MANAGED BY:
JUMAT
29 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 17 November 2018 12:55
Abdul Latif Mundur, Partai Pengusung Siap-siap Tentukan Wakil
MOMEN: Ketua DPRD HST H Saban Effendi saat meneken surat pengunduran diri Bupati HST H Abdul Latif disaksikan Plt Bupati HA Chairansyah (kiri), Jumat (16/11).

PROKAL.CO, BARABAI – Hening dan tampak haru, begitulah suasana ruang sidang paripurna DPRD Hulu Sungai Tengah, ketika Wakil Ketua DPRD Tajuddin membacakan surat pengunduran diri Bupati non aktif H Abdul Latif yang saat ini berada di tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (16/11).

Dalam suratnya, Abdul Latif yang terpilih menjadi Bupati HST periode 2016-2021 ini, menyampaikan permohonan maaf kepada warga Murakata, karena tidak mampu menjalankan amanah hingga akhir masa jabatan.

Latif sendiri, dalam kasus suap proyek RSUD Damanhuri yang menjeratnya hingga ditangkap KPK pada 4 Januari 2018 lalu, akhirnya divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan pada Kamis (20/9/2018) sore di Pengadilan Tipikor Jakarta. Meskipun atas vonis tersebut, Latif mengajukan banding.

Bupati yang dikenal dengan kebijakan menolak tambang batubara di HST, mencabut izin perkebunan kelapa sawit dan melarang angkutan berat melebihi tonase di jalan utama wilayahnya, khususnya angkutan semen milik PT Conch.

Mengaku dalam suratnya, apa yang ia alami merupakan ujian dan cobaan, serta risiko sumpah janji jabatan.

Lalu ia juga mengucap terima kasih kepada para DPRD, habaib, ulama, serta aparatur pemerintah kabupaten HST dan seluruh warga Murakata, atas kerja samanya selama ia memimpin.

Latif mengaku, keputusannya untuk mundur didasari pada keinginan untuk menjunjung supremasi hukum, juga agar tidak menghambat roda pemerintahan di HST yang selama ini dijalankan oleh Plt Bupati, yakni Wakil Bupati Chairansyah.

Sementara itu, Ketua DPRD HST H Saban Effendi menyebut, dewan menerima pengunduran diri tersebut. "Kami membuatkan surat persetujuan atas pengunduran diri tersebut.

Lalu kemudian akan diproses melalui sekretariat DPRD, kemudian disampaikan ke Pemprov Kalsel, ke Gubernur H Sahbirin Noor," kata Saban Effendi.

Di sisi lain, setelah pengunduran Abdul Latif ini, nantinya Wakil Bupati akan naik menjadi bupati. Sementara kursi kosong yang ditinggal Wabup menjadi hak dari partai pengusung pasangan Abdul Latif-Chairiansyah pada Pilkada 2015 lalu, yakni Gerindra, PBB dan PKS.

Beberapa nama pun disebut, tapi hanya satu yang sepertinya mendapat lampu hijau dari salah satu partai pengusung. Yakni Muhammad Sampurna, kader PBB yang saat ini duduk di DPRD. Menariknya, suara dukungan itu muncul bukan dari partainya sendiri, melainkan dari PKS.

"Kita tidak mempermasalahkan Sampurna bukan dari kader PKS, yang terpenting mempunyai visi-misi yang sama dalam memajukan HST," kata Faqih usai mengikuti rapat paripurna pengunduran diri H Abdul Latif di Gedung DPRD HST.

Tetapi ketika ditanyakan kepada Ketua DPC PBB HST Abu Permadi, ia mengaku partainya belum menentukan sikap. "Masih perlu berkoordinasi dengan para pimpinan partai pengusung lainnya," katanya.

Ia justru menyebut, ada nama yang diajukan oleh DPP PBB untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan. “Tapi hasilnya secara resmi belum bisa dipegang kuat,” tambahnya, seraya menghindar untuk menyebut siapa nama tersebut.

Lalu bagaimana dengan Gerindra? "Secara partai memang Gerindra belum menentukan sikap siapa calon yang diusulkan. Tapi Ketua DPC Gerindra HST H Rahmadi saat ini fokus pada dirinya sebagai Caleg," kata anggota DPRD HST dari Fraksi Partai Gerindra Salpia Riduan.

Sekilas Salpia menyebut, ada nama yang direkomendasikan dari Gerindra dan menunggu keputusan dari DPD Provinsi. (mar/by/bin)


BACA JUGA

Kamis, 28 Mei 2020 11:50

Yang Tersisa dari Penerapan PSBB: Ombudsman Terima 85 Aduan Kasus Bansos

Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di empat daerah di…

Kamis, 28 Mei 2020 11:49
BREAKING NEWS

7 Tenaga Medis Diisolasi di Eks Gedung Akper

BARABAI- 25 orang warga HST di karantina di Eks Gedung…

Kamis, 28 Mei 2020 11:48

Sudah Siap untuk Normal Baru? 4 Daerah di Kalsel Masuk Tatanan Baru

BANJARBARU - Pemerintah pusat telah mempersiapkan prosedur penerapan new normal…

Kamis, 28 Mei 2020 11:44

KPU Kejar Pilkada 9 Desember

BANJARMASIN - Panjangnya masa tanggap darurat pandemi membuat penyelenggaraan Pilkada…

Kamis, 28 Mei 2020 11:42

Pasca Lebaran, Banua Cetak 73 Kasus Baru Dalam Sehari

BANJARMASIN - Prediksi kasus Covid-19 di Kalsel bakal memuncak setelah…

Kamis, 28 Mei 2020 10:45

Nasib PSBB Banjarbaru Ditentukan Hari ini

BANJARBARU - Setelah diterapkan kurang lebih 12 hari terakhir. Pembatasan…

Kamis, 28 Mei 2020 10:35

Ibnu Sina Pilih Berdamai

BANJARMASIN - Alih-alih melandai, angka kasus positif COVID-19 di Banjarmasin…

Kamis, 28 Mei 2020 10:32

Banua Anyar "Lockdown Lokal", PSBK Ternyata Lebih Ketat daripada PSBB

BANJARMASIN - PSBB jilid III di Banjarmasin berakhir empat hari lagi.…

Kamis, 28 Mei 2020 10:02

Pedagang Pasar Keraton dan Binuang Diperiksa

RANTAU – Rapid test digelar di dua pasar di Kabupaten…

Kamis, 28 Mei 2020 09:30
Pemko Banjarbaru

Wali Kota dan Wawali Kunjungi Pos Pamtas

BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani bersama Wakil Walikota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers