MANAGED BY:
MINGGU
19 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 07 Maret 2019 09:08
Walhi Tetap Yakin Pegunungan Meratus Belum Aman
Hutan Pegunungan Meratus.

PROKAL.CO, Direktur Eksekutif Walhi Kalsel Kisworo Dwi Cahyono menyebut pernyataan tersebut belum menjamin daerah beribukota Barabai itu akan aman dari aktivitas tambang.

Menurutnya, selama HST masih masuk dalam konsesi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT AGM. Maka, sewaktu-waktu bisa ditambang oleh PT AGM. "Wilayah konsesi PKP2B PT AGM 'kan ada di empat kabupaten, yaitu Banjar, Tapin, HSS dan HST. Selama izin tambang masih ada di suatu wilayah. Maka, suatu saat ada kemungkinan ditambang," ujarnya.

Lanjutnya, walaupun saat ini pemerintah daerah menjamin tidak akan merestui penerbitan dokumen AMDAL (Analisis Dampak Lingkungan) jika PT AGM ingin beroperasi di HST. Menurutnya hal itu juga belum bisa dijadikan pegangan. "Kita tidak tahu, bagaimana situasi ke depannya nanti. Bisa jadi, AMDAL tiba-tiba terbit," ucapnya.

Pria yang akrab disapa Cak Kis ini menuturkan, jika memang pemerintah daerah dan gubernur berkomitmen untuk mengamankan wilayah Kabupaten HST dari aktivitas tambang batubara, seharusnya langkah yang dilakukan ialah mendesak pemerintah pusat mengeluarkan daerah HST dari konsesi PT AGM.

"Penghapusan daerah dari konsesi tambang ini bisa dilakukan oleh Pemda Jember, Jatim. Di mana mereka menolak pertambangan emas di blok Silo. Seharusnya kita bisa seperti mereka," paparnya.

Menurutnya, Kabupaten HST harus terus dijaga. Lantaran, dari 13 kabupaten/kota hanya daerah itu yang belum tersentuh oleh aktivitas tambang. "Hanya di sana pemerintah dan masyarakatnya serius menolak tambang dan perkebunan sawit. Untuk itu, Walhi ikut memperjuangkannya," tuturnya.

Dia mengaku tak nyaman, pasalnya pernyataan Walhi tentang tak amannya HST dari aktivitas tambang justru disebut menakut-nakuti. Sebab, masyarakat sekarang sudah paham dan cerdas membaca serta mencari informasi. "Kita malahan sangat mewanti-wanti masyarakat dalam menyikapi ini agar tidak anarkis dan tetap dalam koridor hukum," ungkapnya.

Daya rusak tambang batubara menurutnya bukanlah opini, apalagi sebagai bahan untuk menakut-nakuti. Karena, konflik di berbagai daerah yang ada izin tambangnya adalah fakta. "Konflik pasti ada. Seperti, konflik lahan, masalah lingkungan, sosial, sampai penghancuran ruang hidup rakyat," tegasnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kalsel Ikhlas Indar tetap menjamin wilayah HST tidak akan ditambang. Meski, masuk dalam wilayah konsesi PT AGM. "HST memang masuk dalam konsesi PT AGM. Tapi mustahil daerah itu bisa ditambang," ungkapnya.

Dia menjelaskan, PT AGM bakal sulit menambang di HST. Karena, di sana tidak ada akses untuk mengangkut hasil tambang. "Selain itu, di sana juga banyak permukiman jadi agak mustahil untuk ditambang. Faktanya, meski sudah punya izin sejak 1992 mereka belum bisa menambang di HST," jelasnya.

Bagian External Relation PT AGM, Syahdeni juga sebelumnya menyatakan komitmen mereka. "Saya kira sudah clear atau dihentikan. Kami belum berencana untuk sampai HST. Infrastruktur pun belum dibangun di sana," ucap Syahdeni.

Dia menambahkan, PT AGM sampai sekarang masih fokus di Kabupaten Tapin dan HSS. Menurutnya, pertambangan di dua kabupaten itu secara otomatis ikut berpartisipasi dalam rekruitmen tenaga kerja, membantu pembangunan dan berkontribusi dalam kegiatan yang membangun."Terutama dengan program CSR dan royalti kita," bebernya. (ris/ema)


BACA JUGA

Minggu, 19 Januari 2020 00:50

DURIAN OH DURIAN... Macet Total, Jalan Kaki 2 Km, Luka dan Pingsan karena Rebutan Durian

MARTAPURA - Perhelatan festival durian bertajuk "Gerakan Makan Buah Lokal…

Minggu, 19 Januari 2020 00:36

Tanpa Antre di Ruangan Khusus, Penyandang Disabilitas Bisa dapat SIM

BANJARBARU - Sejak beberapa tahun terakhir. Pemohon Surat Izin Mengemudi…

Minggu, 19 Januari 2020 00:33

Karlina: Jangan Ragu Pakai Dana Kelurahan

BANJARMASIN - Bercermin dari pengalaman tahun 2019 kemarin, Camat Banjarmasin…

Minggu, 19 Januari 2020 00:30

Pagu Siring Teluk Kelayan Rp10,4 Miliar, Deadline Pembongkaran: April

BANJARMASIN - Proyek penyiringan kawasan eks Pasar Beras di Teluk…

Minggu, 19 Januari 2020 00:27

Ibnu Sina Kecewa dengan Pemprov, Gara-gara PDAM Cuma Bisa Jadi Perseroda

BANJARMASIN - Impian Pemko Banjarmasin mengubah status PDAM Bandarmasih menjadi…

Minggu, 19 Januari 2020 00:26

Sebelum Pensiun, Tugas ke Papua Dulu

BANJARMASIN - Serka M Edi Wibowo, anggota Babinsa Telaga Biru…

Sabtu, 18 Januari 2020 23:34
Berita Hulu Sungai Utara

Musim Hujan, Bupati HSU H Abdul Wahid Imbau Warganya Waspada Banjir

AMUNTAI - Ketika hadir memimpin apel gabungan Bupati Kabupaten Hulu…

Sabtu, 18 Januari 2020 16:31

Rebutan Durian, Sejumlah Warga Luka dan Pingsan

MARTAPURA - Puluhan ribu warga, Sabtu (18/1) menghadiri acara bertajuk…

Sabtu, 18 Januari 2020 10:02

SIAP-SIAP..!! Tujuh Daerah Siaga Bencana

BANJARBARU - Tak bersahabatnya cuaca, akibat tingginya intensitas hujan dalam…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:59

Kala Warga Dusun Ambatunin Bertekad Menerjang Buta Huruf: Dirikan Sekolah Darurat Beratap Terpal

Turun-temurun menanggung perihnya buta huruf, warga Dusun Ambatunin Desa Uren…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers