lahan pertanian se Kabupaten Banjar luasnya 59 ribu hektare. Karena itu, pihaknya mendesak ada 15 ribu hektare lagi yang dimasukan dalam ketentuan untuk membentengi dari alih fungsi lahan.

“Kami ingin, semua tanah yang ditetapkan sebagai lahan abadi pertanian didukung pemangku kepentingan lain. Contohnya, ketika terbit sertifikat langsung ada keterangan bahwa lahan yang dibeli untuk pertanian, tidak bisa diganti atau diubah untuk membangun di luar keperluan pertanian,” tegasnya.

Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Farida Ariyani membenarkan permintaan dari sektor pertanian yang meminta mengamankan areal persawahan.
“Ada istilah substitusi, ketika menggunakan lahan pertanian untuk usaha harus ada ganti dua kali lipat dari di areal lain. Tapi ini masih wacana,” ungkapnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Banjar HM Fachry memastikan, menambah lahan abadi salah satu perjuangan pihaknya dalam pembahasan perubahan RTRW tahun ini.

Diuraikannya, beralihnya fungsi lahan sejatinya ancaman dan telah disadari langsung oleh petani, lahan-lahan pertanian mereka dikuasai pemilik modal. Sehingga tinggal menunggu waktu akan berubah fungsi.

“Usaha kami tentu saja membuka lahan rawa menjadi lahan produktif. Ini sikap kami menjaga banyaknya alih fungsi lahan akibat pembangunan,” pungkasnya.

Pertumbuhan Pembangunan di segala Bidang terutama pemukiman, industri dan pergudangan di Kabupaten Banjar tentu saja berpengaruh negatif terhadap sektor pertanian.

Khusus yang kena imbas langsung adalah produksi padi. Menurutnya, kegiatan alih fungsi lahan mengancam kemandirian, Ketahanan dan kedaulatan pangan daerah.

Dia mencatat ada 10 ribu hektare sawah Kabupaten Banjar berubah jadi kompleks perumahan dan sarana pendukungnya lainnya. Semua lahan itu termasuk subur karena berada di Kertak Hanyar , Gambut, dan Sungai Tabuk.

Meski memang dia menyadari dilemanya. “Alih fungsi lahan sulit dihindari karena jumlah penduduk yang meningkat kebutuhan yang tinggi untuk permukiman,” pungkasnya.

Sementara itu, untuk mencukupi kebutuhan beras dalam jangka panjang, pemerintah pusat akan mengeluarkan kebijakan perlindungan lahan persawahan.

Tujuannya, untuk mengerem alih fungsi lahan menjadi permukiman. Seperti dikatakan Wapres Jusuf Kalla (JK), penyusutan lahan pertanian rata-rata 1,5 persen pertahun.

Sesuai hasil pendataan citra satelit dan pengecekan lahan, total lahan sawah mencapai 7,1 juta hektar.

Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil menuturkan pemerintah memang sedang menggodok peraturan untuk jadi payung hukum perlindungan lahan baku sawah itu. Bentuknya, bisa peraturan pemerintah (PP) atau peraturan presiden (perpres).

Yang jelas akan ada insentif dan disinsentif untuk mempertahankan lahan persawahan itu.

”Apakah misalnya subsidi pupuk diberikan langsung, ataukah nanti (pembebasan) PBB dan lain-lain, sehingga ada kompensasi,” ujar dia.

Perlindungan sawah itu harus segera dilakukan agar sawah yang produktif itu tidak bisa beralih fungsi. Apalagi kebutuhan pangan saat ini masih sangat tergantung pada beras.

”Dari 7,1 juta ha itu mana yang harus betul-betul diselamatkan menjadi sawah abadi,” ujar dia.

Bakal dibuat pula mekanisme misalnya bila ada satu lahan telah dijadikan rumah tapi, lahan itu masuk kategori sawah abadi, maka perlu ada kompensasi.

”Dalam penetapan (sawah abadi) akurasi (pemetaan, Red) mungkin tak seratus persen. Tapi ada 99,9 persen, satu persen yang tak kena,” kata Sofyan.

Kalimantan Selatan sendiri memiliki areal persawahan yang cukup luas idbanding beberapa daerah lain di Indonesia. (lihat grafis). Luas areal persawahan di Kalsel sebesar 252.972 hektare. Lebih luas daripada Kalimantan Barat yang tinggal memiliki 155.818 hektare persawahan.  

Rahasianya? Belajar ke Batola

Barangkali daerah di Kalsel bisa mencontoh Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola). Kabupaten yang baru saja menjadi tuan rumah Hari Pangan Sedunia ini sukses mempertahankan areal persawahan mereka.

Di Batola terdapat 120.000 hektare lahan pertanian yang fungsional. Lahan yang terlalu luas itu bahkan membuat petani kewalahan. Hanya 100.000 hektare lahan pertanian yang bisa digarap warga.

Dia mengatakan alih fungsi lahan relatif tidak ada. Hanya ada lahan pertanian yang berada di tepi jalan yang di jadikan rumah tinggal.

Apa rahasianya?

Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Ramdan mengatakan dinasnya selalu dilibatkan dalam perencanaan pembangunan daerah dan pengembangan. "Bahkan kami dilibatkan dalam pemberian izin untuk mendirikan perumahan atau perusahaan," ceritanya.

Bagaimana jika ternyata perusahaan mengambil arela sawah? "Ya, Apabila tanah yang di gunakan tanah pertanian maka kami tidak bisa memberikan izin yang bersangkutan," tutupnya. (mr-152/gmp/mam/wan/ay/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Agustus 2019 08:31

Tarik Menarik Posisi Bupati: Wacana Koalisi PDIP-Nasdem di Kotabaru

KOTABARU – Politik di Saijaan makin dinamis. Para tokoh politik…

Sabtu, 24 Agustus 2019 08:29

Berangkat Haji Sendiri, Nini Kayuh Meninggal di Pesawat

RANTAU - Duka mendalam diterima keluarga Noorjannah dan keluarga Kayuh…

Sabtu, 24 Agustus 2019 08:25

Pengesahan Raperda Retribusi Minuman Beralkohol Ditunda, Ibnu Hindari Polemik

BANJARMASIN - DPRD Banjarmasin menggelar rapat paripurna, kemarin (23/8) sore.…

Sabtu, 24 Agustus 2019 08:21

Belum Dilantik, Anggota DPRD Sudah Minta Laptop

BANJARMASIN - Anggota DPRD Banjarmasin periode 2019-2024 baru akan dilantik…

Sabtu, 24 Agustus 2019 08:16

Pedagang Pasar Beras Belum Tahu Akan Dipindah ke Mana, Penyiringan Muara Kelayan Terancam Molor

BANJARMASIN – Rencana pembangunan Siring Muara Kelayan sepanjang 400 meter…

Sabtu, 24 Agustus 2019 07:59

Dana Cadangan Pilkada Kalsel, Siap

BANJARMASIN - Dana cadangan pelaksanaan Pilkada 2020 di Kalsel sebesar…

Sabtu, 24 Agustus 2019 07:42

Pembangunan SMA di Landasan Ulin: Lahan harus Tersedia Tahun 2019

BANJARBARU - Sempat jadi polemik. Pelajar SMP/sederajat di Kecamatan Landasan…

Sabtu, 24 Agustus 2019 07:19
Pemkab Tanah Bumbu

Wabup Hadiri Pencanangan ZI Karang Bintang

BATULICIN - Wabup Tanbu H Ready Kambo menghadiri Pencanangan Pembangunan…

Sabtu, 24 Agustus 2019 07:17
Pemkab Tanah Bumbu

Pererat Silaturahmi Penyuluh Pertanian

BATULICIN - Dinas Pertanian menggelar berbagai lomba dalam rangka memperingati…

Sabtu, 24 Agustus 2019 07:14
Pemkab Tanah Bumbu

Sekda Hadiri haul KH Zakaria

BATULICIN - Sekda Tanah Bumbu H Rooswandi Salem menghadiri Haul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*