MANAGED BY:
JUMAT
06 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 23 Maret 2016 15:09
Resmob Polda Kalsel: 7 Macan Pemburu Musang
Resmob Polda Kalsel

PROKAL.CO, style="text-align: justify;">MENYUSUP, menyamar, memburu dan menangkap pelaku kejahatan sudah menjadi keahlian khusus anggota Resmob Polda Kalsel  dalam mengungkap kasus kriminalitas menonjol yang menjadi perhatian publik di Kalsel.

Dengan prinsip tidak akan pulang sebelum mendapatkan hasil, tujuh anggota Resmob yang berjuluk macan Kalsel ini tidak akan kembali ke markasnya sebelum berhasil menangkap pelaku kejahatan yang mendapat sebutan musang. Sesuai dengan namanya, Resmob atau reserse mobil ini merupakan unit reserse khusus yang dipunyai Polri karena memiliki kemampuan bergerak dengan cepat untuk menemukan atau mencari kejahatan yang berintensitas tinggi.

Hanya orang-orang pilihan yang bisa bergabung dengan unit Resmob Polda Kalsel. Mereka yang masuk bukan orang sembarang dan harus memiliki “jiwa” yang sama, yakni jiwa petualang, kerja keras, rasa ingin tahu yang tinggi, serta loyalitas tinggi terhadap tugas. 

Meski hanya beranggotakan tujuh orang, anggota Resmob Polda Kalsel ini telah membuktikan kemampuannya dalam mengungkap kasus kriminalitas menonjol mulai dari kejahatan konvensional seperti pembunuhan, kejahatan jalanan (street crime) , pencurian, curanmor, judi, perampokan, penganiayaan, penemuan mayat hingga napi lari dari lapas. Termasuk juga kejahatan yang teroganisir atau kejahatan lintas negara dengan melibatkan kelompok atau jaringan.

Jiwa militan merupakan syarat mutlak untuk bisa bergabung dengan macan Kalsel. Kapanpun mendapat perintah harus siap melaksanakannya dengan menggunakan peralatan dan perlengkapan yang dimiliki.

Kanit Resmob Polda Kalsel AKP Arief Prasetya merupakan salah satu anggota Polri pilihan yang masuk dalam unit Resmob Polda Kalsel. Perwira pertama berpangkat tiga balok ini menceritakan bagaimana di balik kesuksesan macan Kalsel mengungkap dan menangkap pelaku kejahatan menonjol di Kalsel.

---------- SPLIT TEXT ----------

Di tengah keterbatasan personel, Resmob Polda Kalsel masih bisa membukti kepada masyarakat bahwa mereka mampu membongkar kejahatan dengan kemampuan dan keahlian khusus yang dimiliki macan Kalsel.

Tanpa didukung peralatan canggih dalam penanganan dan pengungkapan kasus, macan Kalsel sudah terlatih menangkap pelaku meski tidak ada petunjuk awal atau saksi di tempat kejadian perkara (TKP). “Kami memang sedikit, tapi kami ada di mana-mana,” kata mantan Kaposek Jorong dan Kanit Reskrim Polres Tala ini.

Maksud perkataan Kanit ini menggambarkan selain memiliki keahlian khusus, anggota Resmob Polda Kalsel juga memiliki jaringan dan koordinasi yang bagus dengan seluruh wilayah di tingkat Polsek, Polres,dan Polda lain. Hubungan baik antarwilayah inilah yang membuat pergerakan macan Kalsel tambah gesit karena dibantu oleh anggota dari wilayah lain.

Bukti bahwa anggota Resmob ada di mana-mana ketika macan Kalsel berhasil menangkap pelaku pembunuhan terhadap Rizky Persia alias Eki yang menjadi perhatian publik  yang berpotensi menimbulkan konflik SARA di Kalsel.

Keberhasilan meringkus pelaku utama ini berawal dari keterangan salah seorang pelaku  yang menyerahkan diri ke Polresta Banjarmasin. Dari informasi yang didapat, tujuh macan Kalsel langsung bergerak mengejar pelaku yang selalu berpindah-pindah tempat.      

Perburuan dimulai dari Jalan Teluk Tiram, kemudian dilanjutkan ke Liang Anggang, Jorong, dan Asam-Asam. Setelah lima hari di Asam-Asam, anggota mendapat informasi kalau pelaku naik kapal ke Kalimantan Timur. Setelah memeriksa cek list penumpang, ternyata benar ada nama pelaku.

Pengejaran kembali dilanjutkan dan bekerjasama dengan jajaran Polda Kaltim. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan ternyata pelaku bergerak naik kapal laut menuju Mamuju, Sulawesi Barat. Tidak mau buruannya hilang jejak, Resmob Polda Kalsel mengontak jajaran Polda Sulawesi Barat untuk meminta bantuan mencek daftar penumpang kapal yang datang di Mamuju.

---------- SPLIT TEXT ----------

Setelah mendapat informasi A1 (pasti) tentang keberadaan pelaku, Resmob langsung bergerak dan berhasil meringkus pelaku saat mau menuju ke Makassar, Sulawesi Selatan. “Kalau diam maka kami akan ketinggalan dan pelaku bisa terlepas. Hanya dalam waktu kurang lebih dua pekan, macan Kalsel berhasil menangkap pelaku utama,” ucap Arief yang memimpin langsung penangkapan pelaku bernama M Faruq. “Pelaku cukup cerdik, tapi kita tidak kalah cerdik, setelah kita berhasil menyisir jejak kaburnya pelaku hingga akhirnya kita tangkap di Makasar,” ujarnya lagi.

Dengan berhasilnya pengungkapan kasus pembunuhan ini membuktikan kalau keterbatasan anggota macan Kalsel ini tidak menjadi penghalang bagi unit Resmob untuk mengungkap atau menangkap pelaku. “Lari dan sembunyilah kamu, karena kami dilatih untuk mencari dan mengungkap,” ujar Akpol angkatan 2005 ini yang menggambarkan anggota Resmob Polda Kalsel memang orang-orang pilihan yang memiliki keahlian khusus  dalam mengungkap kasus serta kemampuan menangkap pelaku kejahatan.

Prestasi dan kehebatan tim Resmob Polda Kalsel ini membuat Kapolda Kalsel Brigjen Pol Agung Budi Maryoto merasa bangga. Ia pun tak ragu memberikan penghargaan atas capaian prestasi anggotanya tersebut.

Namun,  Agung juga berpesan agar Resmob tetap harus bersinergi dengan seluruh fungsi terkait. “Intinya tidak boleh ego sektoral,” pesannya. Ia pun menyatakan memberikan dukungan terhadap seluruh anggotanya yang menjalankan tugas. "Bila ada TO yang menjadi atensi masyarakat terus monitor perkembanganya sehingga dapat meningkatkan moril anggota," ujarnya.

Tentunya segala prestasi yang telah dicapai anggota diberikan penghargaan. "Yang berhasil mengungkap kasus-kasus yang menjadi atensi masyarakat akan diberikan reward," tandasnya.

 

Manusia Pilihan yang Punya  Banyak Keahlian

Berbagai tindak kejahatan konvensional maupun kejahatan terorganisir berhasil diungkap Resmob Polda Kalsel di bawah kepemimpinan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel Kombes Pol Yustan Alpian.

---------- SPLIT TEXT ----------

Sepanjang tahun 2015 sampai Maret 2016, sudah 80 kasus yang berhasil diungkap Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel. Diantaranya kasus pencucian uang sebanyak 1 kasus, penganiayaan 6 kasus, penculikan 1 kasus, curat 17 kasus, curanmor 3 kasus, curas 17 kasus.

Kemudian pembunuhan 13 kasus, penemuan mayat 1 kasus, penggelapan 3 kasus, teror bom 1 kasus, pemalsuan 3 kasus, penipuan 1 kasus, dan napi lari lapas 2 kasus. Dari semua kasus yang berhasil diungkap, peran unit Resmob Polda Kalsel sangat banyak membantu.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel Kombes Pol Yustan Alpian mengatakan, meski unit Resmob hanya beranggotakan tujuh orang, tapi kemampuan anggota di lapangan tidak diragukan. Bahkan, secara khusus ia memuji kehebatan Resmob Polda Kalsel yang tidak dimiliki oleh Resmob di Polda lain. Tidak mudah untuk bisa masuk dalam unit Resmob yang mempunyai mobilitas tinggi dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Keuletan anggota Resmob Polda Kalsel dalam mengungkap dan mengejar pelaku kejahatan sangat bagus. Halangan dan rintangan tidak menjadi kendala bagi anggota dalam menjalankan tugas. Perwira menengah berpangkat melati tiga ini makin semangat ketika menceritakan kemampuan anak buahnya dalam mengungkap kasus kejahatan menonjol yang menjadi perhatian publik dalam waktu singkat tanpa ada ekses atau keributan di tengah masyarakat.

“Semua kemampuan di luar teknis kepolisian harus dimiliki anggota Resmob. Baik itu keahlian mengendarai sepeda motor trail, mengemudikan speedboat, klotok, maupun alat berat,” katanya. Kemampuan di luar teknis kepolisian ini sangat membantu anggota di lapangan dalam 

---------- SPLIT TEXT ----------

Seperti kasus perampokan disertai pembunuhan di Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dengan korban tewas empat orang. Setelah mengetahui identitas dan keberadaan pelaku, anggota Resmob yang bergelar macan Kalsel ini diterjunkan untuk melakukan pengejaran dan penangkapan pelaku yang bersembunyi dalam hutan di pegunungan Meratus.

Mental anggota yang sudah memiliki prinsip tidak akan pulang kalau tidak dapat hasil ini terus merengsek masuk ke dalam hutan selama empat jam menggunakan trail dan dua jam jalan kaki.

Anggota yang susah payah menempuh medan berat melalui jalan setapak ini sempat kecewa karena buruannya kabur lantaran pelaku menguasai medan. Kekecewaan ini tidak membuat anggota patah semangat. Mereka kembali melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan informasi dari warga setempat.

Setelah berhari-hari berada di kawasan pegunungan Meratus, anggota kembali mendapat info dari penjual burung yang biasa berburu burung di kawasan pegunungan Meratus. Dari penjual  burung tersebut didapat informasi bahwa pelaku yang juga berprofesi sebagai penjual burung ini biasanya turun gunung menjual hasil buruannya. Pelaku yang sudah dinanti-nanti anggota akhirnya keluar dari persembunyiannya dan langsung diciduk tanpa perlawanan.

Walaupun tidak ada kasus yang tidak bisa diungkap, tapi terkadang ada juga kendala yang dihadapi anggota dalam pengungkapan kasus yang tidak ada petunjuk awal atau saksi di TKP. Untuk bisa mengungkap kasus tersebut, maka perlu ada anggota yang memiliki kemampuan menggalang dan mengumpulkan informasi serta kemampuan melihat situasi TKP.

Dalam tim Resmob Polda Kalsel memiliki anggota yang bisa melakukan komunikasi menggalang informasi. Meski tidak ada petunjuk awal dan saksi di TKP, anggota Resmob ini memiliki kemampuan mengkoordinir semua anggota di lapangan baik dari Polsek dan Polres untuk bisa bersatu mengumpulkan semua informasi yang didapat untuk bisa dimanfaatkan atau membantu pengungkapan kasus.

Bila anggota tersebut datang, maka langsung dikenal orang sehingga mereka mudah berbaur dengan masyarakat di sekitar TKP. “Kalau dia datang, orang mau memberikan informasi karena kedekatan anggota Resmob dengan masyarakat. Dalam tim ini kami memiliki orang-orang tersebut sehingga mudah mengungkap kasus meski tidak ada petunjuk awal dan saksi,” ujarnya.

---------- SPLIT TEXT ----------

Selain kemampuan menggalang informasi, anggota Resmob Polda juga memiliki anggota yang mempunyai kemampuan menyamar (undercover). Anggota yang satu ini jarang tampil bila ada kegiatan ekspos gelar perkara  atau jumpa pers saat unit Resmob berhasil mengungkap kasus. Keberadaan mereka sangat dirahasiakan agar identitasnya tidak terungkap atau diketahui orang.

Penyamaran dibutuhkan dalam pengumpulan informasi dan bukti tindak kejahatan yang dilakukan pelaku. Contoh kasus judi togel, salah seorang anggota Resmob menyamar sebagai anak kos yang tinggal berdekatan dengan rumah bos judi togel. Selama berhari-hari, anggota tersebut memantau gerak-gerik pelaku. Anggota juga sempat menyamar sebagai pembeli togel tapi diusir pelaku karena dikira masih anak sekolah.

“Bayangkan pelaku saja tidak tahu itu polisi. Inilah kekuatan tim Resmob Polda Kalsel yang masing-masing memiliki keahlian dan kemampuan sehingga bisa saling dukung dalam pengungkapan kasus,” tandas Yustan.  (hni/gmp)

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Kamis, 05 Desember 2019 09:27

Selain Kasus Terorisme, Warga Miskin Dapat Pendampingan Hukum Gratis

BANJARMASIN – Bukana rahasia lagi jika tarif jasa bantuan atau…

Kamis, 05 Desember 2019 07:18

Razia Bongkar Muat di Djok Mentaya, Dishub Diajak Kucing-kucingan

BANJARMASIN - Para pemilik ruko pergudangan di Jalan Djok Mentaya…

Kamis, 05 Desember 2019 07:14

Biasanya Riang jadi Lebih Pendiam, ABK Tugboat Tenggelam di Sungai Barito

BANJARMASIN - Pencarian ABK (anak buah kapal) Trans Power 165,…

Rabu, 04 Desember 2019 11:17

Alfurqan, Kitab Suci Pengikut 'Nabi dari HST', Kejiwaan Nasruddin Bakal Diperiksa

BARABAI - Meski rumah kayu yang terletak di Desa Kahakan,…

Rabu, 04 Desember 2019 10:55

Andalkan CCTV, Dua Perampok Alfamart Masih Diburu, Polisi Belum Temukan Titik Terang

BANJARMASIN - Polisi belum menemukan titik terang dari kasus perampokan…

Rabu, 04 Desember 2019 10:38

Pembelinya Banyak Berstatus Pelajar, Pengedar Alkohol di Rantau Diringkus

RANTAU – Sejak peristiwa berdarah hingga mengakibatkan korban meninggal dunia…

Rabu, 04 Desember 2019 10:36

Angkut BBM Ilegal, Warga Daha Selatan Diamankan

AMUNTAI - Diduga melakukan praktik ambil untung dalam bisnis bahan…

Rabu, 04 Desember 2019 10:35

Pemohon SIM Tak Pernah Sepi, Polantas Jamin Tak Gunakan Calo

BATULICIN - Ruang tunggu pembuatan surat izin mengemudi (SIM) di…

Rabu, 04 Desember 2019 10:30

Resahkan Warga, Belasan Anak Punk Ditertibkan

BANJARBARU - Keberadaan belasan anak jalanan yang mengklaim sebagai anak…

Selasa, 03 Desember 2019 13:07

Bungkus Alkohol ke Plastik Putih, Pengedar Minimal Beralkohol Digrebek

RANTAU - Semenjak peristiwa berdarah hingga mengakibatkan korban meninggal dunia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.