MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 09 Maret 2019 09:44
Hanya Karena Utang Rp75 Ribu, Lelaki Ini Tewas ditikam Teman Dekat
MENYESAL:Yandi, mengaku kalap dan terpancing emosi ketika ucapan tantangan duel diucapkan korban. | Foto: Maulana/Radar Banjarmasin.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Penganiayaan berunjung kematian kembali terjadi di Banjarmasin. Kali ini korbannya adalah Fahrulrazi alias Paul (30). Warga Jalan Teluk Tiram, Gang Bakti Banjarmasin Barat.

Ia meninggal dunia setelah ditikam teman dekatnya sendiri; Ahmad Riyandi alias Yandi (38). Warga Gang Sa'adah yang juga berada di Teluk Tiram. Peristiwa itu terjadi, Kamis (7/3) pateng. Sekitar pukul 18.00 Wita.

Penganiayaan berawal dari masalah utang. Korban disebut-sebut berutang kepada pelaku. Nilainya tak banyak. Cuma Rp75 ribu.

Menurut pengakuan pelaku, dua hari sebelum kejadian, ia mencoba menagih utang tersebut. Korban justru meresponsnya dengan marah-marah. Bahkan mengajak berkelahi. Hanya saja, kala itu Yandi tak menanggapinya.

Hingga sampai pada hari kejadian. Yandi kembali datang ke rumah Paul. Dia memanggil korban untuk segera keluar. Tak lama setelah bertemu, lalu ribut. Pelaku yang sudah tersulut amarah langsung menikamkan belatinya ke perut, lengan dan leher teman dekatnya itu.

Pria beristri ini ditemukan terkapar bersimbah darah tak jauh dari rumah mertuanya. Sempat dilarikan ke IGD RSUD Ulin Banjarmasin. Tapi sayang, nyawanya tak tertolong.

Santi (30), kaka ipar Paul menceritakan bahwa Yandi adalah teman dekat korban. Keduanya pernah sama-sama bekerja sebagai buruh angkut di Pasar Teluk Tiram.

"Kurang tahu apa masalahnya, malam itu korban mau makan. Yandi memanggil untuk keluar rumah. Tak lama, terdengar teriakan minta tolong. Saat kami keluar rumah, sudah mendapati Paul terkapar bersimbah darah," ceritanya.

Malam itu Paul tak mengenakan baju. Ia menghampiri Yandi tanpa membawa apa-apa di tangannya. "Jika seandainya kami tahu kalau Yandi mau membikin perhitungan kepada Paul, pasti kami larang," lanjut Santi.

Peristiwa berdarah itupun menggegerkan kawasan Teluk Tiram. Pelaku sendiri langsung bersembunyi. Hingga akhirnya, ia mengakui perbuatannya kepada ketua RT.

"Saya lari dan sembunyi ke rumah usai melukai korban. Tetapi hati tak tenang. Saya lalu mendatangi rumah Ketua RT dan menjelaskan kondisi yang ia lakukan. Saya menceritakan ke ketua RT jika saya habis membunuh Paul," akunya saat di markas Polsekta Banjarmasin Barat, kemarin (8/3) siang.

Yandi sendiri diringkus polisi, satu jam setengah setelah kejadian tersebut. Ia ditangkap setelah Bhabinkamtibmas Kelurahan Telawang melakukan pendekatan kepada keluarganya. Penangkapan pun dipimpin Kanit Reskrim Polsekta Banjarmasin Barat, Ipda Jody Dharma.

"Saya bersembunyi di rumah Ketua RT untuk minta amankan. Tak lama polisi datang menjemput," ucapnya.

Ia mengaku menyesali perbuatannya. Yang mengabisi nyawa temannya sendiri.

"Dia mengajak saya duel ketika ditagih utangnya. Untangnya juga tak banyak hanya Rp75 ribu. Tetapi dia tak mengaku punya utang di warung istri saya," bebernya. Yandi sendiri, mengaku memang selalu membawa pisau ke mana-mana.

Fakta lain juga diakui Yandi. Saat menghabisi nyawa korban, ia sedang mabuk. Sehingga tak bisa mengendalikan diri. "Sebelum itu saya habis tenggak minuman keras sendirian," imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsekta Banjarmasin Barat, AKP Mars Suryo Kartiko menjelaskan, pelaku dikenakan pasal 338 KUHP.

"Motifnya karena masalah utang. Pelaku malah ditantang berkelahi sehingga terjadi seperti itu. Bahkan saat kejadian pelaku dalam kondisi mabuk, dan saat diinterogasi usai ditangkap ngomongnya ngawur," ucapnya. (lan/ema)


BACA JUGA

Selasa, 22 Oktober 2019 11:18

Sekongkol Curi Sepeda, Pasutri Dibekuk

BANJARMASIN - Warga Jalan Padat Karya lega. Maling spesialis sepeda…

Selasa, 22 Oktober 2019 11:07

Cari Ikan, Warga HST Dapat Tengkorak

BARABAI - Warga Desa Kayu Rabah di Kecamatan Pandawan Kabupaten…

Senin, 21 Oktober 2019 11:53

2 Pasang Remaja Terciduk 'Ngamar' di Banjarbaru

BANJARBARU - Jajaran Polres Banjarbaru, Sabtu (19/10) malam kembali menggelar…

Senin, 21 Oktober 2019 11:27

Lusa, Musim Razia Lagi, Hingga 14 Hari

BANJARMASIN - Satlantas Polresta Banjarmasin kembali menggelar Operasi Zebra 2019.…

Senin, 21 Oktober 2019 11:06

Sajam dan Miras Diamankan

AMUNTAI - Usai menggelar Apel Siaga Pelantikan Presiden dan Wakil…

Minggu, 20 Oktober 2019 06:56

Ingin Punya Anak, Pria ini Malah Cabuli Anaknya Sendiri

RANTAU - Kejadian memilukan terjadi di Kabupaten Tapin. Seorang pria…

Minggu, 20 Oktober 2019 06:15

Sudah Pernah Direhab, Eh Remaja ini Terciduk Lagi

BANJARBARU - Masalah remaja minum minuman keras (miras) oplosan seperti…

Sabtu, 19 Oktober 2019 14:02
BREAKING NEWS

Begini Ternyata Pecabulan Bocah oleh Pedagang Sayur di Tapin Terungkap

RANTAU - Pengungkapan kasus pencabulan yang dilakukan oleh ayah tiri…

Sabtu, 19 Oktober 2019 14:01

Kasihan..! Bocah yang Dicabuli Pedagang Sayur itu Sudah Melahirkan

RANTAU - Ternyata korban pencabulan yang dilakukan ayah tiri di…

Sabtu, 19 Oktober 2019 13:24

Raja Tega, Pedagang Sayur Cabuli Anaknya Sejak Usia 13 Tahun

RANTAU - Sungguh tega apa yang dilakukan pria berumur 52…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*