MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Senin, 21 Januari 2019 09:48
Hampir Kena Bacok, Karena Tersinggung Pengamen Lakukan Pengeroyokan
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Ridwan alias Cemod, berusia 34 tahun. Bersama rekannya Masrani alias Udin Katik (48), dia melakukan pengeroyokan. Korbannya bernama Sandi Gunawan (27). Masalahnya, karena berebut wilayah.

Ridwan tinggal di Jalan Sala Tiga, Antasan Besar. Kesehariannya seorang pengamen. Sedangkan Masrani adalah warga Jalan Sutoyo S, Kompleks Purnawirawan.

Dia adalah penjaga malam. Dan korbannya bermukim di Jalan H Anang Adenansi, Kertak Baru Ulu yang juga pengamen.

Perseteruan antar pengamen itu terjadi Jumat (18/1) malam, sekitar pukul 23.30 Wita. Berlokasi di Jalan Sutoyo S, depan Pasar Teluk Dalam, Banjarmasin Tengah. Dipicu karena tersinggung.

Dari keterangan polisi, ceritanya bermula saat Ridwan mengamen di kawasan Sutoyo S, dekat Pasar Teluk Dalam. Sandi yang merasa punya wilayah lalu melarangnya.

Karena larangan itu, Ridwan emosi. Keduanya kemudian terlibat adu mulut. Tak berselang lama pelaku memukul korban.

Keributan itu rupanya mengundang perhatian Masrani. Merasa berteman dengan Ridwan, tanpa basa-basi ia langsung menghujamkan parang ke tubuh Sandi. Sedikit beruntung, korban mampu menepis dan hanya mengenai pergelangan tangannya.

Memiliki kesempatan untuk lari, korban lalu menyelamatkan diri. Ia langsung menuju markas Polsekta Banjarmasin Tengah untuk melapor. Kebetulan, jaraknya hanya sekitar 500 meter.

Kapolsekta Banjarmasin Tengah, AKP Sigit Prihanto mengungkapkan, tersangka sudah diringkus. Tak lama setelah terjadi pengeroyokan. Antara pelaku dan korban, sama-sama tak saling kenal.

"Ucapan larangan itu yang membuat pelaku tersinggung. Malam itu, Masrani juga tak terima dengan larangan korban. Kebetulan parang yang ia gunakan sudah ada tak jauh dari lokasi kejadian dan tempat dia menjadi wakar," katanya.

Akibat aksi pengeroyokan itu, keduanya bakal terancam hukuman bertahun-tahun. Berdasarkan pasal 170 KUHP, hukumannya bisa mencapai 5 tahun penjara.

"Saat disidik, pelaku mengakui perbuatannya. Dan barang bukti sajam jenis parang berhasil disita," pungkas Sigit. (lan/ma/nur)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*