MANAGED BY:
MINGGU
19 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 22 Maret 2019 09:42
UIN Antasari Bjm: Akreditasi B pun Alhamdulillah
PERLU NAIK TINGKAT: Seorang Mahasiswa melintasi jalan menuju gedung UIN ANtasari Banjarmasin. UIN saat ini masih akreditasi B.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Akhir tahun nanti, Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari mengajukan borang akreditasi. Sementara Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) memperketat kriteria penilaian. Fakta ini memaksa UIN untuk bersikap realistis. Diganjar akreditasi B pun harus disyukuri.

"Menghadapi sembilan kriteria itu, posisi kami benar-benar sebagai pemula. Belum ada contoh sukses. Tak ada kampus yang bisa dituju untuk studi banding," kata Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Antasari, Husnul Yaqin kepada Radar Banjarmasin, kemarin (21/3).

Dulu BAN-PT menggunakan tujuh kriteria. Kini ditambah menjadi sembilan kriteria. Sebelum perubahan itu, Universitas Lambung Mangkurat meraih akreditasi A. "Berurusan dengan kriteria lama, ULM memang beruntung," imbuhnya.

Hasil penilaian juga berubah. Dulu kampus diganjar akreditasi A, B, dan C. Kini diganti menjadi akreditasi Unggul, Baik, dan Baik Sekali. Tapi istilah baru itu belum terlalu populer.

Saat ini UIN menyandang akreditasi B. Yang kedaluwarsa pada tanggal 27 Juni 2020. Untuk pembaruan, pengajuan borang wajib diajukan enam bulan sebelumnya. Atau, paling lambat sudah didaftarkan pada bulan Desember nanti.

Apa modal yang sudah dimiliki UIN? Kampus Islam terbesar di Kalsel itu mengajar 12 ribu mahasiswa. Memiliki 86 dosen S3, plus 13 profesor. Dari 36 prodi, 27 prodi sudah terakreditasi B dan baru satu prodi yang terakreditasi A.

Sejumlah dosen juga akan menempuh program doktoral di luar negeri. Dikirim ke berbagai kampus di Belanda, Australia, Prancis dan Amerika Serikat. Ini penting karena BAN-PT menuntut kampus go internasional.

Ditanya strategi, LPM menggelar simulasi beruntun. Asesor internal menghitung skor awal dan akhir. Menampilkan gambaran, mana aspek yang rentah dan harus dibenahi. Dan mana aspek yang sudah bagus serta harus dipertahankan. "Dari hasil simulasi terakhir, empat prodi sudah layak diganjar A," tukasnya semringah.

Dia menargetkan, sebelum pergantian tahun, 20 persen prodi di UIN sudah terakreditasi A. Ini target realistis. Mengingat akreditasi A secara universitas menuntut minimal 50 persen prodi telah terakreditasi A.

"Dengan kriteria lama, optimisme kami memang membumbung tinggi. Tapi dengan kriteria baru ini, harus diakui, mencapai 50 persen itu berat," timpal Sekretaris LPM UIN Antasari, Ridha Darmawaty.

Namun, Ridha memastikan situasi UIN bakal semakin membaik. Hampir 80 hektare lahan di Banjarbaru telah dimatangkan. Pembangunan kampus baru sebentar lagi dimulai. "Status tanahnya sudah clean and clear," sebutnya.

Membangun kampus baru merupakan pilihan logis. Standar sarana perkuliahan pada zaman sekarang jelas lebih canggih. "Lebih mudah mendesain kampus dari sebidang tanah kosong. Ketimbang merombak bangunan lama," terangnya.

Dicecar tentang kelemahan UIN, dengan jujur Ridha mengakui, rasio jumlah dosen dan mahasiswa belum ideal. "Peminat beberapa prodi membludak, tapi malah menjadi bumerang. Lantaran masih kekurangan dosen. Rektor sudah berkomitmen untuk terus merekrut dosen baru," ujarnya.

Kembali pada tuntutan serba internasional, jalan menuju kesana telah dirintis. Contoh, memperluas tujuan kuliah kerja nyata (KKN). Tidak melulu mendatangi desa-desa di pelosok Banua. "Ada yang sudah KKN ke Yogyakarta. Bahkan dikirim ke Malaysia dan Thailand," kisahnya.

UIN juga dituntut membuka diri terhadap kedatangan mahasiswa dan dosen asing. Sejumlah dosen tamu dari Amerika Serikat, Finlandia, dan Maroko pernah mengajar di sini. "Sayangnya belum ada yang berstatus definitif," ujarnya.

Ketika wawancara ini berlangsung, Rektor UIN Antasari, Prof Mujiburrahman sedang disibukkan dengan persiapan keberangkatan menuju Arab Saudi. Guna menjajaki kerjasama dalam bidang pendidikan bahasa bersama Universitas Madinah.

"BAN-PT tak peduli dengan belasan atau puluhan MoU yang diteken perguruan tinggi. Mereka menuntut output (hasil) nyata," tegasnya.

Tahun depan, kemungkinan besar UIN kembali diberi akreditasi B alias Baik Sekali. Setelah itu, ada waktu berharga selama lima tahun untuk mengejar target sebenarnya. Yakni akreditasi A alias Unggul. "Akreditasi Unggul tetap menjadi target utama UIN," pungkas Husnul. (fud/ema)


BACA JUGA

Minggu, 19 Januari 2020 00:50

DURIAN OH DURIAN... Macet Total, Jalan Kaki 2 Km, Luka dan Pingsan karena Rebutan Durian

MARTAPURA - Perhelatan festival durian bertajuk "Gerakan Makan Buah Lokal…

Minggu, 19 Januari 2020 00:36

Tanpa Antre di Ruangan Khusus, Penyandang Disabilitas Bisa dapat SIM

BANJARBARU - Sejak beberapa tahun terakhir. Pemohon Surat Izin Mengemudi…

Minggu, 19 Januari 2020 00:33

Karlina: Jangan Ragu Pakai Dana Kelurahan

BANJARMASIN - Bercermin dari pengalaman tahun 2019 kemarin, Camat Banjarmasin…

Minggu, 19 Januari 2020 00:30

Pagu Siring Teluk Kelayan Rp10,4 Miliar, Deadline Pembongkaran: April

BANJARMASIN - Proyek penyiringan kawasan eks Pasar Beras di Teluk…

Minggu, 19 Januari 2020 00:27

Ibnu Sina Kecewa dengan Pemprov, Gara-gara PDAM Cuma Bisa Jadi Perseroda

BANJARMASIN - Impian Pemko Banjarmasin mengubah status PDAM Bandarmasih menjadi…

Minggu, 19 Januari 2020 00:26

Sebelum Pensiun, Tugas ke Papua Dulu

BANJARMASIN - Serka M Edi Wibowo, anggota Babinsa Telaga Biru…

Sabtu, 18 Januari 2020 23:34
Berita Hulu Sungai Utara

Musim Hujan, Bupati HSU H Abdul Wahid Imbau Warganya Waspada Banjir

AMUNTAI - Ketika hadir memimpin apel gabungan Bupati Kabupaten Hulu…

Sabtu, 18 Januari 2020 16:31

Rebutan Durian, Sejumlah Warga Luka dan Pingsan

MARTAPURA - Puluhan ribu warga, Sabtu (18/1) menghadiri acara bertajuk…

Sabtu, 18 Januari 2020 10:02

SIAP-SIAP..!! Tujuh Daerah Siaga Bencana

BANJARBARU - Tak bersahabatnya cuaca, akibat tingginya intensitas hujan dalam…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:59

Kala Warga Dusun Ambatunin Bertekad Menerjang Buta Huruf: Dirikan Sekolah Darurat Beratap Terpal

Turun-temurun menanggung perihnya buta huruf, warga Dusun Ambatunin Desa Uren…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers