MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Selasa, 29 Maret 2016 06:22
Kala Lahan Makam Jadi Ajang Bisnis: Hidup Susah, Mati Pun Susah
LADANG BISNIS: Sulitnya mencari lahan alkah (pemakaman,red) dilirik sebagian orang sebagai ladang bisnis yang menjanjikan.

PROKAL.CO, KEBUTUHAN masyarakat terhadap pemakaman membuat sejumlah pihak memanfaatkan sebagai ajang bisnis. Di sisi lain, pemerintah belum mampu memberikan layanan pemakaman yang layak dan murah bagi masyarakat.

Seperti yang terjadi di Banjarbaru. Warga harus rela merogoh kocek jutaan rupiah untuk ‘membeli' liang kubur bagi kerabatnya. Hermawan misalnya, ia menghabiskan uang hampir Rp10 juta untuk membayar liang kubur dan keperluan lainnya saat sang kakek meninggal baru-baru tadi.

Hermawan yang merupakan warga Loktabat Utara memilih memakamkan sang kakek di Pemakaman Muslimin Guntung Lua Kelurahan Kemuning. Di sana, satu liang lahan dibanderol Rp2,4 juta.

Selain biaya liang kubur, Hermawan juga harus mengeluarkan biaya lainnya seperti jasa membacakan doa selama tiga hari tiga malam sebesar Rp5 juta. Jasa ini dibayarkan kepada sejumlah orang yang menjadi pembaca doa tetap di makam tersebut.

“Kalau saya hitung lumayan juga biaya yang dikeluarkan, bagaimana dengan masyarakat yang tidak mampu, kasihan juga,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin.

Pengalaman pahit juga dirasakan Imah warga Guntung Manggis. Atas saran dari keluarga, sang suami yang meninggal beberapa waktu lalu kemudian dimakamkan di Pemakaman Muslimin RP Soeparto Kelurahan Mentaos. Harga satu liang kubur di sana lebih mahal lagi yakni Rp4 juta.

“Padahal yang meninggal ini suami saya, kepala rumah tangga, saya harus mengeluarkan uang jutaan padahal kami tidak mampu,” ungkapnya.  Imah berharap ada solusi dari Pemko Banjarbaru khususnya untuk warga miskin. 

---------- SPLIT TEXT ----------

Ketua Badan Pengelola Kuburan Muslimin Guntung Lua H Sultani mengakui, di makam yang ia kelola memang menerapkan tarif. Namun tarif itu menurutnya sangat terjangkau.“Terbukti selama ini minat masyarakat tinggi. Kemudian masyarakat luar Banjarbaru tarifnya kita naikkan juga tetap banyak yang dimakamkan di sini,” ujarnya.

Tarif ini diberlakukan karena beberapa alasan. Pertama selama ini tidak ada bantuan dana operasional makam dari Pemko Banjarbaru sehingga operasional ditanggung oleh badan pengelola sendiri. Kedua agar warga dari luar bisa dibatasi.“Meskipun tetap saja tarif tidak mempengaruhi minat,” ujarnya.

Menurut Sultani, tarif yang ditetapkan bukan tanpa hitungan. Semuanya merupakan biaya yang memang harus ditanggung ahli waris seperti biaya tukang gali kubur, papan ulin, dan prasasti.

“Untuk masyarakat kurang mampu kami juga memberikan ruang yang penting ada surat keterangan tidak mampu dari luar tapi tetap saja biaya untuk gali kuburnya harus ditanggung perkiraan sekitar Rp1 juta,” cetusnya.

Sultani menjelaskan, Makam Muslimin Guntung Lua berdiri diatas tanah hibah dari Kementerian Pertanian. Kini lahan dikelola oleh badan pengelola. Pemko sendiri bukan pihak yang menjadi pemilik lahan.

Makam Guntung Lua sendiri berdiri diatas lahan seluas 2,5 hektare. Menurut perhitungan, lahan makam akan penuh 10 tahun lagi. Setiap bulan ada 20-30 orang dimakamkan di makam yang terletak di Jalan Al Jafri RT 17 RW 004  Kelurahan Kemuning tersebut.  

---------- SPLIT TEXT ----------

Dari sisi pengusaha, mahalnya pemakaman menjadi sebuah peluang.  Seperti halnya lahan puluhan hektar yang ada di sepanjang Jalan Sekumpul Gang Hijrah, Kecamatan Martapura. Hamparan lahan di sana sebenarnya sangat ideal digunakan untuk kompleks perumahan, namun para pengelola lebih memilih mengelola lahan tersebut menjadi kompleks pemakaman.

Ada beberapa kompleks yang berjejer rapi di sepanjang jalan tersebut, dengan nama-nama Alkah yang berbeda. Salah satunya adalah Alkah Muhibbin dan Alkah Mahabbah.

Alkah Muhibbin sendiri telah memiliki sekitar tujuh kompleks di daerah tersebut. H Iyus, selaku pengelola mengatakan, ia sudah mulai mengelola Alkah sejak tahun 2002. Ketika itu satu kavling tanah seluas 2x8 meter hanya seharga Rp2 juta. "Tapi setiap tahun harganya terus naik," katanya.

Ia menambahkan, lonjakan harga tanah makam pertahunnya mengalahkan harga tanah kavling untuk perumahan. Harga satu kavling tanah makam seluas 2x8 meter, sekarang telah ia hargai Rp35 juta. "Kalau dihitung satu lobangnya saya hargai Rp3,5 juta dengan ukuran sekitar 2x0,8 meter," tambahnya.

Sebagai perbandingan,  tanah kavling untuk perumahan rata-rata seharga Rp500 ribu permeter persegi.

---------- SPLIT TEXT ----------

Iyus menjelaskan, harga tanah makam lebih mahal dikarenakan sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat. " "Punya saya sebenarnya lebih murah, di Alkah lain bahkan untuk satu lobang harganya ada yang Rp4 juta," katanya. 

 

Lebih Pilih Kompleks Pemakaman  

 

Pemakaman menjadi bisnis nan menggiurkan. Harga tanah kuburan yang sekarang lebih mahal dibandingkan dengan tanah kavling biasa membuat banyak pemilik lahan lebih memilih mengelola lahannya menjadi kompleks pemakaman atau Alkah dibandingkan dijual untuk dijadikan kompleks perumahan.

Tanah makam di komplek pemakaman memang lebih dipilih, dibandingkan harus mengubur jenazah di dekat rumah tempat tinggal. Hal itu yang membuat tanah kavling makam lebih dicari dibandingkan tanah kavling biasa.

Kabid Perdagangan di Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Banjar H Gia, misalnya. Demi kelancaran pemakaman keluarganya, ia jauh-jauh hari sudah membeli tanah kavling di Alkah Muhibbin. "Saya beli sekitar tahun 2007, saat itu harganya masih Rp22 juta untuk ukuran 2x8 meter," katanya kepada Radar Banjarmasin.

Sekarang di atas kavling tanah tersebut sudah ada dua makam, yaitu makam ibu dan keponakannya. Luas kavling yang ia beli sendiri diprediksi bisa digunakan untuk sepuluh makam. "Selain saya, ada beberapa pejabat lain yang juga membeli tanah kavling di sana. Salah satunya Pak Ramlan (Kepala Disperindag)," ungkap Gia.

Ia mengaku, memilih membeli tanah kavling di komplek pemakaman karena dianggap lebih aman. Karena apabila mengubur jenazah keluarga di sembarang tempat, dikhawatirkan terkena gusur. "Walaupun mengubur di dekat rumah juga, masih kurang aman," katanya.

---------- SPLIT TEXT ----------

Selain itu, di komplek pemakaman juga biasanya ada pengelolanya yang rutin membersihkan area makam. Sehingga kebersihan makam akan tetap terjaga. "Di Alkah Muhibbin sendiri biaya pembersihannya tidak dipatok, sukarela kita saja berapa mau ngasih," ujar Gia.

Untuk ia tidak mempermasalahkan dengan tingginya harga tanah kavling di komplek pemakaman, karena sesuai dengan keamanan makam sendiri. "Biar mahal tetap ada yang membeli, karena tanah makam sudah menjadi suatu kebutuhan pokok," katanya.

 

Kaji Pola Santunan Kematian

 

Mahalnya biaya pemakaman di Banjarbaru juga menjadi perhatian Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani. Nadjmi mengakui, pihaknya sedang mengkaji pola santunan kematian agar bisa meringankan beban masyarakat kurang mampu yang sedang terkena musibah.

Santunan kematian di Banjarbaru sendiri nilainya hanya Rp1 juta. Itu pun tidak bisa langsung cair. Warga harus menyertakan surat kematian dari kelurahan atau rumah sakit. Selain itu juga ada pengantar lurah dan fotokopi kartu jamkesda atau kartu raskin.

“Kita sedang cari pola agar santunan ini bisa efektif,” ujar Nadjmi.

Ia mengakui, ada aspirasi agar warga bisa mendapatkan tanah makam secara gratis. Namun hal itu menurut Nadjmi kurang mendidik.

“Saya tidak ingin menghidupkan budaya gratis ini, kalau ada keringanan saya setuju,” paparnya.

Kabag Kesra Setdako Banjarbaru Hidayat mengakui saat ini santunan kematian belum bisa cepat dicairkan. Oleh karena itu pihaknya sedang menyusun standar operasional prosedur agar santunan bisa cair paling lama satu minggu.

“Setidaknya nanti santunan kematian bisa meringankan masyarakat,” harapnya.

---------- SPLIT TEXT ----------

Mengenai lahan makam untuk masyarakat, Kabid Pertamanan dan Pemakaman Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Banjarbaru Suryanoor menjelaskan saat ini pihaknya sudah menganggarkan pembeli lahan makam di dua kecamatan yakni di Landasan Ulin dan Cempaka. Pengadaan lahannya sudah beres dengan rincian di Cempaka seluas 3 hektare dan Landasan Ulin seluas 2 hektare.

“Tinggal sertifikasi lahan sekalian pembuat grand desain rencana akan dianggarkan pada APBD perubahan tahun ini,” ungkapnya.

Diakui Suryanoor, saat ini makam di Banjarbaru mayoritas justru dikelola oleh masyarakat, kelompok masyarakat dan yayasan. Jumlahnya ada 67 pemakaman tersebar di lima kecamatan. 

“Pemko sendiri belum punya dan target kita pada 2018 kita sudah punya makam yang bisa digunakan oleh masyarakat,” tandasnya. (tas/ris/ran)

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 19 September 2019 11:42

Digdaya di Munas HIPMI, Mardani Terpilih jadi Ketua, Bisa jadi Jalan Masuk Pengusaha Daerah ke Pentas Nasional

BANJARMASIN - Mardani H Maming begitu digdaya pada Musyawarah Nasional…

Senin, 16 September 2019 10:37

Siring Tak Dijaga, PKL Muncul Lagi, Bagaimana Tanggapan Pengunjung?

BANJARMASIN - Belum lama Siring Pierre Tandean bebas dari pedagang…

Senin, 16 September 2019 09:23
Pemkab Tanah Laut

Kunjungi Riam Adungan, Disambut Tarian Dayak

PELAIHARI - Kegiatan rutin Manunggal Tuntung pandang dilaksanakan dengan cara…

Jumat, 13 September 2019 11:17

Visa Progresif Dihapus, Muncul Visa Umrah

BANJARMASIN – Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan baru menghapus biaya…

Jumat, 13 September 2019 09:55

Pajak Hiburan di Banjarbaru, Sudah Surplus Rp400 Juta

BANJARBARU - Sepanjang tahun 2019 ini. Kota Banjarbaru ibarat jadi…

Kamis, 12 September 2019 16:25

ATK & Co Cabang Veteran Dibuka, Kualitas Premium, Harga Terjangkau

BANJARMASIN – Satu lagi toko kebutuhan alat tulis kantor dibuka…

Kamis, 12 September 2019 11:46

Halau Ancaman Kepunahan Anggrek Meratus

BANJARMASIN - Ancaman kepunahan Anggrek Meratus, menjadi keprihatinan Hj Nurhasanah.…

Rabu, 11 September 2019 09:43

Kabut Pekat, Penerbangan Kacau

BANJARBARU - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan semakin…

Rabu, 11 September 2019 09:23

Tagline Baru Kota Banjarmasin, Budayawan: Hati-hati, Jangan Sampai Menggerus Identitas Asli

BANJARMASIN - Pada puncak perayaan hari jadi kota 24 September…

Sabtu, 07 September 2019 12:05

BUMD Minim Kontribusi akan Dievaluasi

BANJARMASIN – Tak ingin terus merugi. Pemprov Kalsel selaku pemegang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*