MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 07 Maret 2019 09:03
Pemprov Hindari Jalan Ekstrem Sikapi Permasalahan Save Meratus
Nurul Fajar Desira

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Geopark Meratus rama-ramai ditolak aktivis dan organisasi lingkungan. Protes itu malah membuat Kepala Bappeda Kalsel, Nurul Fajar Desira kian bergairah. Dia melihat semangat yang menggebu-gebu untuk melindungi Pegunungan Meratus.

Fajar memberikan garansi. Bahwa pemprov juga memiliki niat yang sama. Hanya saja menempuh cara yang berbeda. "Kawan-kawan aktivis menyatakan ayo lindungi Meratus. Sama saja, tujuan pemprov juga begitu. Tapi caranya tak seekstrem itu," ujarnya di Mahligai Pancasila, kemarin (6/3).

Tuntutan mereka tegas. Ketimbang mendeklarasikan geopark, mending pemprov membebaskan kawasan Pegunungan Meratus dari izin tambang. Inilah yang dicap Fajar sebagai langkah ekstrem. Karena menuntut korban jatuh yang tak sedikit.

Diingatkannya, perekonomian Kalsel masih amat ketergantungan pada sektor tambang. Tambang menyumbang 20 persen bagi pendapatan daerah. "Oke, taruhlah pemprov mengikuti cara berpikir mereka. Cabut semua izin tambang. Korbannya adalah keluarga kita yang bekerja di sana. Pengusaha enteng saja berpindah bisnis, masyarakat enggak," jelasnya.

Dia menyodorkan kasus pencabutan izin tambang PT SILO di Kabupaten Kotabaru sebagai contoh terbaik. Dimana pemprov menghadapi perlawanan sengit. "Izin SILO lengkap. Pas digugat di pengadilan, akhirnya kalah toh," tukasnya.

Pemprov kemudian mengambil jalan memutar. Mendeklarasikan geopark atau taman bumi untuk menata Pegunungan Meratus. Mengejar manfaat ekonomi melalui sektor pariwisata. Fajar meyakini, geopark bisa mengurangi ketergantungan masyarakat atas pertambangan.

"Mengurangi ketergantungan ini tak bisa sekejap mata. Harus perlahan dan bertahap. Pemprov juga tak perlu berkoar-koar save Meratus," ujarnya.

Apa buktinya? Jangan-jangan pemprov sedang menjual retorika. Ditanya begitu, Fajar meminta organisasi lingkungan tidak menutup mata atas prestasi pemprov. "Sejak tahun 2017, sudah 520 izin tambang yang dicabut Dinas ESDM Kalsel. Itu harus dicatat," pintanya.

Sebenarnya, kritik atas geopark tak melulu didasari oleh kekhawatiran daya rusak tambang terhadap Meratus. Ini juga terkait nasib masyarakat adat Meratus. Geopark mendadak muncul tanpa mengajak warga sekitar geosite untuk duduk bersama.

Fajar tak menampiknya. Namun, dia menganggap langkah pemprov bisa dibenarkan. Karena prioritasnya adalah mengejar pengakuan dari pemerintah pusat atas keberadaan geopark di Kalsel. "Mumpung momennya sedang bagus. Kalau lamban, pemprov bisa kehilangan momentum. Sementara pengakuan itu penting," ujarnya.

Setelah diakui, barulah digelar sosialisasi, penyusunan program, dan penataan kawasan geopark. Dan ia berjanji akan mengajak akademisi, aktivis lingkungan, dan masyarakat sekitar untuk duduk bersama. "Jujur, saya pengin sekali bertatap muka dengan para penolak geopark ini," imbuhnya seraya tertawa.

Jika masih sangsi, Fajar meminta penolak untuk mengulik definisi geopark sesuai yang telah dibakukan UNESCO. Geopark atau taman bumi adalah kawasan yang memuat keragaman geologi, keragaman hayati, dan keragaman budaya. Pengelolaannya diserahkan kepada masyarakat sekitar taman untuk memperoleh manfaat ekonomi.

"Nah, siapa masyarakat yang dimaksud dalam definisi ini? Siapa lagi kalau bukan Suku Dayak Meratus," tukasnya.

Kritik di atas sebenarnya belum tuntas. Alih-alih masyarakat adat, pemprov justru menggandeng forum masyarakat pengusaha tambang. Fakta yang mudah sekali mengundang kecurigaan publik. Bahwa ada titipan kepentingan dalam keterlibatan itu.

Fajar lagi-lagi menepisnya. Diceritakannya, ketika geopark dideklarasikan di Kiram Park, didatangkan band Slank dan penyanyi Inka Christie. Dan tarif manggung artis ibukota jelas tidaklah murah.

"Acara hiburan kan butuh biaya. Forum ini lalu menyumbang dana. Anggap saja sebagai CSR. Karena selama ini mereka sudah memperoleh banyak keuntungan dari Meratus," pungkasnya. (fud/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 10:47

Jumat Berkah Bersama Polsek Banteng

BANJARMASIN - Polsekta Banjarmasin Tengah memberikan bantuan kepada korban kebakaran…

Sabtu, 21 September 2019 10:42

DPRD Kalsel Janji Selesaikan Polemik Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM)

BANJARMASIN - Banyak PR lama yang belum diselesaikan DPRD Kalsel.…

Sabtu, 21 September 2019 09:47
Pemkab Tanah Bumbu

Kapolsek Pantau Pelaksanaan Pilkades

BATULICIN - Kapolsek Angsana Iptu H Tony Haryono didampingi Kanit…

Sabtu, 21 September 2019 09:45
Pemkab Tanah Bumbu

Lansia Simpang Empat dapat Bantuan

BATULICIN - Pemkab Tanbu melalui Bagian Kesra menyerahkan bantuan sosial…

Sabtu, 21 September 2019 09:43
Pemkab Tanah Bumbu

Ketua RT Diberi Pelatihan

BATULICIN - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) menggelar pelatihan…

Jumat, 20 September 2019 12:16

Selamat Datang Musim Politik

BANJARMASIN – Insan politik banua, bersiaplah. Tinggal hitungan hari, tahapan…

Jumat, 20 September 2019 12:11

Sekolah Diminta Transparan Gunakan Dana BOS

BANJARMASIN - Tahun depan, Pemerintan Pusat melalui Kementerian Pendidikan dan…

Jumat, 20 September 2019 11:05

Ananda Ada Hati ke PDIP, Lagi Tunggu 'Hilal' Golkar Kalsel

BANJARMASIN - Bursa kandidat pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali…

Jumat, 20 September 2019 10:31

Cuma 4000 Pelanggan Taat bayar Tagihan PDAM

BANJARMASIN - Meriahkan harjad kota ke-493, PDAM Bandarmasih mengundi hadiah…

Jumat, 20 September 2019 10:20

Kabut Asap Terus Terulang, Wakil Rakyat ikut Prihatin

BANJARMASIN - Kabut asap yang belakangan melanda Kalsel sudah sangat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*