MANAGED BY:
SELASA
20 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 28 Februari 2019 10:51
Pelajar Harus Berjuang Menyeberangi Sungai Demi Bisa Bersekolah
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, MARTAPURA – Sejumlah remaja belia berjuang menyeberangi sungai menuju SMPN 3 Aranio di Kabupaten Banjar.

Video berdurasi 1:56 menit itu menggambarkan anak-anak Desa Artain itu berenang melewati sungai di tengah cuaca hujan deras.

Beberapa warga yang berada di lokasi berusaha menolong. Sebagian siswi yang tidak memiliki keahlian berenang, dibantu dengan cara digendong.

Proses berenang tidak terlalu mulus, mereka masih berseragam lengkap. Pria bercelana panjang sedangkan pelajar cewek masih mengenakan jilbab lengkap dengan sepatu. Entah bagaimana nasib mereka sesampai ke sekolah, seragam basah kuyup.

“Video itu benar terjadi. Mereka siswa SMPN 3 Aranio dari Desa Artain. Warga Artain kalau ke Benua Riam harus berenang atau menggunakan lanting. Orang tua saya mengajar di Benua Riam,” ujar Norsilawati Ihsan, salah satu narasumber Radar Banjarmasin, baru-baru tadi.

Aunul, warga setempat mengatakan perjuangan berat menuju sekolah sudah lama dilakukan siswa di desa sejak jembatan penghubung dua desa putus karena banjir besar 2017 silam.

Jembatan berkonstruksi kayu ulin itu sempat diperbaiki oleh pemerintah, tetapi akhirnya rusak. Sebagian warga Artani – Benua Riam kemudian membuat lanting untuk menyeberang.

“Artain dan Benua Riam memang terpencil, desa ini masuk kawasan hutan. Kami ke Aranio naik kelotok ke dermaga Riam Kanan, Tiwingan sekitar 1,5 jam. Di sini tidak ada sinyal telepon,” ujar Aunul.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Maidi Armansyah mengatakan, warga sekitar telah membuat lanting penyeberangan. Sarana itu jadi solusi sementara untuk siswa Desa Artain ke Benua Riam.

"Kalau bisa, dicarikan dana dari CSR Perusahaan untuk membantu fasilitas jembatan yang rusak," pintanya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, jembatan itu kembali putus sekitar Maret 2018. Kemudian dibangun lagi pada akhir 2018 tadi.

Sarana penyeberangan itu kembali ambruk karena banjir. Dinas Pendidikan sendiri telah melapor ke Kecamatan dan DPRD Banjar.

Solusi sementara, warga tetap menggunakan lanting dari paring. Sayangnya, karena terbatas sehingga tidak semua anak cukup naik ke lanting.

Kepala Dinas PUPR Banjar M Hilman mengatakan jembatan Desa Artain ke Benua Riam pernah dibuat tetapi rusak lagi.

Artinya struktur konstruksinya tidak cocok karena kejadian seperti ini terulang. Sedangkan untuk membuat konstruksi permanen baja atau cable stay memerlukan biaya yang tinggi.

“Kami punya kendala di sana. Sesuai tata ruang kawasan itu ada dalam kawasan hutan konservasi, pembangunan infrastruktur dari pemerintah Banjar tidak diperkenankan di kawasan itu,” kata Hilman.

Menurutnya, hanya permukiman warga yang dikeluarkan dari kawasan hutan konservasi sehingga salah satu akses ke sana harus melalui jalur sungai.

Dari sisi kelayakan, perlu juga diperhatikan biaya yang dikeluarkan dengan jumlah warga yang berada di sana yang terlayani dengan jembatan itu.

“Seingat saya, jembatan itu pernah ditangani dengan dana pasca bencana alam dari BNPB dan dikerjakan oleh BPBD dengan support pengelola. Informasi ini perlu diklarifikasi lagi, karena kawasan hutan itu bukan milik kita,” ujarnya. (mam/ay/ran)


BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 11:56
Pemkab Balangan

Balangan Expo Digelar Selama Sepekan

PARINGIN – Bupati Balangan Ansharuddin ditemani unsur Forkopimda dan jajarannya…

Senin, 19 Agustus 2019 10:10

Jamin Pengobatan Korban Pasung, Pemko: Jangan Sembunyikan Penderita Gangguan Jiwa..!

BANJARMASIN - Dalam momen perayaan hari kemerdekaan ke-74, pemko mendeklarasikan…

Senin, 19 Agustus 2019 09:07

Maraknya Bisnis Akar Bajakah Bikin Khawatir Walhi Kalsel

BANJARBARU - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel sedang was-was dengan…

Senin, 19 Agustus 2019 09:03

Bursa Cabup Banjar: Masruf Buka Pintu Koalisi, Habib Abdullah Ingin Diusung Gerindra

MARTAPURA - Pemilihan bupati (pilbup) Kabupaten Banjar dipastikan menjadi salah…

Senin, 19 Agustus 2019 08:21

Duh, Masih Saja Ada Spanduk Diikat di Pohon, Kan Sudah Jelas itu Pelanggaran..!

BANJARBARU - Momentum HUT ke-74 RI kembali dimanfaatkan para tokoh…

Senin, 19 Agustus 2019 08:14

Sudah Celakai Warga, Tumpukan Material di Jalan Sapta Marga Dikeluhkan, Begini Tanggapan Dinas Terkait...

BANJARBARU - Warga Jalan Sapta Marga, Kelurahan Guntung Payung dibuat…

Senin, 19 Agustus 2019 08:09
Pemko Banjarbaru

Gelar Resepsi Kenegaraan Sembari Berbagi Piagam

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani dan Wakil Walikota…

Senin, 19 Agustus 2019 08:04
PARLEMENTARIA

DPRD Banjarbaru Minta Antisipasi Banjir Dilakukan Sejak Dini

BANJARBARU - Meski sekarang masih kemarau. Namun, Pemko Banjarbaru diminta…

Senin, 19 Agustus 2019 07:59
Pemkab Tanah Bumbu

Ratusan Obor Meriahkan Malam Taptu

BATULICIN - Ratusan anggota pramuka, pelajar SLTA, ASN Pemkab Tanbu…

Senin, 19 Agustus 2019 07:57
Pemkab Tanah Bumbu

Sekda Adu Kuat Lomba Karung dengan Bawahan

BATULICIN - Lomba balap karung dan tarik tambang sepertinya masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*