MANAGED BY:
SELASA
20 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 22 Maret 2019 14:50
Kala Jeruji Besi Tak Menyurutkan Niat untuk Belajar

Di Luar Putus Sekolah, Di Dalam Sambung Sekolah

BELAJAR MENULIS: Narapidana di Lapas Banjarbaru mengikuti kelas belajar Paket A di aula gedung Lapas, (20/3). Dalam sepekan mereka mencicipi pelajaran sebanyak dua kali.

PROKAL.CO, Pendidikan adalah hak semua warga negara.  Tak terkecuali mereka yang sedang mendekam di penjara.

MUHAMMAD RIFANI, Banjarbaru

Dari luar, dinding beton dan pagar besi berdiri kokoh. Membuat Lembaga Pemasyarakatan acap kali dikesankan keras dan kehidupan yang gelap. Semua narapidana seperti hanya merenungi nasib dan   menunggu bebas.

Kenyataannya, stigma itu ternyata salah besar. Kehidupan di dalam penjara menggeliat. AKtivitas mereka juga sehat. Salah satunya adalah menempuh pendidikan. Setidaknya itu yang dilihat penulis saat mengunjungi Lapas Kelas III Banjarbaru, kemarin.

Beralaskan lantai dan berumpu meja kayu kecil, ratusan napi mengikuti kelas pembelajaran paket A, B dan C. Lumayan antusiasnya. Ada  126 napi  yang dalam aula gedung. Mereka diajar oleh puluhan guru utusan sanggar kegiatan belajar (SKB) di Kota Banjarbaru. Sepekan, mereka masuk selama dua kali pertemuan. Rabu dan Kamis.

Ketika penulis berkunjung,  jadwal belajar agak berbeda. Biasanya dimulai pukul 11.00 Wita. Kemarin (20/3),  dimulai pukul 14.00 Wita. Lantaran ada agenda lain dan jadwal terpaksa disusun ulang.

Ratusan Napi ini terbagi beberapa kelompok. Ada yang masih di paket A; setara SD. Paket B; Setara SMP. Terakhir paket C; Setara SMA.

Layaknya proses mengajar pada umumnya. Ada alat tulis yang disediakan. Papan tulis juga terpampang. Bedanya, penampilan mereka tak seragam. Ada yang mengenakan kaos hingga celana pendek. Maklum ini penjara.

Paket A jadi yang paling menyita perhatian penulis. Diikuti oleh 26 siswa yang mayoritasnya sudah cukup dewasa.  Mereka belajar membaca, menulis dan menghitung.  

 Menurut informasi pendamping guru dari SKB  Disdik Kota Banjarbaru yang mengajar, beberapa napi memang tak mengenal cara menulis dan membaca. Mereka buta aksara.

"Sejak kurang lebih satu tahun diajare, Alhamdulillah sudah ada yang lulus dan dapat ijazah. Khusus di Paket A ini, ada enam orang yang lanjut ke Paket B," kata Koordinator Paket A SKB Banjarbaru, Resa Riqani bercerita.

Bagi Resa, mengajar para napi tak seperti yang dipikirkan orang. Tak ada kesan buruk. Bahkan napi serius belajar. Mereka relative mudah memahami pelajaran. "Mereka lebih ramah, santun dan hormat pada pengajar," serunya.

Satu kelas kata Resa biasa diajar paling sedikit empat guru. Maklum cara mengajarnya tidak bisa disamakan dengan sekolah formal. "Durasi satu kelasnya kurang lebih dua jam."

Mengajar di Lapas tak harus dibedakan. Karena memberikan ilmu dan pelajaran ke Napi, ucapnya, punya manfaat baik. Menyiapkan modal penting ketika mereka kembali ke masyarakat. "Agar teman-teman di sini setelah bebas ada perubahan diri. Bisa menjalani hidup yang lebih baik. Dapat ijazah dan bisa digunakan. Inilah tujuannya," jujurnya.

Memang, banyak napi yang putus sekolah. Alasannya beragam. Faktor ekonomi, keluarga hingga urusan lain. Tak ayal, selama di tahanan, mereka mengambil kesempatan untuk kembali belajar. 

 Kepala Lapas Banjarbaru, Abdul Aziz mengatakan program ini memang ditujukan untuk bekal para napi agar mereka punya bekal saat bebas kelak.  

"Ketika sudah bebas nanti menjadi lebih baik. Karena kesempatan meraih pendidikan yang lebih baik juga terbuka lebar. Misalnya lulusan Paket C, itu setara ijazah SMA/sederajat. Jadi ada peluang mendapat pekerjaan atau melanjutkan pendidikan," bebernya.

Meski baru punya lulusan 6 orang, Aziz berharap program ini bisa merata. Artinya lulus keseluruhan. "Semoga semuanya bisa selesai. Ini juga untuk mengisi waktu warga binaan di sini lebih bermanfaat," pungkasnya. (rvn/ema)


BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 12:27

Berbincang dengan PSK di Bawah Umur di Banjarmasin

Prostitusi anak adalah kenyataan yang tidak bisa diabaikan di Kota…

Senin, 19 Agustus 2019 10:25

Melihat Kemeriahan Pegunungan Meratus di Hari Kemerdekaan

Jauh dari kota, nun di pegunungan Meratus, warga Dayak memperingati…

Minggu, 18 Agustus 2019 10:05

Melihat Aksi Ibu-Ibu Meriahkan HUT Kemerdekaan: Setahun Sekali, Buat Apa Malu

Memperingati HUT Kemerdekaan RI, berbagai lomba digelar di kompleks-kompleks perumahan.Peserta…

Jumat, 16 Agustus 2019 14:09

Persiapan Upacara Bendera di Bawah Laut di Pulau Kerayaan Kotabaru

Memang di level nasional. Upacara pengibaran bendera merah putih di…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:30

Peneliti Banjarbaru Uji Kandungan Akar Bajakah yang Viral Sebagai Anti Kanker

Doktor Eko sempat kaget. Tumbuhan yang pernah ia uji di…

Kamis, 15 Agustus 2019 11:12

Dalam Hal Ini, Wakil Menteri Ingin Provinsi Lain Tiru Kalsel

Tak hanya menghadiri Hari Jadi ke 69 Kalsel, Wakil Menteri…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:49

Jangan Sembarangan Promosi, Pahami Karakter Wisatawan

Kementerian Pariwisata menggelar workshop, kemarin (14/8). Membahas strategi pemasaran wisata…

Rabu, 14 Agustus 2019 11:41

Malam Hari Raya, Mereka Harus Padamkan Api Hingga Subuh

Menjadi bagian dari satgas penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)…

Selasa, 13 Agustus 2019 11:55

Merayakan Iduladha di Pulau Bromo, Daging Kurban Jadi Makanan Langka

Suasana Iduladha masih terasa. Setidaknya bagi warga Pulau Bromo, Kelurahan…

Sabtu, 10 Agustus 2019 11:45

Mendengar Cerita Pemuda-pemuda Yang Terpilih di DPRD Tapin

Sekarang ini para pemuda berlomba-lomba untuk bisa duduk di kursi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*