MANAGED BY:
MINGGU
05 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 07 Maret 2019 09:03
Pemprov Hindari Jalan Ekstrem Sikapi Permasalahan Save Meratus
Nurul Fajar Desira

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Geopark Meratus rama-ramai ditolak aktivis dan organisasi lingkungan. Protes itu malah membuat Kepala Bappeda Kalsel, Nurul Fajar Desira kian bergairah. Dia melihat semangat yang menggebu-gebu untuk melindungi Pegunungan Meratus.

Fajar memberikan garansi. Bahwa pemprov juga memiliki niat yang sama. Hanya saja menempuh cara yang berbeda. "Kawan-kawan aktivis menyatakan ayo lindungi Meratus. Sama saja, tujuan pemprov juga begitu. Tapi caranya tak seekstrem itu," ujarnya di Mahligai Pancasila, kemarin (6/3).

Tuntutan mereka tegas. Ketimbang mendeklarasikan geopark, mending pemprov membebaskan kawasan Pegunungan Meratus dari izin tambang. Inilah yang dicap Fajar sebagai langkah ekstrem. Karena menuntut korban jatuh yang tak sedikit.

Diingatkannya, perekonomian Kalsel masih amat ketergantungan pada sektor tambang. Tambang menyumbang 20 persen bagi pendapatan daerah. "Oke, taruhlah pemprov mengikuti cara berpikir mereka. Cabut semua izin tambang. Korbannya adalah keluarga kita yang bekerja di sana. Pengusaha enteng saja berpindah bisnis, masyarakat enggak," jelasnya.

Dia menyodorkan kasus pencabutan izin tambang PT SILO di Kabupaten Kotabaru sebagai contoh terbaik. Dimana pemprov menghadapi perlawanan sengit. "Izin SILO lengkap. Pas digugat di pengadilan, akhirnya kalah toh," tukasnya.

Pemprov kemudian mengambil jalan memutar. Mendeklarasikan geopark atau taman bumi untuk menata Pegunungan Meratus. Mengejar manfaat ekonomi melalui sektor pariwisata. Fajar meyakini, geopark bisa mengurangi ketergantungan masyarakat atas pertambangan.

"Mengurangi ketergantungan ini tak bisa sekejap mata. Harus perlahan dan bertahap. Pemprov juga tak perlu berkoar-koar save Meratus," ujarnya.

Apa buktinya? Jangan-jangan pemprov sedang menjual retorika. Ditanya begitu, Fajar meminta organisasi lingkungan tidak menutup mata atas prestasi pemprov. "Sejak tahun 2017, sudah 520 izin tambang yang dicabut Dinas ESDM Kalsel. Itu harus dicatat," pintanya.

Sebenarnya, kritik atas geopark tak melulu didasari oleh kekhawatiran daya rusak tambang terhadap Meratus. Ini juga terkait nasib masyarakat adat Meratus. Geopark mendadak muncul tanpa mengajak warga sekitar geosite untuk duduk bersama.

Fajar tak menampiknya. Namun, dia menganggap langkah pemprov bisa dibenarkan. Karena prioritasnya adalah mengejar pengakuan dari pemerintah pusat atas keberadaan geopark di Kalsel. "Mumpung momennya sedang bagus. Kalau lamban, pemprov bisa kehilangan momentum. Sementara pengakuan itu penting," ujarnya.

Setelah diakui, barulah digelar sosialisasi, penyusunan program, dan penataan kawasan geopark. Dan ia berjanji akan mengajak akademisi, aktivis lingkungan, dan masyarakat sekitar untuk duduk bersama. "Jujur, saya pengin sekali bertatap muka dengan para penolak geopark ini," imbuhnya seraya tertawa.

Jika masih sangsi, Fajar meminta penolak untuk mengulik definisi geopark sesuai yang telah dibakukan UNESCO. Geopark atau taman bumi adalah kawasan yang memuat keragaman geologi, keragaman hayati, dan keragaman budaya. Pengelolaannya diserahkan kepada masyarakat sekitar taman untuk memperoleh manfaat ekonomi.

"Nah, siapa masyarakat yang dimaksud dalam definisi ini? Siapa lagi kalau bukan Suku Dayak Meratus," tukasnya.

Kritik di atas sebenarnya belum tuntas. Alih-alih masyarakat adat, pemprov justru menggandeng forum masyarakat pengusaha tambang. Fakta yang mudah sekali mengundang kecurigaan publik. Bahwa ada titipan kepentingan dalam keterlibatan itu.

Fajar lagi-lagi menepisnya. Diceritakannya, ketika geopark dideklarasikan di Kiram Park, didatangkan band Slank dan penyanyi Inka Christie. Dan tarif manggung artis ibukota jelas tidaklah murah.

"Acara hiburan kan butuh biaya. Forum ini lalu menyumbang dana. Anggap saja sebagai CSR. Karena selama ini mereka sudah memperoleh banyak keuntungan dari Meratus," pungkasnya. (fud/ema)


BACA JUGA

Minggu, 05 April 2020 15:06
Pemkab Balangan

Bupati Perketat Akses Keluar Masuk Kabupaten

PARINGIN – Bupati Balangan Ansharuddin bersama sejumlah jajarannya yang masuk…

Minggu, 05 April 2020 09:15

Lab Corona Banjarbaru akan Beroperasi Pekan Depan

BANJARBARU - Tinggal menghitung hari, laboratorium pemeriksaan Covid-19 untuk wilayah…

Minggu, 05 April 2020 09:10

Innalillahi...Satu Pasien PDP Meninggal, PDP Juga Bertambah Satu

BANJARMASIN - Satu pasien dalam pengawasan (PDP) dinyatakan meninggal dunia,…

Minggu, 05 April 2020 09:07

Tak Bisa WFH, Driver Online Silakan Jalan

BANJARMASIN - Belakangan beredar kabar bahwa aktivitas transportasi online akan…

Minggu, 05 April 2020 09:05

Tak Pulang Dulu, 25 Personel Polda Kalsel Dikarantina

BANJARMASIN – Sebanyak 25 anggota Polda Kalsel yang mengikuti Sekolah…

Minggu, 05 April 2020 09:03

Jadi Zona Merah, Warga Banjarmasin Utara Wajib Siaga

BANJARMASIN - Masuk zona merah penyebaran COVID-19, Banjarmasin Utara membutuhkan…

Minggu, 05 April 2020 08:58

Diskon PDAM Tunggu Regulasi

BANJARMASIN - Meski wali kota telah menyatakan bakal ada pemotongan…

Minggu, 05 April 2020 08:44

Jika Ada Pasien Corona Meninggal, Lokasi Khusus Pemakaman Sudah Disediakan

MARTAPURA – Hingga kini sudah ada tiga pasien positif virus…

Sabtu, 04 April 2020 07:55

Wapres Minta Fatwa Haram Mudik ke MUI

JAKARTA – Di tengah kurva wabah Covid-19 yang terus menanjak,…

Sabtu, 04 April 2020 07:52

Mayoritas Terpapar di Luar, PDP Ulin 26 Meninggal Dunia

BANJARMASIN – Imbauan pemerintah agar tetap berada di rumah di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers