MANAGED BY:
RABU
21 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 18 April 2019 09:14
Prabowo Kuasai Kalsel
Calon Presiden RI yang bertanding dalam Pemilu Serentak 2019, Joko Widodo (kiri) dan Prabowo Subianto (kanan). | Foto: RiauSky.com

PROKAL.CO, Kalimantan Selatan masih menjadi daerah yang sulit bagi Joko Widodo. Alih-alih berhasil membenahi hasil pada pada Pilpres 2014 lalu, Jokowi yang pada Pemilu kali ini berpasangan dengan Ma'ruf Amin malah tercecer jauh dari pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

---

Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 digelar Rabu (17/9) kemarin. Di Kalsel, pasangan petahana Joko Widodo-Ma'ruf Amin diprediksi kalah cukup telak dari penantangnya Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno. Dari hasil hitungan cepat Indobarometer hingga tadi malam pukul 21.00, Prabowo-Sandi memimpin dengan persentase 60,91 dan pasangan Jokowi-Amin, 39,01.

Dari beberapa TPS di Banjarmasin saja, Capres 02 menggunguli perolehan suara Capres 01. Hanya di TPS 01 Kelurahan Sungai Jingah Banjarmasin Utara, Capres 01 sedikit unggul dengan 137 suara melawan 104 suara. Maklum, di sini adalah tempat pemilih Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang notabene Ketua DPD Golkar Kalsel.

Radar Banjarmasin juga memantau di ratusan TPS di seluruh Kalsel. Setiap TPS yang diambil sampelnya menunjukkan perolehan suara Prabowo-Sandi. Di Tanah Bumbu, Kotabaru dan Tanah Laut yang pada 2014 lalu menjadi daerah kemenangan Jokowi, juga takluk.

Wakil Ketua Bidang Politik dan Hukum DPD PDIP Kalsel tak berani memberikan tanggapan atas hasil sementara ini. Sementara, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Amin Kalsel Ghimoyo, hanya mengirim emoji dengan mulut tertututup.

Di Sekretariat DPD PDIP Kalsel di Jalan Ahmad Yani Km 7,5 Banjarmasin tak ada satupun petinggi partai terlihat. Hanya ada sebuah layar besar yang menunjukkan berita hitung cepat dari televisi nasional.

Kabarnya, petinggi partai sedang berada di Jakarta. Khususnya Ketua DPD PDIP Kalsel, Mardani H Maming. Yang ada di sekretariat hanyalah beberapa pengurus dan staf biasa yang hadir menyaksikan hitung cepat di layar itu. Sesekali mereka bersorak ketika perhitungan suara Jokowi-Amin naik signifikan.

Suasana yang relatif sama juga terlihat di markas DPD Gerindra Kalsel di Jalan Ahmad Yani Km 13, Gambut. sejak siang hanya ada sekitar 25 orang yang terdiri kader dan petinggi partai.

Plt Sekretaris Gerindra Kalsel, Ilham Noor mengatakan sekretariat sepi karena banyak kader partai yang sedang berada di daerah pemilihan.

"Partai memang tidak mewajibkan untuk datang, maklum saja, karena para caleg konsentrasi di daerah masing-masing," kata Ilham yang ditemui Radar Banjarmasin.

Meski begitu, tim koordinator daerah (Korda) yang berada di markas Gerindra yang berjumlah 13 orang terlihat sibuk dengan handphone masing-masing. Menurut Ilham sistem laporan hasil suara di TPS dilaporkan secara berjenjang dari saksi TPS ke kota/kabupaten dan ke DPD. "Hasil laporan yang masuk ke DPD Ini kemudian di rekap dan dikirim ke pusat tabulasi nasional," jelasnya.

Meski belum bisa menyebutkan berapa persen suara yang sudah diperoleh, tapi dari data sementara yang diterimanya sekitar pukul 18.00 Wita menunjukan angka yang cukup besar kemenangan Prabowo-Sandi di Kalsel. "01 mendapat 32 persen sedangkan 02 67 persen," ujarnya.

---

Sementara itu, hasil hitung cepat beberapa lembaga survei menyatakan bahwa perolehan suara pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Meski demikian, dua kubu sama-sama menunggu hasil penghitungan resmi yang dilakukan KPU.

Menyampaikan pernyataan usai memantau hitung cepat, Jokowi memilih tak ingin mengumbar kemenangan. Dia lebih dulu mengucapkan terima kasih kepada KPU, Bawaslu, dan DKPP yang sudah bekerja dengan baik. "Sehingga pemilu berjalan dengan jujur dan adil," terangnya setelah nonton bareng hasil hitung cepat di Jakarta Theater kemarin (17/3). Jokowi juga menyampaikan terima kasih kepada TNI dan Polri yang telah menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga coblosan berjalan lancar.

Capres incumbent itu mengatakan, jika melihat quick count dan exit poll, hasil pilpres sudah bisa diketahui. Namun, dia akan tetap menunggu perhitungan resmi dari KPU. "Kami akan bersabar menunggu," ujar ayah tiga anak itu. Jokowi mengajak rakyat Indonesia kembali menjalin kerukunan dan persaudaraan setelah melewati pemilu yang menegangkan dan menguras energi.

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf Amin, Erick Thohir menambahkan, pemilu sudah dilaksanakan dengan jujur, adil, dan transparan. Menurut dia, tidak ada intervensi dalam penyelenggaraan pemilu. "Saya rasa ini adalah sebuah pesta untuk kita semua," terang dia.

Jika melihat hitung cepat dan exit poll, kata dia, paslon 01 sudah jelas menang. Tentu pihaknya akan mengawal suara sampai penghitungan resmi dilakukan KPU. Tanda-tanda kemenangan itu sudah terlihat saat kampanye akbar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada 13 April lalu. Yaitu, ketika rakyat berbondong-bondong ke GBK. Dia tidak pernah melihat kampanye sebesar itu. Hal itu membuktikan bahwa rakyat mendukung Jokowi.

Setelah ini pihaknya akan melakukan konsolidasi untuk merajut persatuan dan kesatuan. Rakyat Indonesia tidak boleh terus menerus terpecah gara-gara pemilu. "Harus segera dilakukan konsolidasi," terang bos Mahaka Group itu. Setelah pemilu, hari ini Jokowi langsung menggelar rapat terbatas. Jadi, mantan wali kota Solo itu tidak mau berleha-leha.

Abdul Kadir Karding, wakil ketua TKN Jokowi - Ma'ruf menegaskan, pihaknya akan mengawal perolehan suara paslon petahana. Sudah jelas, kata dia, Jokowi - Ma'ruf menang, sehingga suaranya harus dijaga. Mayoritas lembaga survei mengunggulkan paslon 01 pada pemilu kali ini. Rata-rata suara Jokowi - Ma'ruf berada di angka 55 persen lebih.

Politikus PKB itu mengatakan, selisih suara dengan penantang Prabowo - Sandi sekitar 10 persen. Angka itu tidak kecil. Menurut dia, 10 persen itu juga dihitung suara mencapai 19 juta. "Angka itu cukup besar," ungkap dia.

Terkait klaim paslon 02 yang menyatakan unggul dari paslon 01, Karding mengatakan, sejak awal BPN selalu main klaim. Pihaknya tidak terlalu serius menanggapinya. "Biarkan saja. Kita nikmati saja," terangnya. Yang jelas Jokowi - Ma'ruf menang. Walaupun demikian, pihaknya tidak akan menunjukkan euforia berlebihan.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sepakat dengan apa yang disampaikan Jokowi. Dia juga akan menunggu hasil resmi dari KPU. Ia sudah mengeluarkan instruksi harian yang meminta agar tidak ada yang mengeluarkan hasil yang belum fixed. "Kecuali apa yang dikeluarkan KPU," terang dia saat konferensi pers di kediamannya di Kelurahan Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Prabowo yang telah menginstruksikan para pendukungnya untuk tidak terpengaruh dan terprovokasi. "Jadi itulah demokrasi Indonesia," papar dia. "Kita boleh berbeda, tapi kita tetap merupakan warga bangsa," tambah Mega.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah mendukung 01. Dia berharap, hasil yang disampaikan KPU nanti sama dengan hasil hitung cepat yang memenangkan Jokowi - Ma'ruf. "Sehingga Pak Jokowi bisa meneruskan tugasnya sebagai presiden," tuturnya.

Terpisah, calon presiden Prabowo Subianto memberikan respon yang berbeda atas hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei. Dia tetap merasa sebagai pemenang pilpres.

Sekitar pukul 16.50 WIB, Prabowo yang memantau hasil hitung cepat dari kediaman di Kertanegara, akhirnya keluar menyapa simpatisan dan pendukungnya. Bersama sejumlah pengurus partai koalisi, Prabowo menyampaikan pandangannya terkait proses pemungutan suara yang sudah berjalan sampai sore.

"Kita prihatin, dari tadi malam banyak kejadian yang merugikan pendukung 02. Banyak surat suara yang tidak sampai, banyak TPS buka jam 11.00, banyak pendukung kita tidak dapat undangan, dan sebagainya. Belum lagi yang ditemukan surat suara dicoblos 01," kata Prabowo. Dia menyampaikan pernyataan tanpa didampingi Sandi, yang tengah memantau proses rekapitulasi suara di lokasi lain.

Menurut Prabowo, hasil penghitungan internal yang dilakukan koalisinya justru memenangkan dirinya. Prabowo menyebut, hasil exit poll menunjukkan dirinya bersama Sandi menang 55 persen. Sedangkan hasil hitung cepat menunjukkan pasangan 02 menang 52 persen. "Saya tegaskan di sini, ada upaya dari berbagai survei tertentu untuk menggiring opini seolah-olah kita kalah," kata Prabowo.

Karena itu, Prabowo meminta kepada para pendukung, relawan, dan saksi untuk mengawal proses penghitungan suara. Ia meminta para pendukungnya menjaga TPS-TPS. Ia juga memerintahkan pendukung tidak melakukan tindakan anarkistis yang justru merugikan pasangan 02. "Saudara sekalian jangan terpancing, awasi TPS, amankan C1 dan jaga di kecamatan jangan lengah. Saya imbau pendukung saya semua agar tetap tenang dan tidak terprovokasi untuk tidak lakukan tindakan anarkis," ujarnya.

Prabowo menilai ada upaya-upaya dari lembaga hitung cepat melakukan upaya kebohongan. Di satu sisi, lembaga-lembaga survei itu memenangkan Jokowi-Maruf, di sisi lain, ada hasil hitung cepat internal yang memenangkan Prabowo-Sandi.

"Kami minta tetap kawal kotak suara karena itu adalah kunci kemenangan kita agar kebohongan yang dilakukan bisa dilawan. Saya tegaskan supaya tidak terprovokasi dan menghindari seluruh tindakan berlebihan, di luar hukum, dan kekerasan apa pun. Silakan jaga TPS," katanya.

Malam hari sekitar pukul 20.30 WIB, Prabowo kembali menyampaikan pernyataan politik. Lagi-lagi, Prabowo tidak didampingi Sandiaga Uno, yang juga tidak terlihat saat Prabowo menyampaikan pernyataan politik pada sore.

  Kali ini, Prabowo menyampaikan perkembangan terbaru rekapitulasi yang dilakukan internal koalisi Adil Makmur. Prabowo menyebut, sudah dilakukan rekapitulasi di sebanyak 320 ribu TPS yang tersebar di seluruh Indonesia.

  "Hasil real count, kita di posisi 62 persen, dari 320 ribu TPS," kata Prabowo, disambut sorak sorai simpatisan dan pendukung yang hadir.

  Menurut Prabowo, angka tersebut merupakan rekapitulasi suara per malam kemarin. Jika ada penurunan atau penambahan persentase, angka perubahannya tidak bergeser di kisaran satu persen. "Ini diyakinkan ahli-ahli statistik tidak berubah banyak," klaim Prabowo.

  Prabowo meyakini bahwa hasil itu menunjukkan kemenangan dirinya bersama Sandi. Dirinya meminta agar para simpatisan dan pendukung tidak terpancing untuk melakukan tindakan anarkis ataupun melawan hukum.

  "Kita tidak akan gunakan cara-cata melawan hukum, karena kita sudah menang. Ini kemenangan rakyat Indonesia. Saya akan jadi Presiden seluruh rakyat Indonesia. Saya dan akan sudah menjadi presiden seluruh rakyat Indonesia," seru Prabowo.

  Prabowo kembali meminta agar para simpatisan, relawan dan saksi untuk tetap mengawal perolehan suara. Prabowo meminta semua simpatisan pendukung untuk mengawal perolehan suara dari bawah hingga ke pusat. "Kalau pagi tadi kita jaga TPS, mulai sekarang kita jaga TPS," tegasnya.

  Pernyataan politik Prabowo Subianto iti nyaris tidak didampingi sejumlah pimpinan partai koalisi. Mayoritas yang terlihat hanya pengurus Partai Gerindra Beberapa pimpinan koalisi yang terlihat adalah Sekretaris Jenderal DPP PAN Eddy Soeparno, Sekretaris Jenderal DPP PKS Mustafa Kamal, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syaried Hasan dan Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

  Tak terlihat nama-nama seperti Komandan Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono, maupun Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Presiden PKS Sohibul Iman sempat terlihat pada sore, namun sudah meninggalkan kediaman Prabowo sekitar pukul 19.00 WIB.

  Hal yang patut menjadi tanda tanya besar adalah tidak adanya Sandi dalam dua pernyataan politik Prabowo. Awalnya disebut bahwa Sandi sedang berada diluar, namun Sandi disebut masih berada di dalam kediaman Prabowo. "Pak Sandi sedang di rumah, merumuskan pernyataan," kata Ferdinand Hutahaean saat dikonfirmasi. Sandi dijadwalkan memberi pernyataan pada sore, sekitar setengah jam usai pernyataan politik Prabowo. Namun, hingga pukul 21.30, Sandi tetap tidak terlihat. (mof/gmp/lum/ema)


BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 16:22
Pemkab Tabalong

Pramuka Perangi Sampah Plastik

TANJUNG – Ribuan anggota Pramuka Kabupaten Tabalong menyatakan perang terhadap…

Rabu, 21 Agustus 2019 16:21
Pemkab Tabalong

Hari Pramuka Dimeriahkan Karnaval

TANJUNG – Hari Pramuka ke 58 di Kabupaten Tabalong diperingati…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:45

Kepala Dinas Ikut Berkontes di Pilkada HST, Bagaimana Status PNS-nya?

BARABAI - Salah satu kontestan yang digadang-gadang bakal meramaikan bursa…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:32

Janji Urus Tambang di Rantau Bakula, Dinas ESDM Malah 'Angkat Tangan'

BANJARBARU - Berjanji ingin meninjau lokasi tanah retak di Desa…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:26

PPP Incar Kepala Daerah di 3 Tempat

BANJARMASIN - Partai Persatuan Pembangunan yang pernah menjadi salah satu…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:03

Bersihkan Sampah di Sungai Belasung, PUPR Akan Kerahkan Pasukan Turbo

BANJARMASIN - Menanggapi permintaan warga untuk membersihkan sampah menumpuk di…

Rabu, 21 Agustus 2019 09:09

6 Jemaah Meninggal, 6 Jemaah Dipulangkan Duluan

BANJARBARU - Jemaah Haji Debarkasi Banjarmasin Kelompok Terbang (Kloter) 01,…

Rabu, 21 Agustus 2019 08:55

Spanduk Diikat di Pohon, Aktifis: Harusnya Tokoh Publik Beri Contoh Baik

BANJARBARU - Semenjak momen Hari Raya Idul Adha 1440 H…

Rabu, 21 Agustus 2019 08:52
PARLEMENTARIA

Dewan: Mengikat Spanduk di Pohon Jangan Dibiarkan

BANJARBARU - Fenomena maraknya spanduk yang diikat di pohon-pohon jalur…

Rabu, 21 Agustus 2019 08:47
Pemkab Tanah Bumbu

Pelayanan Disdukpencapil Semakin Baik

BATULICIN - Antrean layanan administrasi kependudukan di Kantor Dinas Kependudukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*