MANAGED BY:
JUMAT
18 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 22 Maret 2019 09:42
UIN Antasari Bjm: Akreditasi B pun Alhamdulillah
PERLU NAIK TINGKAT: Seorang Mahasiswa melintasi jalan menuju gedung UIN ANtasari Banjarmasin. UIN saat ini masih akreditasi B.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Akhir tahun nanti, Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari mengajukan borang akreditasi. Sementara Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) memperketat kriteria penilaian. Fakta ini memaksa UIN untuk bersikap realistis. Diganjar akreditasi B pun harus disyukuri.

"Menghadapi sembilan kriteria itu, posisi kami benar-benar sebagai pemula. Belum ada contoh sukses. Tak ada kampus yang bisa dituju untuk studi banding," kata Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Antasari, Husnul Yaqin kepada Radar Banjarmasin, kemarin (21/3).

Dulu BAN-PT menggunakan tujuh kriteria. Kini ditambah menjadi sembilan kriteria. Sebelum perubahan itu, Universitas Lambung Mangkurat meraih akreditasi A. "Berurusan dengan kriteria lama, ULM memang beruntung," imbuhnya.

Hasil penilaian juga berubah. Dulu kampus diganjar akreditasi A, B, dan C. Kini diganti menjadi akreditasi Unggul, Baik, dan Baik Sekali. Tapi istilah baru itu belum terlalu populer.

Saat ini UIN menyandang akreditasi B. Yang kedaluwarsa pada tanggal 27 Juni 2020. Untuk pembaruan, pengajuan borang wajib diajukan enam bulan sebelumnya. Atau, paling lambat sudah didaftarkan pada bulan Desember nanti.

Apa modal yang sudah dimiliki UIN? Kampus Islam terbesar di Kalsel itu mengajar 12 ribu mahasiswa. Memiliki 86 dosen S3, plus 13 profesor. Dari 36 prodi, 27 prodi sudah terakreditasi B dan baru satu prodi yang terakreditasi A.

Sejumlah dosen juga akan menempuh program doktoral di luar negeri. Dikirim ke berbagai kampus di Belanda, Australia, Prancis dan Amerika Serikat. Ini penting karena BAN-PT menuntut kampus go internasional.

Ditanya strategi, LPM menggelar simulasi beruntun. Asesor internal menghitung skor awal dan akhir. Menampilkan gambaran, mana aspek yang rentah dan harus dibenahi. Dan mana aspek yang sudah bagus serta harus dipertahankan. "Dari hasil simulasi terakhir, empat prodi sudah layak diganjar A," tukasnya semringah.

Dia menargetkan, sebelum pergantian tahun, 20 persen prodi di UIN sudah terakreditasi A. Ini target realistis. Mengingat akreditasi A secara universitas menuntut minimal 50 persen prodi telah terakreditasi A.

"Dengan kriteria lama, optimisme kami memang membumbung tinggi. Tapi dengan kriteria baru ini, harus diakui, mencapai 50 persen itu berat," timpal Sekretaris LPM UIN Antasari, Ridha Darmawaty.

Namun, Ridha memastikan situasi UIN bakal semakin membaik. Hampir 80 hektare lahan di Banjarbaru telah dimatangkan. Pembangunan kampus baru sebentar lagi dimulai. "Status tanahnya sudah clean and clear," sebutnya.

Membangun kampus baru merupakan pilihan logis. Standar sarana perkuliahan pada zaman sekarang jelas lebih canggih. "Lebih mudah mendesain kampus dari sebidang tanah kosong. Ketimbang merombak bangunan lama," terangnya.

Dicecar tentang kelemahan UIN, dengan jujur Ridha mengakui, rasio jumlah dosen dan mahasiswa belum ideal. "Peminat beberapa prodi membludak, tapi malah menjadi bumerang. Lantaran masih kekurangan dosen. Rektor sudah berkomitmen untuk terus merekrut dosen baru," ujarnya.

Kembali pada tuntutan serba internasional, jalan menuju kesana telah dirintis. Contoh, memperluas tujuan kuliah kerja nyata (KKN). Tidak melulu mendatangi desa-desa di pelosok Banua. "Ada yang sudah KKN ke Yogyakarta. Bahkan dikirim ke Malaysia dan Thailand," kisahnya.

UIN juga dituntut membuka diri terhadap kedatangan mahasiswa dan dosen asing. Sejumlah dosen tamu dari Amerika Serikat, Finlandia, dan Maroko pernah mengajar di sini. "Sayangnya belum ada yang berstatus definitif," ujarnya.

Ketika wawancara ini berlangsung, Rektor UIN Antasari, Prof Mujiburrahman sedang disibukkan dengan persiapan keberangkatan menuju Arab Saudi. Guna menjajaki kerjasama dalam bidang pendidikan bahasa bersama Universitas Madinah.

"BAN-PT tak peduli dengan belasan atau puluhan MoU yang diteken perguruan tinggi. Mereka menuntut output (hasil) nyata," tegasnya.

Tahun depan, kemungkinan besar UIN kembali diberi akreditasi B alias Baik Sekali. Setelah itu, ada waktu berharga selama lima tahun untuk mengejar target sebenarnya. Yakni akreditasi A alias Unggul. "Akreditasi Unggul tetap menjadi target utama UIN," pungkas Husnul. (fud/ema)


BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2019 11:44

Nahwan Kandidat Kuat Kadispersip

BANJARBARU - Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Banjarbaru Radius…

Kamis, 17 Oktober 2019 11:36

Maju Pilgub, Meski Percaya Diri, Kans Denny Berat

BANJARMASIN - Denny Indrayana begitu percaya diri menantang petahana Sahbirin…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:48

Haris Bikin Golkar Menunggu

BANJARMASIN - DPD Golkar Banjarmasin dibuat penasaran. Lantaran Haris Makkie…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:47

Pilwali Banjarmasin, Lima Nama Melamar PKS

BANJARMASIN - DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banjarmasin tak mau…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:44

Sidak, Herman Semakin Bad Mood

BANJARMASIN - Wakil Wali Kota Banjarmasin Hermansyah kembali dibuat gusar.…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:40

Bantu Posko Karhutla, Hermansyah Doakan Petugas Semoga Selalu Sehat

BANJARMASIN - Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah menyambangi posko siaga kebakaran…

Kamis, 17 Oktober 2019 09:29

Dukung Pendidikan Anti Korupsi Sejak Dini

BANJARBARU- Pemprov Kalsel mendukung pencegahan anti korupsi sejak dini melalui…

Kamis, 17 Oktober 2019 09:24
Pemko Banjarbaru

Sekda Tinjau Pasar Cempaka

BANJARBARU - Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru H Said Abdullah, didampingi…

Kamis, 17 Oktober 2019 09:14
Pemkab Tanah Bumbu

Dinkes Bekali Sanitarian dan Puskesmas

BATULICIN - Untuk mengetahui lokasi rumah tangga warga yang belum…

Kamis, 17 Oktober 2019 09:13
Pemkab Tanah Bumbu

Tingkatkan Kegiatan Program UKS

BATULICIN - Dinas Kesehatan Tanbu menggelar pertemuan dengan Guru Usaha…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*