MANAGED BY:
RABU
21 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 20 April 2019 11:33
Menuju DPR RI: Wajah Baru Bukan Sekedar Penggembira
Sulaiman Umar

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Pendatang baru menolak sekadar menjadi penggembira. Dalam pemilihan Anggota DPR RI, sosok Sulaiman Umar dan Khairul Saleh sukses mengobrak-abrik peta kekuatan petahana di Kalsel.

Apa rahasianya? Pengamat politik Ani Cahyadi coba membedahnya. "Khusus terkait Sulaiman, ada tiga faktor," ungkap dosen program pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari tersebut.

Pertama, Sulaiman memilih mesin politik yang tepat. Mengingat daerah pesisir Kalsel merupakan basis merah. Milik PDI Perjuangan. "Maka wajar jika Sulaiman memperoleh banyak suara di sana," ujarnya.

Kedua, memiliki logistik yang kuat. "Agak susah membahasakannya. Maksud saya adalah logistik finansial. Faktanya, tanpa kekuatan uang, sulit untuk memenangi pemilu," imbuhnya.

Ketiga, Sulaiman dekat dengan lingkaran "orang-orang besar" di Banua. Dukungan mereka jelas menguntungkan. Istilah kerennya patronase politik. "Ya, saya kira istilah patron itu tepat," ujarnya.

Nah, berbeda dengan Khairul Saleh. Ani menyebut tokoh Kesultanan Banjar itu mengandalkan logistik sosial. "Jangan lupa, Khairul adalah mantan Bupati Banjar. Dua kali periode lagi. Ini modal bagus," ujarnya.

Otomatis publik sudah mengenalnya. Khairul telah memiliki massa pemilih. "Sebagai pangeran yang telah menjadi sultan, Khairul memiliki logistik sosial yang kuat," pujinya.

Namun, kekuatan utama Khairul bukan pada logistik semata. Dia juga lihai memanfaatkan kekuatan jaringan yang dimilikinya. "Berbicara tentang Khairul, jangan pisahkan dengan Gusti Farid Hasan Aman. Kedua gusti ini harus selalu disandingkan. Suara mereka di Banua Enam menjadi besar berkat jaringan buhan pegustian," bebernya.

Rekapitulasi perolehan suara untuk Pileg memang jauh dari selesai. Tapi di beberapa kawasan di Banjarmasin, ada satu nama yang harus disebut. Yakni Muhidin, mantan Wali Kota Banjarmasin.

Secara mengejutkan, perolehan suara Muhidin terbilang sedikit. Setidaknya jika dibandingkan dengan Sulaiman Umar dan Hasnuryadi Sulaiman.

Ani mengaku terus mengikuti sepak terjang Muhidin. Kesimpulannya, Muhidin memimpin partai yang keliru. "PAN lahir dari rahim Muhammadiyah. Populer di kalangan pemilih Islam modernis. Sementara sosok Muhidin justru tradisional," jelasnya.

Dampaknya, pemilih kebingungan menempatkan posisi Muhidin. "Muhidin ini di posisinya dimana? Enggak jelas," terangnya.

Faktor lain, lahir di Kabupaten Tapin, Muhidin malah berharap besar kepada pemilih di Banjarmasin. Ani menyebut ibukota provinsi sebagai medan yang sulit. Gerak-gerik kandidat lebih terpantau. Karena kantor media terpusat di Banjarmasin. Mata Bawaslu juga lebih waspada.

"Melancarkan serangan darat dan udara di Banjarmasin itu susah. Di sini banyak wartawan. Dibandingkan dengan kabupaten lain, kinerja Bawaslu di sini juga lebih garang," ujarnya.

Muhidin memang dikenal memiliki finansial yang kuat. "Ingat, Banjarmasin dihuni 70 persen pemilih rasional. Bagi pemilih rasional, uang tidaklah penting," pungkasnya.


Radar Banjarmasin sendiri melakukan penghitungan suara di 70 TPS di seluruh Kalsel (lihat grafis*). Dari angka itu, nama-nama para pendatang baru seperti Sulaiman Umar dan Khairul Saleh memang mengejutkan.

Meski demikian, petahana DPR Ri seperti Syaifullah Tamliha merespons positif hasil pemilu kali ini. "Insya Allah sudah terpilih. Saya sudah punya datanya," ungkapnya yang mengatakan dirinya kuat di empat kabupetan di dapilnya, antara lain Kabupaten Banjar, HSU, Balangan dan Batola.

Petahana lain Bambang Heri Purnama memilih diam dan tidak merespon pertanyaan dari wartawan, Saat dihubungi via WhatsApp, calon DPR RI Dapil Kalsel I ini hanya membaca pesan dari Radar Banjarmasin dan enggan untuk membalas.

Selain Syaifullah Tamliha, rasa optimis juga disampaikan petahana lainnya, Aditya Mufti Ariffin. Walaupun belum memegang data, dia yakin akan kembali duduk di DPR RI. "Insya Allah (terpilih)," singkat calon DPR RI dari Dapil Kalsel II ini.

Di Banua sendiri ada dua daerah pemilihan (dapil) dalam perebutan kursi DPR RI, yaitu dapil Kalsel I yang menyediakan enam kursi. Meliputi Kabupaten Barito kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan, Tabalong dan Banjar.

Para petahana yang bertarung di Dapil I diantaranya, Ahmadi Noor Supit, Syaifullah Tamliha, Bambang Heri Purnama, Zainul Arifin, Saiful Rasyid, Habib Aboe Bakar Alhabsyi dan Dardiansyah.

Mereka yang saat ini masih duduk di bangku DPR RI itu harus bertarung dengan saingan baru, yang datang dari berbagai kalangan. Mulai dari mantan kepala daerah, para pengusaha dan pejabat.

Diantaranya, Mantan Bupati Banjar Sultan Khairul Saleh, mantan Wabup Tabalong Zonny, mantan Kapolresta Banjarmasin Merdekansyah, mantan Sekretaris PW NU Kalsel Nasrullah, mantan Ketua Walhi Pusat Berry N Furqon, mantan akademisi ULM Rifqy Nizami dan lain-lain.

Sementara untuk Dapil Kalsel II yang menyediakan 5 kursi, meliputi Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru. Para petahana yang ikut bertarung yaitu Aditya Mufti Ariffin dan Hasnuryadi Sulaiman HB.

Sedangkan, pesaing baru di Dapil II, diantaranya mantan Bupati Tanbu HM Zairullah Azhar, Ketua STIA Bina Banua Gerilyansyah Basrindu, anggota DPRD Kalsel Muhammad Nur, mantan Wabup Tanbu Difriadi Darjat, Syafruddin Maming, mantan Bupati Kotabaru Sjachrani Mataja, mantan Wali Kota Banjarmasin H Muhidin dan lain-lain. (fud/ris/ema)


BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 10:45

Kepala Dinas Ikut Berkontes di Pilkada HST, Bagaimana Status PNS-nya?

BARABAI - Salah satu kontestan yang digadang-gadang bakal meramaikan bursa…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:32

Janji Urus Tambang di Rantau Bakula, Dinas ESDM Malah 'Angkat Tangan'

BANJARBARU - Berjanji ingin meninjau lokasi tanah retak di Desa…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:26

PPP Incar Kepala Daerah di 3 Tempat

BANJARMASIN - Partai Persatuan Pembangunan yang pernah menjadi salah satu…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:03

Bersihkan Sampah di Sungai Belasung, PUPR Akan Kerahkan Pasukan Turbo

BANJARMASIN - Menanggapi permintaan warga untuk membersihkan sampah menumpuk di…

Rabu, 21 Agustus 2019 09:09

6 Jemaah Meninggal, 6 Jemaah Dipulangkan Duluan

BANJARBARU - Jemaah Haji Debarkasi Banjarmasin Kelompok Terbang (Kloter) 01,…

Rabu, 21 Agustus 2019 08:55

Spanduk Diikat di Pohon, Aktifis: Harusnya Tokoh Publik Beri Contoh Baik

BANJARBARU - Semenjak momen Hari Raya Idul Adha 1440 H…

Rabu, 21 Agustus 2019 08:52
PARLEMENTARIA

Dewan: Mengikat Spanduk di Pohon Jangan Dibiarkan

BANJARBARU - Fenomena maraknya spanduk yang diikat di pohon-pohon jalur…

Rabu, 21 Agustus 2019 08:47
Pemkab Tanah Bumbu

Pelayanan Disdukpencapil Semakin Baik

BATULICIN - Antrean layanan administrasi kependudukan di Kantor Dinas Kependudukan…

Rabu, 21 Agustus 2019 08:45
Pemkab Tanah Bumbu

Tumbuhkan Minat Baca Masyarakat

BATULICIN - Sekda Tanbu H Rooswandi Salem secara resmi membuka…

Rabu, 21 Agustus 2019 08:42
Pemkab Tanah Bumbu

BKD Diminta Tingkatkan Digitalisasi Pelayanan

BATULICIN - Sekda Tanbu H Rooswandi Salem mengingatkan Satuan Kerja…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*