MANAGED BY:
SELASA
11 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 17 Maret 2019 10:18
Aulia Aziza
Meneliti Seks dalam Bahasa Tutur Masyarakat Banjar
Aulia Aziza

PROKAL.CO,

BANJARMASIN -- Di bawah atap rumah orang Banjar, seks adalah topik yang tabu. Pertanyaan anak tentang seks akan dibungkam seketika oleh orang tua. Tapi di warung kopi, media sosial, bahkan di majelis taklim, humor yang menyerempet tema seks malah menjadi bumbu wajib percakapan. 

Aulia Aziza mengajar mata kuliah sosiologi agama di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari. Alumni Universitas Gadjah Mada itu sedang meneliti seks dalam bahasa tutur orang Banjar. Topik yang seksi sekaligus sensitif. Apa yang sedang ia cari? 

Lahir tahun 1972 di Tanjung, Kabupaten Tabalong, penelitian itu dipicu kegelisahan saat remaja. "Ketika darah menstruasi pertama keluar, saya panik. Tapi orang tua hanya mengatakan, saya sudah resmi dibebani pahala dan dosa. Cuma itu penjelasannya," ungkapnya. 

Kemarin (16/3), penulis mengunjungi Aulia di rumahnya di Jalan Ahmad Yani kilometer 17. Dia berharap, riset itu tuntas pada Juli nanti. Masih banyak yang harus dikerjakan. Seperti mewawancarai sejumlah agamawan dan budayawan. 

Tapi benang merahnya mulai terlihat. "Masyarakat Banjar itu tertutup. Konservatif. Pertanyaan seks dicap tak sopan. Lebih-lebih jika dilontarkan anak perempuan. Dan saya tumbuh besar di tengah masyarakat seperti itu," imbuhnya. 

Hipotesisnya, tak ada yang namanya pendidikan seks di rumah orang Banjar. "Tak ada orang tua yang mau membahas apa itu masturbasi, proses pembuahan, atau aborsi," tambahnya. 

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers