MANAGED BY:
SELASA
17 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 08 Februari 2019 11:03
Satu Keluarga Meninggal Dunia Dalam Laka Lantas Maut di Sungai Ulin
DUKA MENDALAM: Ratusan kerabat dan sanak keluarga korban kecelakaan maut di Sungai Ulin berdatangan ke rumah duka untuk melayat dan persiapan pemakaman.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) maut terjadi pada Kamis (7/2) pagi. Satu keluarga meregang nyawa usai mengalami kecelakaan di Sungai Ulin Banjarbaru. Tepatnya di depan Gereja Betel Indonesia Sungai Ulin Banjarbaru kisaran pukul 06.30 Wita.

Ketiga korban ini merupakan satu keluarga. Yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Identitasnya adalah Poldin Panjaitan (suami), Susilawaty (istri) dan Mareelina Panjaitan (anak). Warga Gang Petai RT 002 RW 001 Kelurahan Sungai Ulin.

Nyawa ketiga tidak bisa terselamatkan usai menabrak pintu mobil jenis mini bus Toyota Avanza Silver yang parkir di badan jalan.

Diterangkan oleh Kapolres Banjarbaru, AKBP Kelana Jaya melalui Kasat Lantas Polres Banjarbaru, AKP Gustaf Adolf M. Bahwa saat itu korban yang melaju dengan kecepatan tinggi menabrak pintu mobil di bagian sopir ketika menuju arah Simpang  Empat Banjarbaru.

"Benar, dari data dan fakta yang sudah kita himpun terkait Laka ini. Korban menabrak bagian pintu mobil Avanza lalu terhempas ke aspal," katanya.

Saat itu kata Gustaf, korban berboncengan mengendarai sepeda motor matic Suzuki Nex dengan nopol DA 6567 PAX dengan melaju kencang.

Saat melaju, di jalan ada sebuah mobil jenis minibus Avanza silver dengan nopol DA 7991 TPB parkir hingga memakan badan jalan. Supir dari mobil ini diketahui ingin membuang sampah. Kebetulan di dekat area tersebut terdapat TPS.

"Pengendara mobil yang bernama Edi Suprayitno ini membuka pintu di posisi sopir. Lalu korban berniat menyalip dan langsung menabrak bagian pintu yang terbuka tersebut," bebernya.

Ketika itu, Ayah dan anak kata Gustaf sempat dilarikan ke rumah sakit usai kecelakaan. Namun dalam perjalanan diketahui nyawa keduanya tidak bisa terselamatkan. "Meninggal dalam perjalanan, kalau ibu meninggal di tempat," tambahnya.

Terkait adanya beredar kabar liar bahwa korban meninggal lantaran terlindas truk yang berlawanan arah. Gustaf menegaskan bahwa hal itu tidak sesuai fakta yang ditemukannya. Sehingga sebutnya menjadikan informasi ini sempat simpang siur.

"Ini yang harus kita luruskan. Dari data dan fakta yang sudah kita kantongi sampai sekarang, korban mengalami kecelakaan bukan karena terlindas truk lewat. Hanya kendaraannya memang mengenai bagian belakang truk tersebut, bukan orangnya," katanya.

Ditanya dugaan kuat penyebab korban yang satu keluarga sampai meregang nyawa? Gustaf mengatakan jika itu lantaran bagian kepala area belakang terhempas ke aspal. Apalagi katanya pengendara diketahui memacu kuda besinya cukup kencang.

"Jenazah ayah dan ibu mengalami pendarahan di bagian area belakang kepala. Untuk anaknya diduga bagian organ dalam menubruk benda keras yang disinyalir pintu mobil tadi. Kalau terlindas, mohon maaf kondisi jenazah pasti hancur. Ini tidak terjadi, saat dievakuasi dan di kamar jenazah utuh," konfirmasinya.

Memang truk yang disebutkan melindas juga kata Gustaf sudah diperiksa pihaknya. Saat pemeriksaan dan meminta keterangan pengemudi truk. Tidak ada katanya ditemukan bukti kuat bahwa truk turut terlibat dalam kecelakaan maut tersebut.

"Tidak ada bekas darah. Kalau ban belakang memang tergores karena menabrak sepeda motor. Ini informasi sementara yang kita dapatkan, untuk updatenya diinformasikan secepatnya," ujarnya.

Saat ini pihak Satlantas katanya sudah mengamankan pemilik sekaligus sopir dari mobil tersebut.

"Sekarang kita amankan. Untuk statusnya terus kita dalami, jadi ini informasi yang bisa kita berikan sementara," infonya. (rvn/by/bin)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 11:32

Mengumpat Pemadam, Amir Minta Maaf

BANJARBARU - Mengaku panik dan khilaf. Hampir saja, Amirullah (27)…

Selasa, 17 September 2019 11:13

Setahun Dicari, Ketemu di Depan Gang

BANJARMASIN - Islahuddin sudah dicari-cari Latifah selama setahun terakhir. Lelaki…

Selasa, 17 September 2019 10:54

Korban Kebakaran Jalan Sulawesi Perlu Bahan Material

BANJARMASIN - Bantuan datang silih berganti ke posko kebakaran Jalan…

Selasa, 17 September 2019 10:16

Gadis Belia Dicabuli Ayah Tiri Sampai Hamil, Dilaporkan ke Polres HSS

BARABAI - Kasus tindak asusila berupa pencabulan kembali terungkap. Kali…

Senin, 16 September 2019 16:51

Penjudi Togel Numpang Nunding Diamankan

TANJUNG - Zaman sudah modern masih saja ada yang bermain…

Senin, 16 September 2019 10:58
DAMPAK KABUT ASAP

26.000 Warga Terserang ISPA, 1 Pesawat Terpaksa Dialihkan ke Surabaya

BANJARMASIN - Kabut asap di Kalsel yang semakin pekat dan…

Senin, 16 September 2019 10:27

Bantuan Sembako Melimpah, Korban Kebakaran Alalak Tetap Kesulitan Makan

BANJARMASIN - Meski bantuan sembako dari dermawan datang melimpah, tetap…

Senin, 16 September 2019 10:24

Giliran Kampung Arab Kena Musibah

BANJARMASIN - Giliran Kampung Arab ditimpa musibah kebakaran. Kemarin (15/9)…

Senin, 16 September 2019 10:21

Main-main dengan Sabu, Kakek ini Diciduk

BANJARMASIN - Riduan sudah sering dipanggil kakek. Usianya sudah 53…

Senin, 16 September 2019 08:57

Kebakaran di Pemukiman Padat, 29 Rumah di Cempaka Jadi Arang

BANJARBARU - Musibah kebakaran hebat menimpa warga di Kelurahan Cempaka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*