MANAGED BY:
SABTU
22 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 03 April 2019 11:00
Polemik Tambang Meratus: Gugatan Walhi Kandas Lagi
DI KAKI GUNUNG: Pemandangan ini berada di Desa Batu Tangga. Salah satu wilayah di Hulu Sungai Tengah yang terancam dampak pertambangan. | Foto: SYARAFUDDIN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel lagi-lagi kalah dalam upaya menggugat Menteri ESDM dan PT Mantimin Coal Mining (MCM). Ini adalah kegagalan kedua setelah gugatan mereka ditolak oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta pada 22 Oktober 2018 lalu.

"Banding kami gagal, karena PTTUN melalui surat pemberitahuan putusan pada 20 Maret tadi menguatkan putusan PTUN yang menolak gugatan kami," kata Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono, kemarin.

Pria yang akrab disapa Cak Kis ini mengaku sangat menyayangkan putusan para hakim pengadilan. Baik PTUN maupun PTTUN. Menurutnya, keputusan yang keluar telah mencederai masyarakat Kalsel yang mayoritas menolak izin tambang batubara.

"Padahal selama proses persidangan, sudah kami jelaskan bahwa di Meratus ada sungai dan gunung yang harus selalu dijaga," ujarnya.

Selain itu, di Pegunungan Meratus juga terdapat kawasan karst; salah satu ekosistem sebagai sumber cadangan air terbaik yang harus dilindungi. "Perlu ada banyak gerakan untuk menolak aktivitas pertambangan di sana, sebab Meratus merupakan atapnya Kalimantan," tegas Cak Kis.

Lalu apa yang akan dilakukan Walhi? Dia mengungkapkan mereka tak menyerah begitu saja dalam melindungi Pegunungan Meratus dari aktivitas pertambangan. "Hari ini (kemarin) kami mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung melalui PTUN Jakarta," ungkapnya.

Dia berharap, Mahkamah Agung dapat berpihak kepada penyelamatan Pegunungan Meratus. Sehingga, putusan kasasi nantinya akan memenangkan gugatan mereka.

"Di tahun politik ini kita juga mendesak para kandidat dan elite politik untuk terlibat dan serius dalam gerakan penyelamatan lingkungan, terutama dalam perjuangan dan gerakan save Meratus," ucapnya.

Ketua Gerakan Penyelamat Bumi Murakata (GEMBUK) Rumli mendukung apa yang ditempuh oleh Walhi Kalsel. Mereka juga mengaku kecewa dengan putusan PTUN dan PTTUN Jakarta.

"Kami akan berjuang untuk penyelamatkan Meratus dengan semboyan rakyat Kalimantan Selatan waja sampai kaputing, tetap bersemangat dan kuat bagaikan baja dari awal sampai akhir," serunya.

Dia menyebut, para hakim di PTUN dan PTTUN mengabaikan fakta persidangan yang telah disampaikan oleh penggugat. Baik saat sidang, maupun pemeriksaan setempat (PS) yang dilaksanakan di Desa Nateh, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

"Selama sidang setempat, penggugat dan masyarakat bisa memperlihatkan kondisi lingkungan di sana," katanya.

Dipaparkannya, di daerah rencana lokasi pertambangan PT MCM masuk dalam kawasan DAS Batang Alai yang merupakan proyek nasional ketahanan pangan. Selain itu, Desa Nateh juga mendapatkan SK Hutan Desa dari Presiden RI. Jadi izin yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM bertentangan dengan semangat presiden untuk mengakui dan melindungi pengelolaan hutan oleh masyarakat.

"Kabupaten HST merupakan benteng terakhir atau rimba terakhir Kalimantan Selatan yang harus diselamatkan, dari ancaman daya rusak industri tambang batubara," pungkasnya.

Walhi sendiri sebelumnya menggugat Menteri ESDM dan PT Mantimin Coal Mining (MCM) atas penyesuaian tahap kegiatan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara PT MCM yang dinaikkan ke tahap produksi di kawasan Pegunungan Meratus. (ris/ema)


BACA JUGA

Jumat, 21 Februari 2020 11:57

Pembalakan Liar Tidak Ada Habisnya

BANJARBARU - Perambahan hutan di Banua nampaknya tak ada habisnya.…

Jumat, 21 Februari 2020 11:52

Duel Parpol di Kotabaru

KOTABARU - Prediksi pemilihan kepala daerah di Bumi Saijaan akan…

Jumat, 21 Februari 2020 11:26

Dari Peresmian Jembatan Bincau di Kab Banjar, Warga: Terima Kasih Paman Birin

Pembangunan jalan dan jembatan terus digencarkan Pemprov Kalsel untuk memudahkan…

Jumat, 21 Februari 2020 11:02

Kandang Babi Bakal Digusur, Peternak Minta Waktu

BANJARBARU – Enam belas anggota Komunitas Peternak Babi Guntung Manggis…

Jumat, 21 Februari 2020 10:57

KPU Tunggu Pendaftar Independen, Edy-Astina Cari Hari Baik

BANJARBARU - Meski sudah dibuka sejak tanggal 19 Februari kemarin.…

Jumat, 21 Februari 2020 10:20

Kasatpol PP dan Kepala BKD Dipanggil, DPRD: Harusnya Jangan Main Otot

BANJARMASIN - Aksi tak elok Satpol PP di Kantor Badan…

Jumat, 21 Februari 2020 10:15

Berkasnya Dikembalikan, Anang-Firdaus Harus Lengkapi Berkas Calon Independen, Paling Lambat Senin ini

BANJARMASIN - Berkas pendaftaran bakal calon independen Pilwali Banjarmasin milik…

Jumat, 21 Februari 2020 09:50

Serangan DBD di Tanbu Terus Meningkat, Sudah 3 Orang yang Meninggal

BATULICIN - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tanah…

Jumat, 21 Februari 2020 09:24
Pemko Banjarbaru

Wawali dan Sekda Hadiri Acara Sangka Baik

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan bersama Sekretaris…

Jumat, 21 Februari 2020 09:22
Pemkab Tanah Bumbu

Inovasi BPS Sangat Membanggakan

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor bangga dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers