MANAGED BY:
SELASA
20 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 06 Februari 2019 09:52
Sidak Semakin Intense Pasca Terungkapnya Jaringan Narkoba di Lapas
KUMPULKAN: Lapas Kelas III Banjarbaru mengumpulkan napi untuk memperingatkan soal larangan untuk tidak menyelundupkan telepon genggam di hunian pada Selasa (5/2) siang.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Ribuan napi Lapas Kelas III Banjarbaru mendadak disambangi dan diperiksa pada Selasa (5/2) siang.

Mereka disidak oleh Kepala Lapas (Kalapas) Banjarbaru, Abdul Aziz didampingi Kasubsi Kamtib (Kepala Keamanan), Fikri Rahmadian.

Disambanginya blok-blok hunian Napi ini merupakan gebrakan besar-besaran Lapas Banjarbaru terkait pemberantasan peredaran Narkotika di lingkungan Lapas.

"Seusai arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) kemarin saat teleconference. SOP harus ditegaskan dan tidak boleh bertindak di luar itu, khususnya pelanggaran penyalahgunaan handphone hingga narkoba," kata Aziz.

Memang ini katanya wajib ditegakkan di Lapas. Apalagi mengingat Pasca kejadian tertangkapnya satu oknum sipir dan napi di Lapas Kelas III Banjarbaru terkait tindak pidana narkotika beberapa waktu lalu.

Saat diperiksa, ribuan napi ini kata Kalapas diperingatkan keras agar agar tidak menyelundupkan telepon genggam ke hunian.

"Bahwa penguasaan telepon genggam oleh WBP dan peredaran narkoba harus nihil di setiap kamar hunian. Tidak ada WBP yang mendapat keistimewaan terkait penguasaan telepon genggam," tegasnya.

Sarana Wartelsus (Warung Telepon Khusus) kata Aziz sudah disiapkan sebagai sarana komunikasi napi dengan keluarganya.

"Sehingga harus lebih diberdayakan penggunaannya," tekannya.

Ditanya mengapa sangat menyasar penggunaan telepon genggam? Aziz menyebut lantaran dari deteksi APH (Aparat Penegak Hukum) mengatakan bahwa alat komunikasi ini kerap disalahgunakan tahanan.

"Dari deteksi APH, disebut kalau telepon genggam yang dikuasai dan dipergunakan oleh narapidana berpotensi menjadi pemicu utama dan laten terjadinya komunikasi jaringan gelap peredaran narkoba," paparnya.

Ditambahkannya, bahkan tidak hanya berpotensi kepada peredaran atau transaksi gelap narkoba. Penggunaan telepon genggam juga turut berkembang pada tindakan penipuan.

"Benar, juga rentan penipuan dengan korbannya masyarakat," sebutnya.

Pergerakan pencegahan Masif ini rupanya diterangkan Kalapas bukan hanya menarget napi. Namun para petugas Lapas pun tak luput dari arahan keras olehnya.

Dua kebijakan pun diterapkannya. Yang pertama katanya adalah terkait pengawasan dan batasan batang titipan dari luar. Terutama oleh pengunjung tahanan yang niatnya membesuk.

"Kita meningkatkan kewaspadaan terhadap pengunjung dan barang titipan. Petugas dilarang menerima barang titipan dari luar ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Teknisnya sedang kita susun," jawabnya.

Peraturan kedua kata Aziz adalah masih keterkaitan dengan penggunaan telepon genggam di Lapas oleh petugas.

"Para petugas yang akan memasuki ruang hunian diwajibkan menitipkan telepon genggamnya di loker penitipan," ujarnya.

Adapun untuk konsepnya. Aziz menyebut istilah One Man One Locker; satu loker untuk satu orang petugas.

"Loker sudah disiapkan. Lokernya sengaja dibuat transparan agar bisa terawasi langsung," ujarnya.

Pembatasan penggunaan telepon genggam ini ditegaskan Aziz demi mencegah terjadinya penyalahgunaan Handphone oleh petugas.

"Bahkan saat di Pengamanan Pintu Utama (P2U) petugas diperiksa lebih intens," infonya.

Terakhir, Aziz mengingatkan agar para petugas jangan coba bermain-main dalam menyalahgunakan telepon genggam.

"Jangan sekali-sekali melakukan penyalahgunaan HP bila tidak ingin mendapat sanksi administratif sesuai dengan peraturan tentang penjatuhan hukuman disiplin petugas. Jadilah petugas Pemasyarakatan yang andal, bermental baja dan penuh dedikasi untuk Pemasyarakatan yang lebih baik" pungkasnya.

Sementara itu, Kasubsi Kamtib, Fikri Rahmadian menegaskan jika ada tahanan yang terbukti melanggar. Maka pihaknya tidak pandang bulu dalam penindakannya.

"Kita juga akan musnahkan barang bukti secara cepat dan terlapor dengan cepat juga. Ini sebagai efek jera. Selain barang bukti dimusnahkan, yang bersangkutan juga akan ditindak," pungkasnya.

Semua petugas sudah kita kumpulkan dan sosialisasikan terkait kebijakan ini. Tujuannya untuk mencegah penyalahgunaan handphone di lingkungan Lapas," tegasnya.

Agar lebih terawasi, loker-loker tersebut juga dibuat transparan (bening). "Kita tidak ingin ada pelanggaran yang mencoreng nama Lapas. Jadi harus ditegakkan," pungkasnya. (rvn/by/bin)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*