MANAGED BY:
RABU
29 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 28 Februari 2019 11:23
6 Ribu Penganut Kepercayaan Kaharingan Mohon Perubahan Kolom Agama
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Hampir enam ribu penganut Kaharingan dari Kabupaten Kotabaru telah memohon perubahan kolom agama pada e-KTP. Menyusul putusan Mahkamah Konstitusi yang membolehkan kolom agama diisi keterangan 'penghayat kepercayaan'.

"Sampai hari ini, dari 13 kabupaten dan kota, baru Kotabaru yang mengajukan perubahan kolom agama," ungkap Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Kalsel, Ardiansyah kepada Radar Banjarmasin, kemarin (27/2).

Diluar enam agama yang diakui pemerintah, sebenarnya ada banyak aliran kepercayaan di Indonesia. Di Jawa dikenal Kejawen. Orang Baduy meyakini Sunda Wiwitan. Sedangkan Suku Dayak di Kalimantan menganut Kaharingan.

Selama ini, demi memudahkan urusannya, banyak penghayat kepercayaan yang terpaksa berlindung pada "agama resmi" pemerintah.

Adapula yang memilih agar kolom agama itu sekalian saja dikosongkan.

Ardiansyah menyilakan warga Kalsel untuk mengurus perubahan kolom agama. Asalkan syarat utama telah terpenuhi.

"Harus ada pengakuan tertulis dari pemuka adat dari kepercayaan itu," jelasnya.

Sempat muncul desakan agar Kementerian Dalam Negeri mengizinkan penulisan kepercayaan yang dimaksud secara rinci. Namun, Ardiansyah memastikan pemerintah tak bertindak sejauh itu.

"Tidak, cukup ditulis penghayat kepercayaan saja," tegasnya.

Dikonfirmasi via telepon, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kotabaru, Ahmad Fitriadi menyebutkan sudah ada 5.937 warga yang memohon perubahan kolom agama pada e-KTP.

"Semuanya Kaharingan. Belum ada penghayat kepercayaan yang lain," sebutnya.

Dari 21 kecamatan di Kotabaru, permohonan paling banyak datang dari Kecamatan Hampang. Dari 11 ribu warga Hampang, tiga ribu diantaranya telah mengajukan perubahan kolom agama.

Fitriadi juga membenarkan, perubahan kolom agama memerlukan pengakuan dari tokoh adat setempat.

"Tapi bukan sembarang penghulu adat. Pemerintah cuma mengakui penghulu adat yang telah mengantongi SK dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," terangnya.

Di Kotabaru sekarang ada lima tokoh yang telah memperoleh Surat Keterangan Terdaftar Pemuka Penghayat Kepercayaan. Kelimanya bernaung dibawah organisasi Majelis Umat Kepercayaan Kaharingan (MUKK).

"Dalam prosesnya, penghulu adat akan difasilitasi oleh Badan Kesbangpol," tukasnya.

Setelah itu, mengisi formulir khusus yang disediakan Disdukcapil. Terakhir, membubuhkan tanda tangan di atas surat pernyataan perubahan agama menjadi penghayat kepercayaan.

Bukan cuma e-KTP, permohonan perubahan kolom agama juga berlaku untuk Kartu Keluarga (KK).

Apakah permohonan perubahan kolom agama itu bakal terus bertambah? Fitriadi tak berani memprediksi.

"Sulit mengira-ngira. Karena perkara kepercayaan sudah ranah pribadi masing-masing orang," pungkasnya.

Penting diketahui, perubahan kolom agama sudah lama dinanti-nantikan penghayat kepercayaan. Setelah Reformasi, tahun 2006, Undang-Undang Administrasi Kependudukan direvisi. Ternyata, UU itu tetap bernada diskriminatif.

Penghayat kepercayaan masih tak diakui. Sekalipun agama yang diakui pemerintah sudah bertambah satu; Konghucu. Tepatnya sejak zaman pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Satu dekade berlalu, tahun 2016, empat penghayat kepercayaan menggugat UU tersebut. Pada tahun 2017, MK menggelar sidang pembuktian terakhir dan gugatan itu dikabulkan.

Namun, baru tahun inilah Direktorat Jenderal Dukcapil mencetak e-KTP dengan kolom agama tertulis kepercayaan.

Kabid Kependudukan Disdukcapil di Hulu Sungai Selatan, Hairin Fahmi mengatakan sekarang sudah cukup banyak masyarakat adat mengajukan untuk pembuatan E-KTP dan kartu keluarga (KK).

“Ada sekitar seratus lebih yang kami fasilitasi pembuatan E-KTP dan KK-nya,” ujarnya, Rabu (27/2) saat dikonfirmasi.

Dia mengatakan sosialisasi kepada pemuda adat dan tokoh adat juga sudah dilakukan jajaran Disdukcapil HSS terkait kesetaraan ini.

Sayangnya, di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) belum ada satu pun masyarakat yang datang mengajukan permohonan.

“Padahal sudah kami sampaikan kepada masyarakat sejak hampir setahun lalu,” Ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil melalui Kepala Bidang Pelayan dan Kependudukan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Norman Effendi.

Dia mengatakan bakal kembali melakukan sosialisasi. “Kemungkinan awal April. Kalau perlu, bakal kami tekankan kembali. Misalnya dengan menjemput bola,” bebernya. (fud/shn/war/ay/ran)


BACA JUGA

Selasa, 28 Januari 2020 15:05

5 Siswa SMK Pertanian Banjarbaru Magang di BPP Tapin Selatan

TAPIN - Siswa kelas XI dari Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman…

Selasa, 28 Januari 2020 15:03

2 Siswa ATP SMK Pertanian Magang di PT. Candi Artha Tanah Laut

BANJARBARU - Pengantaran magang bagi siswa kelas XI SMK-PP Negeri…

Selasa, 28 Januari 2020 15:00

7 Siswa Agribisnis SMK Pertanian Banjarbaru Magang di Kelompok Tani Guntung Payung

BANJARBARU - Sudah setengah siswa telah diberangkatkan panitia magang SMK-PP…

Selasa, 28 Januari 2020 13:06

SMK Gelar Pelatihan Optimalisasi Alsintan Berlanjut ke Kertak Hanyar

KERTAK HANYAR -Usai kegiatan pelatihan optimalisasi alat dan mesin pertanian…

Selasa, 28 Januari 2020 13:00

SMK Pertanian Banjarbaru Gelar Pelatihan Optimalisasi Alsintan di Bati-bati

PELAIHARI - Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini Pelatihan Optimalisasi…

Selasa, 28 Januari 2020 10:36

IDI Kalsel: Corona Sudah Diidentifikasi Sejak 1960

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalsel dr Mohammad Rudiansyah menjelaskan,…

Selasa, 28 Januari 2020 10:34

Banua Waspada Virus Corona

BANJARMASIN - Virus Corona atau Novel Coronavirus (nCov) yang diduga…

Selasa, 28 Januari 2020 10:19

Menggalang Dana, Jangan Sembarangan: Sumbangan Ilegal Boleh Ditertibkan

BANJARMASIN - Tingkat solidaritas warga Banjarmasin memang tinggi. Jika ada…

Selasa, 28 Januari 2020 10:12

Keluhkan Pungutan Pelabuhan, Sejumlah Sopir Datangi Kantor Organda

BANJARMASIN - Sopir yang tergabung di Organisasi Angkutan Darat (Organda)…

Selasa, 28 Januari 2020 10:06

YUK BERSIAP..! Tes CPNS Tanggal 6 Februari

BANJARMASIN - Peserta seleksi CPNS di Banjarmasin harus benar-benar menyiapkan…

Siapkan Mahasiswa Magang Tiga Semester, ULM Dukung Program Menteri Nadiem Makarim

Wabup Husairi Abdi: Temari Kasih Pak Yahya Selamat Datang Pak Dwi

5 Siswa SMK Pertanian Banjarbaru Magang di BPP Tapin Selatan

2 Siswa ATP SMK Pertanian Magang di PT. Candi Artha Tanah Laut

7 Siswa Agribisnis SMK Pertanian Banjarbaru Magang di Kelompok Tani Guntung Payung

SMK Gelar Pelatihan Optimalisasi Alsintan Berlanjut ke Kertak Hanyar

SMK Pertanian Banjarbaru Gelar Pelatihan Optimalisasi Alsintan di Bati-bati

Geliat Pasar Subuh Amuntai, Jago Nawar Bisa Bawa Pulang Berbagai Anyaman

Ingin Punya Anak Tapi Tak Ada Biaya, Pakar Bayi Tabung ini Beri Solusi Paling Mudah

IDI Kalsel: Corona Sudah Diidentifikasi Sejak 1960
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers