MANAGED BY:
SELASA
15 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 08 Januari 2019 12:20
Dua Tahun Berjuang Tak Kembalikan Jabatan Lama
JANGAN ADA DENDAM: Mantan pejabat fungsional Cipta Waspada menyalami Sekda Said Akhmad usai pelantikan dirinya jadi staf ahli.

PROKAL.CO, Dua tahun menanti, energi dan finansial terkuras. Di hari pelantikan kemarin, beberapa mantan pejabat fungsional tak kuasa menyembunyikan kecewa. Mereka memang dilantik, tapi bukan ke posisi awal sebagai kepala dinas, melainkan jadi staf ahli.

KOTABARU - Nama Ibnu B Foen dipanggil, nama jabatan barunya disebut. Sebelumnya raut wajahnya sudah terlihat agak lesu. Posisi jabatannya sebelumnya Kepala Dinas Perkebunan diisi pejabat lain. Pupus harapannya.

Seperti diduga, protokol acara pelantikan menyebut jabatan baru Ibnu B Foen sebagai staf ahli. Ibnu berdiri, membusungkan dada, mengacungkan dua tangan ke atas. "Hidup!" teriaknya, disambut tawa.

Ada 9 orang pejabat fungsional yang dilantik, Senin (7/1) pagi kemarin di Gedung Paris Barantai. Mereka ternyata tidak dikembalikan ke jabatan semula, seperti yang mereka harapkan. Dari sembilan orang itu, enam orang menduduki jabatan Kepala SOPD, sisanya jadi staf ahli.

Yang menduduki Kepala SOPD, jabatanya bukan jabatan semula. Seperti Hairuddin, dulu Kepala Dinas Pertanian. 2017 dia difungsionalkan. Dan kemarin dilantik jadi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran.

Yang jadi staf ahli selain Ibnu, ada Sugian Noor dan Cipta Waspada. Usai pelantikan, Ibnu terlihat sempat menepukkan SK pelantikan ke kursi. Seolah kurang puas.

Kepada wartawan, para pejabat staf ahli itu mengaku secara pribadi mereka tidak ada masalah. Walau katanya, masa dua tahun berjuang di jalur hukum hingga menang di tingkat kasasi, menjadi tidak berarti.

Mestinya kata Sugian, mereka dikembalikan ke posisi semula. Karena hukum sudah membatalkan pelantikan mereka menjadi fungsional pada awal 2017 silam.

Tambah lagi kata mereka, di SK tertulis jabatan mereka sebelumnya adalah pejabat ahli madya atau setingkat Eselon III. "Aturannya kan Eselon III naik ke Eselon II harus melalui prosedur lelang. Kami khawatir pelantikan kami nanti kembali bermasalah dalam kaca mata hukum," ujar Sugian.

Terlepas dari itu, mereka juga menyesalkan. Bukan Bupati Sayed Jafar yang melantik. Tapi diwakilkan oleh Sekda Said Akhmad. "Kami maunya bupati, biar kami juga bisa pelukan. Supaya publik lihat, pribadi kami gak ada masalah. Tapi profesional saja," tambah Sugian.

Usai pelantikan, Sugian Cs memang berpelukan dengan Said Akhmad. Mereka cipika-cipiki. Momen itu terlihat mengharukan. Pasalnya, dua tahun para pejabat fungsional menanti. Pada tahun 2017 mereka menempuh upaya hukum, menggugat SK Bupati. Menang di pengadilan, pemerintah banding, menang lagi. Sampai final di MA pada awal 2018 silam.

Ibnu juga mengingatkan, selain jabatan, putusan hukum juga berdampak pada status mereka. Artinya, selam dua tahun difungsionalkan mereka tidak mendapatkan hak sebagai pejabat Eselon II. Tapi hanya menerima hak sebagai Eselon III.

Diminta tanggapannya, Sekda Said Akhmad menekankan. Terpenting ke depan, semua bekerja sama dengan maksimal. Lupakan yang sudah terjadi.

Bupati tidak hadir kata Sekda karena kelelahan, habis dari mengujungi warga di pelosok. Sementara terkait posisi jabatan menurutnya sudah prosedural. "Kan sudah dikembalikan semua statusnya sebagai pejabat Eselon II," ujarnya.

Lebih detil Kabag Hukum, Annur, menjelaskan. Menurutnya para ASN mantan pejabat fungsional sudah tidak punya kekuatan melakukan upaya lainnya terkait pelantikan hari itu. Para ASN itu katanya sudah membuat pernyataan di atas materai, tidak akan menuntut apa pun sesudahnya.

Pernyataan itu kata dia dibuat tidak lama setelah tiba pemberitahuan MA bahwa kasasi yang diajukan tim kuasa hukum pemerintah daerah melawan ASN fungsional ditolak. Pernyataan itu sebutnya, dibuat dalam proses damai antara para ASN dan Bupati.

Bukan hanya soal ASN. Juga mengejutkan publik adalah Johan Ariffin. Sebelumnya, dia menjabat Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air.

Melalui proses lelang jabatan. Di bawah kepemimpinan Johan, kinerja Bina Marga meningkat. Tahun 2018 secara umum kinerjanya mencapai 97 persen, untuk serapan anggaran. Capaian itu disebut-sebut pertama terjadi di Kotabaru.

Tapi Johan dimutasi. Jadi pejabat administrator sebagai Inspektur Pembantu Wilayah III Inspektorat Kotabaru.

Mengapa bisa terjadi? Sekda Said Akhmad mengatakan. Johan sendiri yang meminta mundur dari instansinya. Sayang, saat wartawan mencoba meminta tanggapan Johan, yang bersangkutan tidak ada di kantornya.

Selain Johan, di Bina Marga yang juga dimutasi adalah Sekretaris Suprapti Tri Astuti. Wanita ini dipindah jadi Sekretaris Dispora Kotabaru. Salah seorang pejabat di Bina Marga mengatakan, mereka bagai ayam kehilangan induk. (zal/ay/ran)


BACA JUGA

Senin, 14 Oktober 2019 12:38

Paman Birin Ditantang Wakil Menteri era SBY

BANJARBARU - Usai sempat diprediksi bakal melawan kotak kosong pada…

Senin, 14 Oktober 2019 12:34

Habis Asap, Siaga Lagi Banjir

BANJARMASIN - Asap memang sudah mulai berangsur-angsur hilang, namun masyarakat…

Senin, 14 Oktober 2019 12:30

Amankan Hutan Lindung Liang Anggang..! Dishut Bakal Blokade Izin Pengelolaan dan Pemanfaatan

BANJARBARU – Penyerobotan tanah dan pembalakan liar yang ditengarai terjadi…

Senin, 14 Oktober 2019 12:16

Sampai Bosan Memohon Bantuan ke Pemko, Murung Selong Bak Anak Tiri

BANJARMASIN - Selama 10 tahun terakhir, titian ulin sepanjang satu…

Senin, 14 Oktober 2019 12:12

Baru 2 Bulan, Siswa Disabilitas di PKBM Terus Berkurang

BANJARMASIN - Baru dua bulan berjalan, empat penyandang disabilitas yang…

Senin, 14 Oktober 2019 12:09

Dibenahi, Tiga Jembatan Ulin Dipermak Bareng-bareng

BANJARMASIN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banjarmasin meneruskan…

Senin, 14 Oktober 2019 12:02

Tak Semua Harus Dilestarikan, Misalnya Budaya ini...

BANJARMASIN - Dijuluki Kota Seribu Sungai, tak aneh jika banyak…

Senin, 14 Oktober 2019 10:29

Bandara Syamsudin Noor Siapkan 5.600 Hektare untuk Aero City

BANJARBARU - Menyambut hadirnya terminal baru Bandara Syamsudin Noor yang…

Senin, 14 Oktober 2019 10:15
Pemko Banjarbaru

Ririen Hadiri Reakreditasi Puskesmas Guntung Payung

BANJARBARU - Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Hj Ririen Nadjmi…

Senin, 14 Oktober 2019 10:12
PARLEMENTARIA

Potensi Lokal Belum Digali Secara Maksimal

BANJARBARU - Anggota DPRD Banjarbaru Emi Lasari menyoroti potensi lokal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*