MANAGED BY:
JUMAT
10 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 03 April 2019 11:00
Polemik Tambang Meratus: Gugatan Walhi Kandas Lagi
DI KAKI GUNUNG: Pemandangan ini berada di Desa Batu Tangga. Salah satu wilayah di Hulu Sungai Tengah yang terancam dampak pertambangan. | Foto: SYARAFUDDIN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel lagi-lagi kalah dalam upaya menggugat Menteri ESDM dan PT Mantimin Coal Mining (MCM). Ini adalah kegagalan kedua setelah gugatan mereka ditolak oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta pada 22 Oktober 2018 lalu.

"Banding kami gagal, karena PTTUN melalui surat pemberitahuan putusan pada 20 Maret tadi menguatkan putusan PTUN yang menolak gugatan kami," kata Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono, kemarin.

Pria yang akrab disapa Cak Kis ini mengaku sangat menyayangkan putusan para hakim pengadilan. Baik PTUN maupun PTTUN. Menurutnya, keputusan yang keluar telah mencederai masyarakat Kalsel yang mayoritas menolak izin tambang batubara.

"Padahal selama proses persidangan, sudah kami jelaskan bahwa di Meratus ada sungai dan gunung yang harus selalu dijaga," ujarnya.

Selain itu, di Pegunungan Meratus juga terdapat kawasan karst; salah satu ekosistem sebagai sumber cadangan air terbaik yang harus dilindungi. "Perlu ada banyak gerakan untuk menolak aktivitas pertambangan di sana, sebab Meratus merupakan atapnya Kalimantan," tegas Cak Kis.

Lalu apa yang akan dilakukan Walhi? Dia mengungkapkan mereka tak menyerah begitu saja dalam melindungi Pegunungan Meratus dari aktivitas pertambangan. "Hari ini (kemarin) kami mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung melalui PTUN Jakarta," ungkapnya.

Dia berharap, Mahkamah Agung dapat berpihak kepada penyelamatan Pegunungan Meratus. Sehingga, putusan kasasi nantinya akan memenangkan gugatan mereka.

"Di tahun politik ini kita juga mendesak para kandidat dan elite politik untuk terlibat dan serius dalam gerakan penyelamatan lingkungan, terutama dalam perjuangan dan gerakan save Meratus," ucapnya.

Ketua Gerakan Penyelamat Bumi Murakata (GEMBUK) Rumli mendukung apa yang ditempuh oleh Walhi Kalsel. Mereka juga mengaku kecewa dengan putusan PTUN dan PTTUN Jakarta.

"Kami akan berjuang untuk penyelamatkan Meratus dengan semboyan rakyat Kalimantan Selatan waja sampai kaputing, tetap bersemangat dan kuat bagaikan baja dari awal sampai akhir," serunya.

Dia menyebut, para hakim di PTUN dan PTTUN mengabaikan fakta persidangan yang telah disampaikan oleh penggugat. Baik saat sidang, maupun pemeriksaan setempat (PS) yang dilaksanakan di Desa Nateh, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

"Selama sidang setempat, penggugat dan masyarakat bisa memperlihatkan kondisi lingkungan di sana," katanya.

Dipaparkannya, di daerah rencana lokasi pertambangan PT MCM masuk dalam kawasan DAS Batang Alai yang merupakan proyek nasional ketahanan pangan. Selain itu, Desa Nateh juga mendapatkan SK Hutan Desa dari Presiden RI. Jadi izin yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM bertentangan dengan semangat presiden untuk mengakui dan melindungi pengelolaan hutan oleh masyarakat.

"Kabupaten HST merupakan benteng terakhir atau rimba terakhir Kalimantan Selatan yang harus diselamatkan, dari ancaman daya rusak industri tambang batubara," pungkasnya.

Walhi sendiri sebelumnya menggugat Menteri ESDM dan PT Mantimin Coal Mining (MCM) atas penyesuaian tahap kegiatan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara PT MCM yang dinaikkan ke tahap produksi di kawasan Pegunungan Meratus. (ris/ema)


BACA JUGA

Jumat, 10 April 2020 09:50

Dirjen Yakin Sudah Kirimkan 7.400, Kadinkes Bilang Hanya 2.400; DI MANA ALAT RAPID TEST KITA?

BANJARMASIN - Jumlah rapid test yang dibantu pemerintah pusat ke…

Jumat, 10 April 2020 09:45

Todong Kasat Narkoba dengan Obeng, Pelaku Langsung Diburu Tim Resmob

BANJARMASIN - Tiga perampok membobol rumah perwira polisi di Kotabaru.…

Jumat, 10 April 2020 09:41

Sempat Diprotes Warga, Beginilah Cara Pemakaman Pasien Positif Corona asal Tapin

Kabar duka kembali datang dari gugus tugas Covid-19 Kalsel. Satu…

Jumat, 10 April 2020 09:35

DIPAKAI YA PAK... Masker Dibagi di Terminal Handil Bakti

BANJARMASIN – Pembagian masker gratis kembali dilakukan Pemko Banjarmasin, kemarin…

Jumat, 10 April 2020 09:28

Bus Trans Banjarmasin Disetop, Angkot Jalan

BANJARMASIN - Dinas Perhubungan Banjarmasin terpaksa menghentikan sementara operasional Bus…

Jumat, 10 April 2020 09:24

Banyak Orang Masih Nongkrong, Satpol PP: Anggaran Kami Dipotong, Kami Kekurangan Personel

BANJARMASIN - Balai Kota mengeluarkan larangan orang berkumpul. Kafe-kafe bahkan…

Jumat, 10 April 2020 09:17

Banjarmasin Usulkan PSBB; Rp1,5 Miliar Setiap Hari Telah Disiapkan

BANJARMASIN - Memutus rantai penyebaran COVID-19, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin…

Jumat, 10 April 2020 08:34
Pemko Banjarbaru

TP PKK Rutin Sosialisasikan Pencegahan Corona

BANJARBARU - Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banjarbaru Hj Ririen…

Jumat, 10 April 2020 08:31
PARLEMENTARIA

Dewan Berharap ada Pelonggaran Pajak bagi Pelaku Usaha

BANJARBARU - Lumpuhnya bisnis yang bergantung pada kerumunan dan interaksi…

Jumat, 10 April 2020 08:30
Pemkab Tanah Bumbu

Dishut Kalsel Hibahkan 8000 Bibit

BATULICIN - Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mendapatkan hibah bibit dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers