MANAGED BY:
MINGGU
15 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 20 Desember 2018 12:33
Bendahara KNPI Ikut Terseret Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pemkab Tala

Syahruji Fadilah Terancam Dipecat PDI-P

Foto ilustrasi

PROKAL.CO, PELAIHARI- Kejaksaan Negeri Tanah Laut (Tala) rupanya tak ingin menunda-nunda lagi. Setelah menetapkan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tala Syahruji Fadillah sebagai tersangka, Kejaksaan juga menetapkan status yang sama kepada Bendahara KNPI Tala, Paulina.

Paulina menjadi tersangka sekitar pukul 21.00 Wita Selasa Malam (18/12), hanya tiga jam setelah penahanan Syahruji. Dia dijerat atas dugaan kasus yang sama, yakni korupsi terhadap dana hibah dari Pemkab Tala senilai Rp 1,2 miliar.

Sebagaimana Syahruji, Paulina juga langsung ditahan di Rutan Pelaihari setelah terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Hadji Beojasin Pelaihari.

Kepala Kejaksaan Negeri Pelaihari Tri Tatmala Wahanani mengatakan, dalam pemeriksaan kepada para tersangka ini, sejumlah anggaran kegiatan yang dibiayai dari dana hibah Pemkab Tala diduga di-mark-up.

Ada 24 kegiatan penggunaan dana hibah KNPI yang tidak sesuai dengan pertanggungjawabkan oleh jajaran pengurus. Atas perbuatan mereka, negara dirugikan sebesar Rp300 juta.

Kedua tersangka dikenakan pasal 2 ayat 1serta pasal 3 dan pasal 9 undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi dan diubah dengan Undang-Undang RI nomor 20 tahun 2001 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara.

Tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka lainnya dalam kasus ini. Kejaksaan masih melakukan pemeriksaan terhadap semua pengurus KNPI Tala.

Sementara itu, mencuatnya kasus dugaan penyelewangan dana hibah di Kabupaten Tanah laut disorot, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel. Ini menurut mereka bisa dijadikan pelajaran untuk kegiatan pemuda. Tidak boleh dana hibah digunakan di luar kegiatan.

Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel, Hadi Safitri mengatakan kasus ini bisa juga karena apa yang dilakukan oleh penerima dana hibah tak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dilakukan pada saat melakasanakan suatu kegiatan.

“Laporan pengeluaran pun harus sesuai standar harga yang ditetapkan melalui peraturan gubernur (Pergub),” terangnya.

Hadi memaparkan, dana hibah didapat oleh penerima berawal dari pengajuan proposal kepada dinas pengampu. Dia memberi contoh Dispora Kalsel. Para penerima yang mendapatkan dana hibah harus melalui proses verifikasi terlebih dahulu.

Setelah selesai melakukan telaahan proposal yang diajukan tersebut, pihaknya akan mengeluarkan surat pengantar atau semacam rekomendasi ke Badan Keuangan dan Aset Daerah (Bakeuda) Kalsel.

Di Bakeuda Kalsel, proposal akan kembali diverifikasi untuk memastikan pemberian dana hibah. “Kan bisa saja fiktif,” tambahnya.

Ketika Bakeuda selesai melakukan verifikasi, tak serta merta dana hibah dapat dicairkan. Proses administrasi kembali dilakukan dengan meminta penetapan dana hibah dari gubernur.

“Ketika ini sudah keluar, baru dilakukan proses nota perjanjian hibah daerah (NPHD) antara dinas pengampu dengan penerima,” paparnya.

Ketika pencairan dana hibah pun, dinas pengampu tak menerima dana hibah tersebut. Dana hibah dicairkan dari Bakeuda Kalsel langsung ke penerima. “SKPD pengampu hanya menyelesaikan dokumen syarat atau proposal pengajuan,” kata Hadi.

Sementara, dana hibah di Dispora Kalsel disebutkannya, tahun ini mengalami pengurangan jika dibandingkan tahun lalu. “Tahun lalu sekitar Rp19 miliar. Sedangakan tahun ini jumlahnya Rp14 miliar lebih,” ujarnya.

Sementara itu, Syahruji Padillah sendiri ternyata merupakan salah satu calon legislatif asal PDI-P. Dia maju untuk DPRD Kabupaten Tala di dapil 1 meliputi Kota Pelaihari, dan Kecamatan Bajuin.

Sekretaris DPC PDIP Tala Suntung Yani membenarkan jika Syahruji Padilah merupakan kader dari Partai moncong putih. Syahruji bahkan menjabat sebagai Ketua PAC Pelaihari. “Kami mengetahui informasi (dia) tersangka dari media,” ucapnya kepada Radar Banjarmasin, Rabu (19/12).

Dengan ditetapkannya status tersangka tersebut, pihaknya akan langsung melakukan pemecatan. Tetapi nanti akan diputuskan oleh DPD PDI-P Kalsel. “Nanti DPD yang mengeluarkan surat keputusan,” tutupnya.

Komisioner KPU Tala bidang hukum dan pengawasan Akhmad Rozy mengatakan penetapan tersangka salah seorang caleg itu belum dapat diproses, karena masih menunggu keputusan pengadilan.

Nanti setelah mendapat status inkrah, proses di KPU akan berjalan. Nama caleg akan tertulis di surat suara, dan saat mendapatkan suara sah dari pemilih, tinggal keputusan partai bersangkutan untuk memproses.

“Kalau terdakwa, maka partai akan melakukan proses PAW,” ungkapnya. (ard/mof/ay/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 14 September 2019 14:34

419 Hotspot Kepung Kalsel, Terbanyak Selama 2019

BANJARBARU - Semakin hari, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di…

Sabtu, 14 September 2019 14:31

Pengadaan Barang dan Jasa Peluang Korupsi Tertinggi

BANJARMASIN – Pengadaan barang dan jasa pemerintah menjadi celah korupsi…

Sabtu, 14 September 2019 14:25

Undangan Viral, Acara Kontes Waria Batal

RANTAU - Sebaran undangan kontes waria yang rencananya dilaksanakan di…

Sabtu, 14 September 2019 14:12

EKSIS...!! Begini Nih....Modus Baru PSK Banjarmasin

Komandan Peleton II Satpol PP Banjarmasin, Rizkan Wahyudi mengatakan, ada…

Sabtu, 14 September 2019 14:09

Dikira Razia Sudah Usai, Ternyata...

BANJARMASIN - Operasi Patuh Intan 2019 berakhir, jangan dikira takkan…

Sabtu, 14 September 2019 14:07

Petandi Dan Aparat Desa Bersekongkol Edarkan Narkoba, Disimpan dalam Kotak Sandal

BANJARMASIN - Seorang petani dan seorang aparat desa bersekongkol mengedarkan…

Sabtu, 14 September 2019 09:40

Koruptor RS Datu Sanggul Dieksekusi

RANTAU - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tapin berhasil mengamankan satu terpidana…

Jumat, 13 September 2019 16:03

Taluk Talaran Diserang Api, BPK Kewalahan, Nenek ini Sampai Ikut Turun Padamkan Api

MARABAHAN - Dalam tiga hari belakangan, Marabahan hampir dikepung api.…

Jumat, 13 September 2019 11:51

Perangi Karhutla, Helikopter Rusak, Sekarang Masih Terongok

BANJARBARU - Helikopter pengebom air yang melakukan pemadaman kebakaran lahan…

Jumat, 13 September 2019 11:48

Pesawatnya Tertunda Karena Kabut Tebal, Wakapolri: Karhutla di Kalsel Sudah Meluas, Pembakaran Ini Ada Kesengajaan

Banjarbaru - Kabut asap yang menebal membuat penerbangan di bandara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*