MANAGED BY:
MINGGU
15 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 21 November 2018 09:48
Buka Akses Jalan Puluhan Kilometer Sampai Bangun Bandara

Menengok Peninggalan Masa Kejayaan Perusahaan Kayu PT Valgosont di Tanah Bumbu

SEMPAT BIKIN BANDARA: Monumen pesawat di tengah-tengah Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Teluk Kepayang Kecamatan Kusan Hulu Kabupaten Tanah Bumbu ini menjadi saksi sejarah kejayaan perusahaan kayu PT Valgoson Indonesia. (KARYONO/RADAR BANJARMASIN)

PROKAL.CO, Selain dikenal sebagai penghasil batubara terbesar di Kalimantan Selatan, Tanah Bumbu yang memiliki hutan yang melimpah juga pernah menjadi saksi dari kejayaan industri kayu.

KARYONO, Batulicin

Bahkan, sejak tahun 1960 sudah beroperasi perusahan kayu PT Kodeko. Beberapa tahun kemudian, menyusul PT Valgoson Indonesia.

Perusahaan dari Filipina ini mulai survey sejak tahun 1968. Lokasi survey berada di Desa Teluk Kepayang Kecamatan Kusan Hulu Kabupaten Tanah Bumbu. Saat itu, kondisi desa sangat terisolir. Baru pada tahun 1970, perusahaan ini mulai produksi.

H Basaludin Salem, salah satu kepala desa disana mengungkapkan keberadaan perusahaan kayu ini memberikan manfaat positif bagi pembangunan desa.

“Sejak mau beroperasi, perusahaan ini sudah membuka akses jalan desa. Sekarang sudah menjadi jalan permukiman Desa Teluk Kepayang,” jelasnya, kemarin.

Jalan yang dibuka sepanjang 20 KM dengan lebar 20 meter dari Desa Teluk Kepayang ke Desa Lasung. “Selama beroperasi, warga desa sangat mendukung,” terang Basaludin.

Penebangan pohon yang dilakukan perusahaan ini sangat selektif sekali. Pohon yang akan di produksi harus memiliki diameter diatas 60 cm, kurang dari itu tidak ditebang, tapi dipelihara. “Penebangan pohon khusus meranti saja, yang lain tidak,” terang Basaludin.

Kayu-kayu yang sudah ditebang itu kemudian dibawa ke logpond, setelah itu baru dilarutkan. “Sekali melarutkan relatif, tergantung produksi dan kesiapan kayu di logpond,” terang Basaludin.

Kepala Desa Teluk Kepayang sejak tahun 1988 hingga 2010 itu menambahkan karyawan yang dipekerjakan juga kebanyakan berasal dari desa setempat, sebagian dari Pulau Jawa dan sebagian kecil dari Filipina. “Jumlah karyawan sekitar ratusan orang,” sebutnya.

Selain membuka akses jalan, pada tahun 1974 perusahaan ini pun ternyata juga membangun bandara. Landasan pacu sepanjang 1000 meter. Bandara tersebut didarati pesawat berpenumpang 9 orang.

Selain membuka akses jalan hingga puluhan kilometer dan membangun bandara, selama beroperasi PT Valgoson Indonesia banyak memberikan kontribusi kepada daerah, khususnya Desa Teluk Kepayang, diantaranya membangun sarana olahraga, masjid dan gereja.

“Alhamdulillah selama perusahaan itu beroperasi banyak memberikan manfaat bagi warga desa. Perusahaan tidak pernah mengalami masalah, bahkan sangat tertib. Perekrutan tenaga kerja yang sangat bagus.

Hubungan pimpinan dan karyawan sangat familiar dan tidak ada batasan,” papar H Basaludin yang juga Anggota DPRD Tanbu.

Sayangnya, pada tahun 1982 perusahaan ini tutup, begitu juga bandaranya berhenti beroperasi. “Seluruh karyawan di rumahkan,” kata H Basaludin.

Sampai saat ini, bukti keberadaan bandara itu masih ada. Salah satunya dengan dibangunnya monumen pesawat di RTH Teluk Kepalayang yang menjadi saksi sejarah kejayaan PT Valgosont Indonesia.

Abdul Muhaiming Siddiq, warga Batulicin menjadi salah satu saksi yang melihat kejayaan perusahaan kayu PT Valgoson. Sejak berusia 5 tahun, dia sering melihat kayu log hasil tebangan perusahaan tersebut dilarutkan di sungai dan ditarik kapal tugboat ke Muara Sungai Kusan Pagatan.

“Kebetulan saya tinggal di pesisir sungai kusan, tepatnya di Desa Betarang (sekarang bernama Desa Mekarjaya),” terang Muhaiming.

Bahkan, dia kerap mendapat cerita tentang PT Valgosont dari ayahnya yang bekerja di perusahaan itu. “Biasanya kayu yang dibawa memiliki panjang 10 meteran, yang dirakit ratusan meter larut di sungai,” katanya.

Dia mengapresiasi dan bangga terhadap langkah pemerintah daerah yang membuat RTH dengan adanya monumen pesawat peninggalan PT Valgoson.

“Ini bukti kejayaan PT Valgosont memang ada. Sejak tahun 70-an memang sudah ada perusahaan kayu yang beroperasi di Tanah Bumbu,” katanya. (kry/by/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 14 September 2019 09:38

Angkat Perjuangan Guru Terpencil Mempelajari IT

Kantor Pusat Radar Banjarmasin, kemarin kedatangan tamu salah seorang finalis…

Kamis, 12 September 2019 11:44

Posko Bantuan Alalak Selatan: Bantuan Datang dari Segala Penjuru

Dua hari setelah kebakaran hebat di Alalak Selatan, bantuan datang…

Senin, 09 September 2019 12:24

Ayo Gowes sampai Ban Bocor!

Kota Banjarmasin sedang jadi perhatian insan olahraga nasional. Sebagai tuan…

Sabtu, 07 September 2019 12:26

Ersya Purnama Sari, Peserta The Voice asal Banjarmasin

Satu lagi perempuan asli Banjarmasin yang membawa nama baik bagi…

Sabtu, 07 September 2019 12:16

Puluhan Tahun Hanya Diberi Janji, Begini Harapan Warga di Perbatasan HST-HSU

Janji tinggal janji. Itulah yang dirasakan Tatah Cagat Balimau, Desa…

Jumat, 06 September 2019 12:22

Penayangan Pedana Film Suami yang Menangis

"Kalau tidak mampu, lebih baik bersabar. Cukup dengan satu istri”.…

Kamis, 05 September 2019 13:19

Tergantung Leding, Tak Takut Lagi Surutnya Sungai Pas Kemarau

Tinggal di kota seribu sungai tak membuat Banjarmasin berlimpah air…

Rabu, 04 September 2019 11:34

Tarif Ojek Online Naik, Sayangnya Insentif Malah Turun

Tarif baru ojek online (ojol) dimulai serentak seluruh Indonesia sejak…

Selasa, 03 September 2019 11:49

Ibnu Sina Tantang Siswa Menulis tentang Banjarmasin

10 detik awal yang dilakukan 79 persen generasi milenial saat…

Minggu, 01 September 2019 09:59

Begini Sensasi Naik Helikopter Pengebom Air

Setiap hari di musim kemarau helikopter pengebom air berpatroli di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*