MANAGED BY:
JUMAT
12 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 27 November 2018 11:53
Polisi Tangkap Penyebar Hoax

Kaitkan Kematian Levie Prisilia Dengan Bunuh Diri Polisi

OLAH TKP: Petugas kepolisian telah berhasil mengungkap siapa sebenarnya pembunuhan Levie Prisilia.

BANJARMASIN - Sudah banyak kejadian hanya karena posting suatu tulisan atau komentar di medsos berujung di penjara. Itu tidak menjadi pelajaran bagi pemuda berinisial MRR (21).

Pemuda yang tinggal di Jalan Handil Bhakti, Kabupaten Barito Kuala (Batola) ini harus berurusan dengan unit siber Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kalsel. 

Persoalannya, MRR memposting tulisan di medsos tentang tewasnya seorang perempuan bernama Levie Prisilia. Wanita berusia 35 tahun itu ditemukan tewas bersimbah darah di dalam mobil berwarna biru metalik dengan nomor polisi DA 1879 TN yang terparkir di Jalan Ahmad Yani KM 11.800, Kabupaten Banjar pada Jumat (23/11) pagi.

Pelaku yang memiliki akun medsos with_rifky mem-posting tulisan, Pelaku pembunuhan tuh orang handil bhakti di komplek mitra bakti semangat dalam pembunuhnya th polisi korbannya th selingkuhan polisi nih pas sudah membunuh polisinya gantung diri dirumahnya jua jadi sama2 mati th.

“Tidak lama setelah korban wanita tewas di dalam mobil, ada salah satu anggota kepolisian gantung diri. Itu dikait-kaitkan pelaku dengan kematian korban. Padahal tidak sama sekali, motifnya juga beda,” tegasnya Dirkrimsus Polda Kalsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Rizal Irawan, kemarin (26/11).

Mantan Kapolres Tanah Laut (Tala) ini mengungkapkan, pihaknya mengetahui setelah anggota unit siber yang sedang melakukan patroli di dunia maya melihat posting pelaku di salah satu medsos. 

Khawatir kabar hoax yang disebar pelaku meresahkan, petugas langsung melacak keberadaan pelaku di rumahnya. “Pelaku kami tangkap di rumahnya Jumat (23/11) siang hari,” katanya.

Hasil analisis dan fakta-fakta yang ditemukan, pelaku terbukti melawan hukum dan melanggar Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Bunyinya, barang siapa menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga bahwa kabar demikian akan atau sudah dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi, tingginya dua tahun.(gmp/az/dye)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers