MANAGED BY:
RABU
20 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 02 Maret 2019 11:17
Melihat Pilot Project Penerapan Kartu Nikah Di Kalsel
DIPAKAI BERSAMA: Satu-satunya alat cetak yang dimiliki Kemenag Banjarbaru untuk mencetak kartu nikah di lima KUA di Banjarbaru. | Foto: Sutrisno/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Ditetapkan sebagai salah satu daerah percontohan nasional untuk menerapkan penggunaan kartu nikah, Kota Idaman nampaknya belum benar-benar siap. Sebab, hingga kini Kemenag Banjarbaru belum mampu menjalankannya secara optimal.

===================

SUTRISNO, Banjarbaru

===================

Mulai diberlakukan sejak Januari 2019, sampai saat ini masih ada Kantor Urusan Agama (KUA) di Banjarbaru yang belum dapat menerbitkan kartu nikah lantaran menghadapi sejumlah kendala. Sehingga, tidak semua pasangan yang baru menikah bisa mendapatkannya.

Kepala Kemenag Banjarbaru Humaidi melalui Kasi Bimas Islam Taufiqurrahman Noor mengatakan, KUA yang belum bisa mengeluarkan kartu nikah yaitu Kecamatan Liang Anggang. Karena, operatornya kesulitan untuk mengakses server Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH).

"Mereka tidak bisa mengakses, lantaran paket internet yang digunakan kecepatannya kurang mendukung. Nanti dalam waktu dekat paketnya akan ditambah," katanya.

Lanjutnya, hal serupa sebelumnya juga dialami KUA Cempaka. Namun, setelah paket internet Wifi diganti dengan yang lebih cepat. Operator akhirnya bisa mengakses aplikasi SIMKAH untuk memasukkan data para pasangan yang baru menikah.

"Sebelum kartu dicetak, pasangan yang baru menikah harus terdaftar dulu di SIMKAH. Agar pemerintah dapat memantau status pernikahan masyarakat yang terintegrasi dengan sistem di Dukcapil," ucapnya.

Namun, dia menyebut meski jaringan internet kuat server SIMKAH terkadang sulit diakses pada jam kerja. Dikarenakan, digunakan oleh KUA di seluruh Indonesia.

"Jadi untuk bisa mengaksesnya, operator memilih untuk memasukkan data pada malam hari atau subuh," ujarnya.

Selain server SIMKAH yang sulit diakses, pria yang akrab disapa Taufiq ini menyebut bahwa Kemenag Banjarbaru juga kekurangan mesin cetak atau printer untuk mencetak kartu nikah.

"Printernya khusus. Harganya 16 jutaan satu unitnya. Kami baru bisa beli satu unit digunakan untuk lima KUA," ungkapnya.

Alat cetak sendiri ditempatkan di Kantor Kemenag Banjarbaru, sehingga jika ingin mencetak kartu pihak KUA harus datang ke sana.

"Walaupun cuma satu, untuk sementara masih bisa melayani seluruh KUA. Tapi, alangkah lebih baik setiap KUA memiliki printer. Supaya bisa mencetak sendiri," kata Taufiq.

Dia pun berharap, pihaknya mendapatkan suntikan dana dari pemerintah pusat. Agar dapat menambah alat cetak untuk para KUA.

"Selain printer, tintanya juga lumayan mahal. Harganya Rp950 ribu untuk bisa mencetak 200 kartu nikah," ucapnya.

Sampai kemarin, Kemenag Banjarbaru sendiri sudah mengeluarkan, 186 kartu nikah, masing-masing untuk KUA Banjarbaru Utara 53 kartu, Banjarbaru Selatan 45, Cempaka 27, Landasan Ulin 61. Sedangkan KUA Liang Anggang tidak ada.

Secara terpisah, Kepala KUA Cempaka Amrullah sepakat jika setiap KUA difasilitasi alat cetak kartu. Supaya, mereka tak perlu lagi datang ke Kantor Kemenag Banjarbaru.

"Sekarang kami harus mengirim data ke Kemenag, lalu kalau kartu sudah dicetak harus diambil. Jadi, memakan waktu cukup panjang," ujarnya.

Meski begitu, dia mengungkapkan bahwa untuk saat ini program penerapan kartu nikah di KUA Cempaka berjalan dengan baik.

"Sudah ada puluhan kartu nikah yang kami terbitkan untuk pasangan yang baru menikah," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kalsel Noor Fahmi menyampaikan bahwa penambahan mesin printer untuk mencetak kartu nikah belum mereka pikirkan. Sebab, saat ini sifatnya masih uji coba.

"Kita lihat dulu bagaimana perkembangannya. Sambil jalan saja kita, kalau memang harus ada penambahan maka akan ditambah," katanya.

Dia menuturkan, di Kalsel sendiri ada dua daerah yang menjadi pilot project penerapan kartu nikah. Yaitu, Banjarbaru dan Banjarmasin. Di mana, keduanya sama-sama baru memiliki satu mesin cetak.

"Dua daerah itu ditunjuk untuk memperkenalkan ke masyarakat, bahwa kartu nikah dibuat bukan untuk menghapus buku nikah. Melainkan, supaya kita tak perlu membawa buku nikah untuk membuktikan sebagai pasangan suami istri. Cukup dengan menunjukkan kartu nikah," pungkasnya. (ris/bin)


BACA JUGA

Rabu, 20 November 2019 12:51

Pildaka Banjar: Empat Calon Berebut Parpol

MARTAPURA – Suksesi Kepala Daerah di Kabupaten Banjar telah meangerucut…

Rabu, 20 November 2019 12:33

Diprediksi Selesai Tahun Depan, Pembangunan Jembatan Alalak Tinggal Mengerjakan Bentang Tengah

BANJARMASIN – Pembangunan Jembatan Sungai Alalak saat ini tinggal mengerjakan…

Rabu, 20 November 2019 12:21

Kemenkes Kabulkan Tambahan DAK

BANJARMASIN - Lobi Komisi IV DPRD Banjarmasin ke pemerintah pusat…

Rabu, 20 November 2019 12:18

Gara-gara ini, Kepala SKPD Dilarang Cuti

BANJARMASIN - Wakil Wali Kota Banjarmasin Hermansyah melarang semua kepala…

Rabu, 20 November 2019 12:13

KTP Dukungan PNS Tak Sah

BANJARMASIN - Pencalonan Pilwali 2020 dari jalur perseorangan semakin terjal.…

Rabu, 20 November 2019 12:09

TPA Basirih Harus Diperluas, Solusi Jangka Pendek TPA Regional

BANJARMASIN - Umur Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih di Jalan…

Rabu, 20 November 2019 12:06

Program Kotaku Harus Lanjut

BANJARMASIN - Pemko mengklaim hampir menyelesaikan target penanganan kawasan kumuh…

Rabu, 20 November 2019 12:01

Masih Banyak Pemancar Bahaya Tak Terdaftar

BANJARMASIN - Emergency Position Indicating Radiobeacon atau biasa disingkat EPIRB…

Rabu, 20 November 2019 11:56

Titip Kasus Belum Tuntas

BANJARMASIN - Kejaksaan Agung kembali memutasi sejumlah pejabat. Seorang pejabat…

Rabu, 20 November 2019 11:36

Di Batola, Formasi Disabilitas Belum Ada Pendaftar

MARABAHAN -  Menjelang hari ke-9 pendaftaran dan penyerahan berkas CPNS…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*