MANAGED BY:
MINGGU
18 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 05 Maret 2019 09:28
Berita Banjarbaru
Masih Bujangan, Pria Ini Stok Tuak dari Kandangan
SIAP EDAR: Personil Satpol PP Banjarbaru mengungkap lokasi distribusi tuak di Banjarbaru dalam sebuah di komplek perumahan di area Sungai Ulin pada Senin (4/3). | Foto: Satpol PP Banjarbaru for Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARBARU - Tergiur dengan keuntungan yang besar membuat Chandra Situmorang (29) nekat. Pemuda lajang ini nekat selama hampir 10 hari berjualan minuman keras oplosan jenis tuak.

Aksi Chandra terendus lantaran warga sekitar kerap mencurigainya di komplek. Benar saja, Senin (4/3) sekitar pukul 11.00 Wita. Aparat Satpol PP Banjarbaru mendapati kediaman Chandra dijejali ratusan liter tuak.

Chandra digaruk di sebuah rumah di perumahan Komplek Griya Bersama di Sungai Ulin menjelang siang. Di dalamnya, ditemukan ratusan liter tuak siap edar. Serta lengkap dengan bahan utama pembuatan tuak; kayu laru seberat 3 kilogram.

Ratusan liter tuak ini tersimpan rapi di dua drum besar yang mana berisi hampir 100 liter. Lalu juga di dalam toples besar berkapasitas 8 liter. Satu jeriken besar 30 liter. Serta lima bungkus berkapasitas lima liter.

"Kita menindaklanjuti laporan warga sekitar bahwa ada indikasi penjualan miras. Saat digerebek, benar saja di kediaman pelaku ditemukan ratusan liter tuak," ucap Kasatpol PP Banjarbaru, Marhain Rahman melalui PPNS Seksi Opdal, Yanto Hidayat yang memimpin giat bersama Kasi Opsdal, Rasyid Wahyuni.

Saat dimintai keterangan oleh petugas. Chandra mengakui bahwa kediaman tersebut merupakan milik saudaranya. "Ia mengakunya baru tujuh hari berjualan. Tapi nanti kita lihat di persidangan besok (5/3)," kata PPNS Seksi Lidik, Syamsiar Panani usai memeriksa pelaku.

Kemudian, turut diketahui juga bahwa Chandra berdalih bahwa tuak yang masih belum siap edar distoknya dari daerah lain. Yakni dari Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

"Mengakunya kiriman dari Kandangan. Ia mengakui ratusan liter (tuak) itu miliknya. Dijual satu liternya Rp10 ribu, beli ke produsen seharga Rp8000. Sehari biasa laku lima liter," terangnya. (rvn/ema)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*