MANAGED BY:
SELASA
28 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 23 Januari 2019 13:19
Pemerintah Bisa Saja Bekukan Izin PT VFS Tasheel
TERENDAM: Kantor PT VFS Tasheel di Kantor Pos Indonesia di Jalan Teluk Tiram Darat, Banjarmasin.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Meski pemerintah siap mengambil tindakan pembekuan izin PT VFS Tasheel Indonesia, namun layanan VFS Tasheel di Banjarmasin tak terpengaruh.

Kemarin, rekam biometrik calon jemaah umrah tetap berjalan seperti hari biasa. Meski dengan mutu pelayanan ala kadarnya.

Dua hari terakhir, dari pagi sampai sore, hujan terus mengguyur Banjarmasin. Halaman parkir Kantor Pos Indonesia di Jalan Teluk Tiram Darat terendam. Genangan itu jarang surut. Batakonya sampai lumutan.

Pada tembok luar terpasang spanduk kecil. Tertulis Visa Facilitation Service (VFS) Tasheel. Penyedia layanan visa resmi untuk Kerajaan Arab Saudi. Berada di pinggiran kota, di sinilah Tasheel Cabang Banjarmasin menumpang.

Melewati genangan, disediakan titian kecil dari ulin. Empat perempuan berjubah panjang sedang bercengkerama di luar. Duduk di kursi panjang ala warung kopi.

Mereka sedang menunggu giliran rekam biometrik. Sebagai syarat pembuatan visa umrah.

Di dalam, loket dan kursi antrean dibagi dua. Sebelah kanan untuk Kantor Pos. Sebelah kiri untuk Tasheel. Diberdayakan oleh dua pemudi dan satu pemuda. Ketiganya mengenakan kemeja putih dan bawahan hitam.

Mereka menghadapi tumpukan buku paspor dan sebuah laptop. Melayani sekitar 30 calon jemaah umrah asal Kabupaten Banjar.

Di belakang, sebuah pintu tertutup rapat. Dari kamar itulah rekam biometrik dilakukan. Retina mata, sidik jari dan foto pemohon visa dipindai.

Pemandangan itulah yang didapati Radar Banjarmasin, kemarin (22/1) siang. Setelah penjelasan yang agak bertele-tele, permohonan wawancara ditolak. Apalagi permintaan untuk memotret proses rekam biometrik.

"Kantor pusat kami ada di Balikpapan. Kami sudah ditegur. Manajerial melarang kami memberikan pernyataan kepada media. Koran atau televisi. Kami no comment," ungkap salah seorang karyawan Tasheel.

Penanggungjawab layanan Tasheel di Banjarmasin adalah Dedy Septia. Panggilan ke telepon seluler Dedy tak dijawab. Pesan via WhatsApp juga hanya dibaca, tak ada balasan.

Padahal, sehari sebelumnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengancam akan membekukan izin VFS Tasheel di Indonesia. Jika ternyata infrastruktur Tasheel memang belum siap dan hanya menyusahkan jemaah.

Ancaman dari Jakarta itu rupanya ditanggapi dingin. Di Banjarmasin, pelayanan rekam biometrik tetap berjalan seperti hari biasa. Tasheel juga mengklaim telah berbenah. Pelayanan mereka kian membaik. Benarkah?

"Memang lebih mendingan, tapi bukan berarti sepi keluhan," kata Rafiq dari Kamilah Wisata Muslim. Travel umrah yang berkantor di Jalan Menteri Empat, Kabupaten Banjar.

Antrean mengular kini berhasil dihindari. Berkat pengambilan nomor antrean secara online. Pada tanggal dan jam berapa jadwal rekam, bisa dicek jauh-jauh hari.

Meski sudah online, tetap saja Tasheel kewalahan. Pihak travel bahkan menurunkan satu tim komplet. Untuk bersibuk ria bareng karyawan Tasheel.

"Kalau kami tak ikut-ikutan mengurusi, bakal tambah lama tertahan di sini," imbuhnya.

Sepanjang Januari sampai Februari, Kamilah harus memberangkatkan 500 jemaah umrah. Belum terhitung dari biro-biro travel lainnya.

"Dulu seharian maksimal cuma 60 yang berhasil direkam. Sekarang lebih baik, sudah sanggup ratusan," tukasnya.

Namun, Rafiq merasa kasihan dengan jemaah. "Tak ada pendingin ruangan. Halaman parkirnya kebanjiran. Kantornya juga rada-rada gelap," cecarnya.

Rafiq juga menuntut Tasheel memperbaiki jaringan internet. Jika lemot, proses rekam otomatis melambat. Peralatan juga harus ditambah.

"Di dalam cuma ada tiga mesin, idealnya lima. Mereka juga mestinya membeli genset. Kalau listrik mati, astaga," pungkasnya.

Dirjen Protokol dan Konsuler Kemenlu Andri Hadi menuturkan rata-rata kantor VFS Tasheel di daerah memang menyewa ruangan atau gedung milik PT Pos Indonesia.

Kemudian juga ada laporan bahwa calon jemaah umrah harus antri panjang. Dia mengatakan sudah menyampaikan keluhan terkait perekaman biometrik tersebut kepada Wakil Dubes Arab Saudi di Indonesia.

Menurut Andri layanan perekaman biometrik saat ini bisa menumbulkan kesan yang kurang baik terhadap Kedutaan Arab Saudi di Indonesia, pemerintah Arab Saudi secara umum, bahkan kepada pemerintah Indonesia juga. Sebab sudah menimbulkan keresahan publik.

’’ Usulannya, bagaimana sekarang ditunda dulu. Sampai Tasheel menyiapkan infrastrukturnya,’’ jelasnya.

Andri menjelaskan Kemenlu mengusulkan supaya perekaman biometrik dilakukan di bandara keberangkatan atau embarkasi.

Dengan demikian perekaman biometrik tidak dikaitkan dengan syarat mengurus visa umrah, jemaah tentu tidak mempersoalkan harus datang lebih awal, 4-5 jam, di bandara untuk melakukan perekaman biometrik terlebih dahulu.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim pengaduan masyarakat terkait layanan biometrik untuk visa umrah yang masuk ke Kemenag cukup banyak.

’’Asosiasi penyelenggara umrah juga keberatan,’’ katanya. Dia menuturkan pada 4 Oktober 2018 lalu pemerintah sudah berkirim surat diplomatik kepada Saudi. Supaya penerapan perekaman biometrik tersebut ditunda.

Pertimbangannya adalah wilayah Indonesia begitu luas. Sementara itu kantor perwakilan VFS Tasheel belum mengjangkau seluruhnya.

Misalnya calon jemaah umrah dari Papua dan Papua Barat harus ke Ambon atau Makassar terlebih dahulu untuk perekaman biometrik. Sehingga menimbulkan pembengkakan biaya umrah yang dirasakan masyarakat.

Sehari sebelumnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan siap mengambil tindakan pembekuan izin PT VFS Tasheel Indonesia. Dasarnya adalah infrastruktur untuk perekaman biometrik sebagai syarat pengajuan visa umrah dinilai belum siap.

Sikap BPKM terkait keberadaan VFS Tasheel Indonesia tersebut disampaikan Plt Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BPKM Yuliot di Komisi I DPR, (21/1).

Pertemuan khusus membahas keluhan perekaman biometrik oleh VFS Tasheel itu juga dihadiri perwakilan Kemenag, Kemenlu, serta Kemenkumham.

’’Kami siap melakukan pembekuan perizinan (VFS Tasheel Indonesia, Red),’’ katanya dalam hasil rapat koordinasi terkait pelaksanaan perekaman biometrik oleh VFS Tasheel yang digelar BPKM bersama kementerian dan lembaga terkait.(fud/tau/ay/ran)


BACA JUGA

Selasa, 28 Januari 2020 13:06

SMK Gelar Pelatihan Optimalisasi Alsintan Berlanjut ke Kertak Hanyar

KERTAK HANYAR -Usai kegiatan pelatihan optimalisasi alat dan mesin pertanian…

Selasa, 28 Januari 2020 13:00

SMK Pertanian Banjarbaru Gelar Pelatihan Optimalisasi Alsintan di Bati-bati

PELAIHARI - Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini Pelatihan Optimalisasi…

Selasa, 28 Januari 2020 10:36

IDI Kalsel: Corona Sudah Diidentifikasi Sejak 1960

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalsel dr Mohammad Rudiansyah menjelaskan,…

Selasa, 28 Januari 2020 10:34

Banua Waspada Virus Corona

BANJARMASIN - Virus Corona atau Novel Coronavirus (nCov) yang diduga…

Selasa, 28 Januari 2020 10:19

Menggalang Dana, Jangan Sembarangan: Sumbangan Ilegal Boleh Ditertibkan

BANJARMASIN - Tingkat solidaritas warga Banjarmasin memang tinggi. Jika ada…

Selasa, 28 Januari 2020 10:12

Keluhkan Pungutan Pelabuhan, Sejumlah Sopir Datangi Kantor Organda

BANJARMASIN - Sopir yang tergabung di Organisasi Angkutan Darat (Organda)…

Selasa, 28 Januari 2020 10:06

YUK BERSIAP..! Tes CPNS Tanggal 6 Februari

BANJARMASIN - Peserta seleksi CPNS di Banjarmasin harus benar-benar menyiapkan…

Selasa, 28 Januari 2020 10:04

Relokasi Pasar Bauntung, Disdag Klaim 1.100 Pedagang Setuju Dipindah

BANJARBARU – Meski awalnya menuai penolakan, kabarnya saat ini mulai…

Selasa, 28 Januari 2020 10:01

HATI-HATI NYAMUK..! Pasien DBD Terus Bertambah di RSUD Idaman

BANJARBARU – Memasuki musim hujan, ancaman penyakit menular demam berdarah…

Selasa, 28 Januari 2020 09:25
Pemko Banjarbaru

Ririen Beri Arahan dalam Pertemuan Rutin PKK

BANJARBARU - Ketua TP PKK Kota Banjarbaru, Ririen Nadjmi Adhani…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers