MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 01 Februari 2019 11:13
Aktivis dan Akademisi Senior Kecam Tindak Skorsing Terhadap Gusti
MENGECAM SKORSING: Sukhrowardi (tengah) dan Muhammad Ramli (kanan) di Pusat Kajian Politik dan Kebijakan Publik Banjarmasin di Banua Anyar, kemarin

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Pertemuan yang digagas Aliansi Mahasiswa UIN Antasari Bersatu berujung kekecewaan.

Mahasiswa gagal menemui pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Sang dekan mangkir dari undangan audiensi.

Aliansi dibentuk sebagai aksi solidaritas. Atas skorsing kuliah selama dua semester yang menimpa Gusti Muhammad Thoriq Nugraha.

Gusti adalah mahasiswa semester tiga Jurusan Pendidikan Agama Islam FTK.

Pemuda 20 tahun itu menjadi koordinator aksi di depan gedung fakultas pada 7 Mei 2018 silam.

Demonstrasi untuk menuntut perbaikan sarana kampus. Seperti toilet yang kerap mampat. Dan tuntutan agar fakultas menindak tegas dosen yang malas mengajar.

Pertemuan dijadwalkan pada jam 10 pagi di gedung rektorat, kemarin (31/1). "Hingga jam 11, tak tampak kehadiran beliau. Jadi kami putuskan beralih ke fakultas," kata koordinator aliansi, Zainul Muslihin.

Sejumlah perwakilan mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syariah, dan Fakultas Ushuluddin menunggu di luar ruang kerja dekan. Radar Banjarmasin juga ikut menunggu.

Dari informasi staf fakultas, dekan sedang mengikuti rapat di gedung pascasarjana.

"Katanya rapat dari jam 9 sampai jam 11. Kami ingin menunjukkan itikad baik. Biarlah menunggu sampai jam 12. Mestinya, sesibuk apapun, sempatkan barang sebentar untuk menemui kami," ujarnya.

Surat undangan audiensi telah dikirimkan sejak dua hari yang lewat. "Selama ini kampus selalu menuntut mahasiswa mengutamakan diskusi ketimbang demonstrasi. Nah, kami sudah mengikuti apa maunya mereka," imbuh Zainul.

Mendekati zuhur, mahasiswa pun membubarkan diri. Zainul menyatakan, aliansi akan berembuk. Guna menentukan langkah selanjutnya.

"Sekarang ada dua pilihan. Kami turun aksi atau menempuh jalur hukum. Tawaran audiensi toh mental," tegasnya.

Ada dua tuntutan utama aliansi. Pertama, membatalkan skorsing. Hukuman atas Gusti dinilai lucu. Lantaran kedua belah pihak telah sepakat berdamai. Pelanggaran juga tidak dibuktikan melalui persidangan tata tertib.

Kedua, menuntut rektor tak berdiam diri. Menindak pejabat dekanat yang memuluskan penerbitan surat skorsing tertanggal 21 Januari tersebut.

Apalagi, selain skorsing, organisasi mahasiswa tempat Gusti bernaung juga turut dibekukan.

Dalam upaya konfirmasi terakhir, wartawan coba menghubungi Dekan FTK Juairiah melalui WhatsApp. Pesan terkirim, tapi tak dibaca. Ketika coba ditelepon, ponsel Juairiah juga sedang tak aktif.

Gusti sendiri sedang berada di Kalimantan Timur untuk urusan keluarga. Jika tak banyak mahasiswa yang bergabung dalam aliansi, Zainul mencoba berbaik sangka.

"Sedang musim liburan. Kampus agak sepi. Banyak teman-teman yang mengirimkan dukungan dari kampung halamannya masing-masing," pungkasnya.

Kemarin (31/1) sore, sejumlah akademisi dan aktivis senior berkumpul di Pusat Kajian Politik dan Kebijakan Publik Banjarmasin. Persisnya di Jalan Pangeran Hidayatullah Kompleks Husada Permai I.

Aktivis era 90-an, Sukhrowardi menyerukan mahasiswa UIN untuk memboikot ruang perkuliahan.

"Harus mogok belajar. Itu baru namanya solidaritas," ujarnya.

Dia juga menantang aktivis mahasiswa dari kampus lain untuk bersikap.

"Mengapa gerakan mahasiswa Kalsel selalu dipandang sebelah mata? Inilah jawabannya. Ada saudara yang dizalimi, semuanya malah diam," imbuhnya.

Sukhrowardi tampak geli. Lantaran kasus ini terjadi di kampus Islam terbesar di Kalsel.

"UIN mestinya berada di garda terdepan dalam urusan amar makruf nahi munkar. Naif sekali," tukasnya.

Sementara itu, Muhammad Ramli, mantan dosen UIN yang kini mengajar di STIHSA (Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sultan Adam), meminta Gusti tetap kuliah seperti biasa.

"Saran saya kepada Gusti, tetaplah kuliah. Cueki saja skorsing itu," pintanya.

Argumen Ramli, hak berpendapat dan berorganisasi telah dilindungi Undang-Undang Dasar.

"Kalau diadukan ke Komnas HAM, pasti kena! Atau, sekalian saja dibawa ke PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara)," tambahnya.

Dosen FISIP Universitas Islam Kalimantan, Muhammad Uhaib juga turut angkat suara.

"Kalau mahasiswa ini ngisap ganja atau ngurung cewek di kamar, jangankan skorsing, DO pun saya sepakat. Tapi kalau cuma berdemo karena kampusnya jorok dan dosennya malas, apa yang salah?" cecarnya.

Uhaib menyebut UIN sedang menciptakan titik kelam pada demokrasi kampus di Kalsel.

"Ini sudah era reformasi. Bukan Orde Baru. Masukan saya kepada rektor, pejabat dekanat lah yang mestinya dijatuhi sanksi skorsing," tegasnya.

Sukhrowardi, Ramli dan Uhaib berharap, suara mereka bisa menjadi dukungan moral bagi Gusti. Sembari menyentil gerakan mahasiswa di Banjarmasin yang sedang terlelap. (fud/ay/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 11:05

Masih Banyak PR, Ibnu Sina Tetap Optimis Sambut Pemindahan Ibu Kota

BANJARMASIN - Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina optimis melihat pemindahan…

Sabtu, 21 September 2019 10:47

Jumat Berkah Bersama Polsek Banteng

BANJARMASIN - Polsekta Banjarmasin Tengah memberikan bantuan kepada korban kebakaran…

Sabtu, 21 September 2019 10:42

DPRD Kalsel Janji Selesaikan Polemik Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM)

BANJARMASIN - Banyak PR lama yang belum diselesaikan DPRD Kalsel.…

Sabtu, 21 September 2019 09:47
Pemkab Tanah Bumbu

Kapolsek Pantau Pelaksanaan Pilkades

BATULICIN - Kapolsek Angsana Iptu H Tony Haryono didampingi Kanit…

Sabtu, 21 September 2019 09:45
Pemkab Tanah Bumbu

Lansia Simpang Empat dapat Bantuan

BATULICIN - Pemkab Tanbu melalui Bagian Kesra menyerahkan bantuan sosial…

Sabtu, 21 September 2019 09:43
Pemkab Tanah Bumbu

Ketua RT Diberi Pelatihan

BATULICIN - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) menggelar pelatihan…

Jumat, 20 September 2019 12:16

Selamat Datang Musim Politik

BANJARMASIN – Insan politik banua, bersiaplah. Tinggal hitungan hari, tahapan…

Jumat, 20 September 2019 12:11

Sekolah Diminta Transparan Gunakan Dana BOS

BANJARMASIN - Tahun depan, Pemerintan Pusat melalui Kementerian Pendidikan dan…

Jumat, 20 September 2019 11:05

Ananda Ada Hati ke PDIP, Lagi Tunggu 'Hilal' Golkar Kalsel

BANJARMASIN - Bursa kandidat pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali…

Jumat, 20 September 2019 10:31

Cuma 4000 Pelanggan Taat bayar Tagihan PDAM

BANJARMASIN - Meriahkan harjad kota ke-493, PDAM Bandarmasih mengundi hadiah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*