MANAGED BY:
JUMAT
29 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 16 November 2018 08:54
Sosialisasikan KB Pria dan Kesehatan Reproduksi
SOSIALISASI: Wakil Ketua I TP PKK Banjarbaru Eny Apriyati Darmawan Jaya, didampingi Kepala Bidang KB KS Lely dan Lurah Loktabat Utara Indra saat menghadiri sekaligus membuka Sosialisasi KB Pria dan Kesehatan Reproduksi Keluarga Berencana di Aula Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kamis (15/11) kemarin. (FOTO: HUMAS PEMKO BANJARBARU)

PROKAL.CO, BANJARBARU - Wakil Ketua I TP PKK Banjarbaru Eny Apriyati Darmawan Jaya, didampingi Kepala Bidang KB KS Lely dan Lurah Loktabat Utara Indra, Kamis (15/11) kemarin, menghadiri sekaligus membuka Sosialisasi KB Pria dan Kesehatan Reproduksi Keluarga Berencana di Aula Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara.

Dalam kesempatan itu, Ketua I TP PKK Banjarbaru Eny Apriyati Darmawan Jaya menyampaikan bahwa Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 215 juta jiwa merupakan negara keempat terbesar di dunia setelah Cina, India dan Amerika.

Itu dikarenakan, besarnya pertumbuhan penduduk di masa lalu yang utamanya dipengaruhi oleh tingkat kelahiran.

"Meskipun saat ini tingkat kelahiran sudah dapat diturunkan, namun secara absolut jumlah penduduk Indonesia masih terus bertambah," katanya.

Dia menambahkan, sejak 1969 pemerintah sudah berusaha menekan laju pertambahan penduduk dengan cara mengatur kelahiran, pendewasaan usia kawin, meningkatkan ketahanan keluarga dan kesejahteraan keluarga yang disebut dengan program Keluarga Berencana (KB).

"Sayangnya, semenjak dicanangkannya program KB, hampir sebagian besar peserta KB adalah perempuan. Terbatasnya jumlah peserta KB pria hampir merata di seluruh wilayah Indonesia," tambahnya.

Menurutnya, untuk meningkatkan peserta KB pria perlu ada pengetahuan yang cukup tentang KB dan kesehatan reproduksi. "Melalui sosialisasi ini diharapkan kita bersama dapat terus mendukung program keluarga berencana," ujarnya.

Dia menyampaikan, KB jangan hanya diartikan sebagai penggunaan alat kontrasepsi. Kontrasepsi hanya alat untuk menunda, menjarangkan, atau membatasi kelahiran.

"Yang terpenting adalah bagaimana keluarga merencanakan pembangunan di keluarganya," pungkasnya. (ris/al/bin)


BACA JUGA

Kamis, 28 Mei 2020 11:50

Yang Tersisa dari Penerapan PSBB: Ombudsman Terima 85 Aduan Kasus Bansos

Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di empat daerah di…

Kamis, 28 Mei 2020 11:49
BREAKING NEWS

7 Tenaga Medis Diisolasi di Eks Gedung Akper

BARABAI- 25 orang warga HST di karantina di Eks Gedung…

Kamis, 28 Mei 2020 11:48

Sudah Siap untuk Normal Baru? 4 Daerah di Kalsel Masuk Tatanan Baru

BANJARBARU - Pemerintah pusat telah mempersiapkan prosedur penerapan new normal…

Kamis, 28 Mei 2020 11:44

KPU Kejar Pilkada 9 Desember

BANJARMASIN - Panjangnya masa tanggap darurat pandemi membuat penyelenggaraan Pilkada…

Kamis, 28 Mei 2020 11:42

Pasca Lebaran, Banua Cetak 73 Kasus Baru Dalam Sehari

BANJARMASIN - Prediksi kasus Covid-19 di Kalsel bakal memuncak setelah…

Kamis, 28 Mei 2020 10:45

Nasib PSBB Banjarbaru Ditentukan Hari ini

BANJARBARU - Setelah diterapkan kurang lebih 12 hari terakhir. Pembatasan…

Kamis, 28 Mei 2020 10:35

Ibnu Sina Pilih Berdamai

BANJARMASIN - Alih-alih melandai, angka kasus positif COVID-19 di Banjarmasin…

Kamis, 28 Mei 2020 10:32

Banua Anyar "Lockdown Lokal", PSBK Ternyata Lebih Ketat daripada PSBB

BANJARMASIN - PSBB jilid III di Banjarmasin berakhir empat hari lagi.…

Kamis, 28 Mei 2020 10:02

Pedagang Pasar Keraton dan Binuang Diperiksa

RANTAU – Rapid test digelar di dua pasar di Kabupaten…

Kamis, 28 Mei 2020 09:30
Pemko Banjarbaru

Wali Kota dan Wawali Kunjungi Pos Pamtas

BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani bersama Wakil Walikota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers